Cara Menulis Berita

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
Alhamdulillah, Alhamdulillahi Rabbil'alamin.
Washalatu wassalamu 'ala asyrafil anbiya walmursalin wa'ala alihi washahbihi ajma'in.
Alhamdulillah, sahabat yang semoga dalam lindungan Nya, shalawat serta salam semoga terus kita lafadzkan kepada Baginda Rasul, yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah kepada zaman ukhuwah saat ini.
Baiklah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Cara Menulis Berita.
Sahabat sering membaca berita kan?
Nah, sebenarnya menulis berita ini adalah sebuah kegiatan yang cukup mudah sahabat, karena sudah ada ketentuan baku yang meski dipenuhi.
Yang harus dipenuhi saat menulis berita adalah 5W + 1 H.
What, where, when, why, Who dan How.
Kelima unsur ini harus dipenuhi, tidak boleh ada yang tertinggal ya sahabat.
Awalnya, sahabat tentukan dahulu ingin menulis berita apa, atau sahabat sudah melihat atau menyaksikan peristiwa apa.
Ingat ya sahabat, Berita itu sifatnya fakta, jadi tidak boleh menulis nya tanpa ada sebuah peristiwa nya.
Nah, selesai mendapatkan peristiwa nya, Sahabat bisa memulainya dengan 5 W, boleh dengan yang what terlebih dahulu, bisa juga Denhan tempat atau when dan seterusnya.
Setelah memahami dan menuliskan unsur-unsur tersebut, sahabat bisa menambahkannya dengan wawancara, bisa wawancara dengan saksi mata atau dengan yang bersangkutan.
Mudah bukan sahabat? Oh iya, yang harus diingat juga bahwa dalam atau saat menulis berita haruslah menggunakan bahasa yang baku, tidak boleh menggunakan bahasa santai atau tidak baku.
What itu berisi mengenai Peristiwa apa yang sedang terjadi sahabat, misalnya kebakaran di daerah Jakarta,
When itu berisi tempat kejadian, when itu berkaitan dengan kapan kejadiannya, Who itu siapa saja yang terlibat, bisa korban ataupun yang berkaitan dengan kejadian,  why itu mengapa bisa terjadi kejadian tersebut, kemudian yang terakhir ialah How bagaimana kejadian atau peristiwa yang terjadi.
Demikian sahabat, semoga bermanfaat. jangan pernah untuk berhenti menulis, karena proses belajar itu hanya tiga sahabat, Membaca, berbicara dan menulis, jika kita malas untuk menulis, maka siap siaplah untuk tergilis oleh waktu. Menulislah sahabat meski tidak begitu bagus hasil, karena Mereka yang hebat menulis pun berasal dari sesuatu yang mereka tidak bisa awalnya.  Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.