728x90 AdSpace

Latest News
Wednesday, October 4, 2017

Cara Menulis Kultum

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.
Sahabat, pada kesempatan kali ini kita akan membahasa mengenai cara menulis Kultum.
Kultum adalah kuliah tujuh menit. Orang yang belum terbiasa menyampaikan dakwah atau tampil di depan umum harus menyiapkan materi yang akan disampaikan dengan matang, agar ketika menyampaikan kultumnya tidak berantakan, bahkan orang yang terbiasa tampil di atas mimbarpun mereka pasti selalu mempersiapkan dengan matang materi yang akan disampaikan, karena jika tidak dilakukan maka materi yang disampaikan akan sampai kemana mana, atau dalam artian keluar dari topic yang harus disampaikan.
Untuk menulis kultum ini, yang terpenting adalah materi apa yang hendak kita sampaikan, serta dalil apa saja yang akan kita sampaikan.
Awalnya, pilihlah tema yang sangat dekat atau berkaitan dengan kondisi kita menyampaikan, agar apa yang kita sampaikan mengena kepada para pendengarnya. Misalnya kalangan atau golongan anak muda, maka tulislah atau buatlah tema berkenaan dengan anak muda, misalnya “ kenaklan remaja. “
Setelah sahabat menemukan tema yang berkaitan dengan kondisi orang yang mendengarkan, kemudian carilah ayat ayat yang berkenaan dengan tema tersebut. Jika hanya kultum, cari saja satu ayat al Quran dan satu hadis, agar tidak terlalu banyak. Setelah mendapatkan, buatlah penjelasannya sedikit, sahabat bisa menuliskan penjelasan dari kitab kitab tafsir atau syarah, kalau bisa sahabat tulis dengan bahasa sahabat sendiri, karena tidak banyak yang dapat memahami bahasa kitab kitab tafsir dan syarah jika tidak dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami.
Ketika materi dan tema sudah dapat, ayat dan hadis sudah ditemukan, serta penjelasan ilmiah sudah terselesaikan, mulailah menuliskannya sahabat.
Langkahya ialah, tulislah pada kertas selembar, bagian paling atas berisi pembukaan, sahabat tidak perlu menuliskannya di atas kertas, tetapi cukup tulis titik titik kemudian di dalam kurungnya Pembukaan.
Kemudian, tulislah materi yang akan sahabat sampaikan, tulis saja dengan bahasa sahabat sendiri, atau jika sahabat sudah terbiasa tampil di depan tulis saja poin pentingnya, bisa hanya ayat dan hadisnya saja atau poin poin pentingnya.
Sebagai contoh :
Assalamulaikum Warahmatullah Wabarakatuh .
Alhamdulillah …. ( salam pembuka, Puji Syukur, Shalawat Kepada Nabi)
Itu adalah bagi yang terbiasa tampil di depan umum, untuk yang tidak terbiasa, tuliskan saja dengan lengkap apa yang hendak disampaikan, agar mudah ketika hendak menghafal, karena ternyata sahabat, mental menyampaikan sesuatu di depan umum itu perlu latihan yang ekstra lama, proses sulit, begitulah, biasanya saja yang sudah hafal teks dengan sangat baik, bisa hilang langsung ketika maju di depan, dan hal ini benar adanya.
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.
Alhamdulillah, Hadirin Rahimakumullah. Marilah kita bersyukur kehadirat Allah SWT. Yang telah melimpahkan rahmat Nikmat serta hidayahnya kepada kita semua, sehingga kita masih dapat berkumpul dalam keadaan yang sehat wal ‘afiyat. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada baginda Rasul yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah kepada zaman yang penuh ukhuwah seperti saat ini. ( Ini bagi yang belum pernah atau jarang tampil di muka umum )
 Muballigh berasal dari bahasa Arab yang diambil dari kata Balagha ( بلغ )yang kemudian menjadi Isim Fa’il yaitu ( مبلغ ) yang berarti menyampaikan atau orang yang menyampaikan. Arti ini hampir sama dengan arti muballigh yang terdapat di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesi ( KBBI ) yang juga mengartikan muballigh sebagai seorang Muslim yang menyampaikan atau menyiarkan ajaran islam baik itu laki laki ataupun perempuan, hanya saja ada perbedaan penyebutan antara Laki laki yang menyampaikan syiar islam dengan Perempuan yang menyampaikan syiar Islam, perebdaan penyebutan nama ini mengikuti kaedah yang ada di dalam bahasa Arab, dimana seorang perempuan atau yang berjenis kelamin Muatsanna harus ditambahkan dengan ta’mar buthah. Muballighمبلغ adalah penyebutan untuk yang laki laki, sementaraمبلغةMuballighah sebagai penyebutan untuk Wanita.
Sementara Da’wah juga dimbil atau berasal dari bahasa Arab. Secara epistemology menurut para ahli bahasa Arab, dakwah berakar dari kata دع – يدع – دعوتا , yang artinya mengajak atau menyeru. Sedangkan secara epistmologi dakwah ialah sebuah kegiatan yang mengajak atau menyerukan kebenaran kepada manusia agar dapat menempuh kehidupan yang sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah dan yang telah digariskan oleh Allah SWT.
Sebuah tindakan yang dilakukan oleh seseorang, baik itu secara lansung ataupun tidak langsung, baik itu berupa perkataan ataupun perbuatan, baik itu di atas mimbar atau forum maupun tidak, yang apalabila dilakukan untuk mengajak dan membawa manusia kepada jalan kebenaran, maka hal itu dapat dikatakan sebagai Da’wah. Jadi, yang menjadi acuan seseorang dapat dikatakan sebagai pendakwah bukanlah mereka yang menyampaikan materi di atas mimbar, bukan hanya ustadz ustadz yang sedang mengisi pengajian, Bukan hanya itu, bahkan ketika anda melakukan sebuah tindakan atau amal shaleh, dengan tujuan agar ada manusia yang mencontohnya maka itu adalah dakwah, dan dakwahnya adalah dengan perbuatan. Orang yang mengerjakan atau menyampaikan kebenaran itu yang disebut sebagai Muballig/ Muballighah, sementara apa yang disampaikan atau yang diajarkan itu yang disebut sebagai Dakwah.

Itu adalah contoh kultum yang membahas mengenai Muballigh. Nah, silahkan sahabat buat sebaik mungkin, dengan menambahkan atau membubuhkan dalil dalil al quran dan as sunnah.
Demikian, semoga bermanfaat sahabat, ayo terus menulis.
Salah dan khilaf saya mohon maaf. Kebenaran itu hanya datang dari Allah dan kesalahan itu datangnya dari pribadi saya. Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Cara Menulis Kultum Rating: 5 Reviewed By: Anita aa