Belajar Sambil Mendengarkan Musik, Mengapa Tidak?



Apakah Ayah-Bunda saat sedang resah karena hobi anak belajar sambil mendengarkan musik? Kekhawatiran tersebut mungkin bukan tanpa alasan. Pasalnya, bisa jadi kita beranggapan bahwa fokus anak dalam belajar akan terganggu dengan adanya musik tersebut. Alih-alih memahami materi pelajaran, anak justru lebih asyik bersenandung dengan lagu-lagu kesayangannya. Sepertinya, tidak sedikit orangtua yang mengalami keresahan semacam ini. Padahal, belajar sambil mendengarkan musik adalah salah satu cara mendidik anak agar rajin belajar lho, Ayah-Bunda!

Perlu diketahui bahwa masing-masing anak memiliki kelebihan yang berbeda-beda pada panca inderanya. Ada anak yang lebih tajam pada pendengaran, ada pula anak yang lebih tajam pada pengelihatannya. Tajam dalam hal ini dapat diartikan sebagai kepekaan anak dalam memproses informasi yang diterima untuk sampai ke otaknya dan diproses lebih lanjut.Ini menjadi salah satu yang mempengaruhi gaya belajar anak, apakah anak tersebut termasuk tipe visual, audio ataupun kinestetik. Pada anak visual, gambar ataupun grafik dapat membantu dalam proses belajar. Begitu pula ada anak audio dan kinestetik, mereka akan cepat belajar dengan mengoptimalkan fungsi pendengaran dan geraknya. 

Sampai di sini, sudah kita pahami bersama ya bahwa dengan perbedaan tersebut maka metode belajar anak pun akan berbeda. Yang perlu diklarifikasi lebih lanjut adalah, apakah memang benar anak yang belajar dengan mendengarikan musik akan lebih mudah memahami dan menikmati materi pelajarannya? Ataukah anak belajar dengan mendengarkan musik karena enggan benar-benar belajar? Ada baiknya, Ayah-Bunda menanyakan hal ini pada anak. Jika memang dengan mendengarkan musik, materi pelajaran lebih mudah dipahami dan dibuktikan dengan prestasi akademik anak di sekolah  maka tidak perlu risau lagi dengan kebiasaan tersebut. Namun, jika ternyata fokus anak terganggu karena musik tersebut maka Ayah-Bunda dapat membantu anak menemukan cara untuk lebih tertarik pada pelajaran tersebut dan menyarakan untuk tidak mendengarkan musik saat belajar. 

Sudah populer di kalangan akademisi bahwa musik yang dapat membantu meningkatkan konsentrasi belajar adalah jenis musik klasik. Seperti penelitian Jacko tahun 2016 mengenai pengaruh musik mozart terhadap konsentrasi belajar pada sejumlah mahasiswa sebuah universitas swasta di Semarang. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa yang mendengarkan musik mozart saat belajar rata-rata mengalami peningkatan konsetrasi dibandingkan saat tidak mendengarkan musik tersebut. Nah, ini lah alasan Ayah-Bunda dapat menjadikan musik klasik sebagai alternatif untuk mendampingi aktivitas belajar anak.

Musik seringkali dapat mempengaruhi mood atau emosi individu. Oleh karena itu, musik yang semangat dan ceria juga dapat membantu menaikkan atau memperbaiki mood seseorang. Dengan mood dan emosi yang baik, tentu aktivitas belajar terasa lebih menyenangkan. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa musik heavy metal justru memberikan dampak negatif pada proses belajar anak. Oleh karena itu, Ayah-Bunda sebaiknya menghindarkan anak dari musik jenis ini saat sedang belajar. 

Belajar seharusnya menjadi aktivitas yang menyenangkan, karena belajar adalah proses anak mengetahui lebih banyak mengenai sekitarnya. Mari kita dukung dan dampingi pilihan anak dalam belajar untuk menjadi individu yang dewasa dan bertanggungjawab. Tetap semangat ya Ayah-Bunda!  

Referensi:
Jacko, A. R. (2016). Pengaruh Musik Klasik terhadap Konsentrasi Belajar (Skripsi). Semarang:Universitas Katolik Soegijapranata. Retrieved from repository.unika.ac.id/13143