Gemar Membaca Sejak Dini



rak buku anak
Bagi sebagian masyarakat aktivitas membaca merupakan hal yang mengasyikkan bahkan menjadi ajang rekreasi imajinasi melewati jendela kata-kata. Namun, bagi sebagian masyarakat yang lain membaca merupakan aktivitas yang paling tidak disukai. Kelompok individu yang suka membaca pun masih dapat digolongkan dalam berbagai jenis bacaan yang digemari semisal buku novel, ensiklopedia, motivasi, komik, tulisan ilmiah dll. Sedangkan bagi kelompok individu yang lain, berbagai hal dapat dijadikan alasan untuk tidak menyukai aktivitas ini seperti sibuk, cepat mengantuk ketika membaca, tidak betah duduk lama hingga tidak menikmati membaca itu sendiri. 

Beruntunglah Ayah-Bunda jika termasuk individu yang gemar membaca. Selain membawa banyak manfaat bagi diri sendiri, kebiasaan ini dapat ditularkan pada anak-anak Ayah-Bunda. Seperti halnya pepatah tua, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Apa yang ada di lingkungan sekitar, itulah yang akan menjadi area eksplorasi anak saat awal proses tumbuh kembangnya. Keingintahuan anak yang terakomodasi dengan baik akan membantu perkembangan kreativitas dan keterampilan baik dari segi kognitif, emosi aupun fisiknya. Maka tidak heran jika kita menemui anak SD yang memiliki pengetahuan mengenai tokoh-tokoh peradaban dunia. Bisa jadi rumahnya penuh dengan rak-rak buku berkualitas yang menjadi tempat rekreasi paling menarik atau orangtuanya memberikan akses informasi dan pendampingan. Seringkali cara mendidik anak agar rajin belajar diawali dari kebiasaan membaca ini.   

Namun tetap optimislah jika Ayah-Bunda saat ini bukan termasuk individu yang dapat menghabiskan waktu berjam-jam untuk menekuni deretan kata-kata. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan Ayah-Bunda agar anak gemar membaca seperti yang akan dipaparkan di bawah ini. Perlu digarisbawahi bahwa satu teladan lebih berharga dari seribu kata-kata. Artinya, Ayah-Bunda perlu memulai hobi membaca ini agar anak-anak dapat meneladaninya dan juga menjadikan aktivitas membaca sebagai hobinya. Cara pembiasaan membaca ini adalah sebagai berikut:
1.   Membacakan buku sejak dalam kandungan
Saat ini sudah menjadi pengetahuan umum bahwa janin dapat mendengarkan suara di luar perut ibunya. Ayah-Bunda dapat membacakan buku atau cerita yang menyenangkan sebagai salah satu cara menjalin komunikasi. Bacaan tersebut dapat berupa bacaan Qur’an, dongeng anak, atau bacaan berkualitas yang disukai Ayah-Bunda. Kebiasaan ini akan merangsang perkembangan pendengaran mengenai kosa kata yang diucapkan oleh orangtuanya.   
2.   Stimulasi sejak dini dengan buku ramah anak yang berwarna cerah
Buku untuk anak-anak memang telah didesain dengan warna yang cerah dan gambar-gambar yang menarik. Ayah-Bunda bisa mendapatkan buku-buku tersebut dengan mudah sekarang ini. Namun, perlu diperhatikan juga mengenai tekstur maupun konten dari buku itu sendiri. Buku bantal yang empuk, anti sobek dan anti air cocok diberikan pada anak di bawah satu tahun. Selain itu buku yang memiliki sudut tumpul (agar tidak menusuk) dapat dijadikan pilihan. Lebih penting lagi, konten buku harus disesuaikan dengan moral dan ajaran agama. Gambar-gambar kartun yang berpakaian sopan tentu lebih utama dibandingkan kartun yang berpakaian terbuka.
3.   Tempatkan buku anak di rak yang terjangkau
Tentu tidak ada gunanya jika Ayah-Bunda membelikan banyak buku bagi anak namun ditempatkan di rak yang susah dijangkau dengan tujuan agar buku tidak rusak. Jika memang terdapat pikiran semacam itu, maka buku rusak karena sering dibolak-balik anak adalah lebih baik dibandingkan buku rusak karena dimakan rayap atau berjamur. Ayah-Bunda dapat menyediakan rak yang rendah agar sewaktu-waktu anak dapat meraihnya atau bahkan mengajak teman dan tetangga untuk membaca bersama di rumah. Mengasyikkan bukan?
4.   Luangkan waktu untuk membaca bersama anak
Aktivitas membaca tidak harus berarti membaca deretan kalimat yang tertulis. Jika anak Ayah-Bunda senang berimajinasi, kembangkan gambar-gambar yang ada di buku menjadi ceritanya sendiri. Kita bisa membuat pertanyaan-pertanyaan agar anak berpikir dan berkreasi. Selain itu kita bisa mengambil beberapa bagian dari buku untuk mengingat kembali kejadian atau pelajaran yang telah didapatkan sebelumnya. Dengan aktivitas yang bervariasi tentu membaca tak lagi menjadi hal yang membosankan.
5.   Minimalkan TV dan gadget
Tidak ada yang salah dengan TV dan gadget jika Ayah-Bunda memberikan porsi yang wajar. Ada benarnya jika penggunaan TV dan gadget dibatasi atau bahkan ditentukan waktunya. Selain mencegah anak kecanduan dengan TV dan gadget, pembatasan ini berguna untuk mengalihkan energi anak untuk melakukan aktivitas yang lebih bermanfaat. Orangtua juga sebaiknya tidak banyak mengakses gadget agar anak tidak meniru kebiasaan tersebut.
Semoga tulisan ini bermanfaat.. Semangat mendampingi tumbuh kembang anak, Ayah-Bunda sekalian :)