Cara Menulis Puisi

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
Alhamdulillah, Alhamdulillahi Rabbil'alamin.
Wasshshalatu wassalamu'ala asyrafil anbiya walmursalin.
Wa'ala alihi washahbihi ajma'in.
Alhamdulillah. Bagaimana kabarnya sahabat? Semoga sehat selalu dan selalu dalam lindungan Nya ya.
Baiklah, langsung saja pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Cara Menulis Puisi.
Sahabat ada yang suka menulis puisi? Atau suka mendengarkan puisi? Atau ada yang sukanya membaca pusisi?
Kalau sukanya membaca dan mendengarkan saja, apakah tidak terlintas di benak sahabat untuk membuat puisi sendiri? Yang akan bisa dibaca oleh orang banyak? Tentu sahabat inginkan membuatnya sendiri.
Menulis puisi itu gampang gampang susah sahabat. Dikatakan mudah ya lumayan mudah dikatakan sulit ya tidak begitu sulit.
Untuk menulis puisi, hampir sama dengan menulis Cerpen sahabat. Langkah awalnya ialah kita harus menentukan terlebih dahulu tema yang akan kita buat, kemudian judulnya.
Yang paling mudah saat belajar menulis puisi adalah mengangkat atau mengambil tema yang juga mudah, seperti Ibu, ayah, atau yang lainnya, dimana hal ini telah kita pahami dan kita ketahui seluk-beluk nya, sehingga menuliskan nya pun menjadi sangat mudah. Intinya pilih tema dan judul yang telah sahabat kuasai terlebih dahulu. Kemudian, tulislah dengan kalimat yang puitis, lalu pilihlah diksi yang tepat.
Biasanya, seseorang akan sangat mudah merangkai kata kata puitis ketika dia sedang galau, katanya ya sahabat. Kata orang-orang, dan saya sendiri sedikit mempercayai nya, karena memang ketika kita sedang kacau menulis atau menumpahkan segala rasa dengan tulisan adalah pilihan yang sangat mudah.
Contohnya, ketika sahabat sedang patah hati, sahabat bisa menuliskan nya saat itu juga, seolah-olah puisi itu memiliki ruhnya atau jiwanya. Ingat ya ya sahabat, bukan patah hati saat pacaran, karena intinya pusi itu adalah gambaran hati menurut saya.
Contoh Puisi saat patah hati.
Sore semakin senja
Seperti usia yang tak lagi belia
Aku, menunggu Seorang hamba yang masih berada di Lauhul Mahfudz Nya
Namanya yang masih tak kuketahui siapa
Dirinya yang tak kuketahui darimana asalnya.
Akh, Perasaan apa ini?
Menunggu seseorang yang tak pernah kukenal,
Atau menunggu seseorang yang telah kukenal. .
Akh, Perasaan macam apa ini?
( Dst )

Demikian untuk kali ini sahabat, sering seringlah menulis, apa saja dan dimana saja serta kapan saja.
Jangan lelah untuk menulis, karena sahabat akan temukan banyak hal di dalamnya.
Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.