728x90 AdSpace

Latest News
Saturday, October 14, 2017

Cara menulis Makalah part 2

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
Alhamdulillah. Syukur semoga selalu kita hadirkan dalam diri kita.
Alhamdulillah, baiklah sahabat, pada kesempatan kali ini kita akan melanjutkan pembahasan kemarin, mengenai cara menulis Makalah. Kemarin, Alhamdulillah kita sudah membahas sedikit mengenai aturan dasar atau aturan wajib yang baku dalam penulisan makalah, kemudian kita juga sudah membahas mengenai cara penulisan Pendahuluan, latar belakang, pkok Bahasan dan tujuan pembahasan sahabat. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan melanjutkan, yakni masuk kepada bab ke dua, yaitu pembahasan.
Pembahasan ini merupakan jawaban atas apa yang tadi sahabat tulis pada Bab Satu poin Ke dua, yakni Poko pembahasan, yang berupa pertanyaan atau diawali Dengan kata tanya sahabat, bisa seberapa banyakkah? Bagaimanakah? Siapakah? Dan lain sebagainya.
Saat menulis ini, sahabat harus memberikan poin poin besar pada Poko Poko pembahasan yang akan dibahas. Ingat ya sahabat, harus sesuai dengan Poko pembahasan yang sudah sahabat tulisan pada Bab Satu, tidak boleh berubah atau ditambah atau dikurangi, hanya saja, jika ada tambahan poin, sahabat harus berusaha membuatnya di dalam sub bab, atau sub judul.
Langkah awal, tulislah pada lembar kertas paling atas dengan tulisan " BAB II ) lalu di bawahnya tulisan " PEMBAHASAN", setelah selesai, sahabat bisa memblok ke dua kalimat tersebut, lalu menggesernya ke tengah tengah. Pisiai keduanya adalah atas bawah sahabat, bukan kanan kiri ya.
Setelah itu, sahabat bisa mulai pembahasan yang akan dibahas.
Biasanya, yang paling sering dibahas pada Poko pembahasan awal adalah pengertian sahabat, yang pada pokok pembahasan di bab 1 diawali dengan kalimat " apakah pengertian... (Dan seterusnya ) nah, itu pada Bab dua, dia harus menjelaskan atau menjabarkan mengenai pertanyaan pada Bab Satu tersebut. Soga sahabat bisa memahaminya ya.
Setelah itu, sahabat bisa melanjutkan nya kepada topik selanjutnya. Jangan lupa untuk memberikan tanda pada pembahasan batu ya sahabat. Bisa dengan huruf bisa pula Dengan angka.
Gunakan huruf kapital sahabat, ketika menandai poin baru atau pembahasan baru, agar pembaca atau agar dosennya dapat memeriksa poin poin yang sahabat masukkan, apakah sesuai dengan yang diperintahkan atau tidak. Begitu seterusnya sahabat, intinya adalah Pada bab pembahasan, sahabat menjawab Dengan banyak teori mengenai pertanyaan yang ada pada Bab Satu poin Pokok Pembahasan.
Mudahkan? Sertakan teori yang banyak sahabat, karena semakin banyak teori maka akan semakin bagus suatu karya ilmiah tersebut. Jangan lupa cantumkan Foot note.
Demikian, sebagai contoh :


BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian al Quran dan Tafsir
  1. Al Quran
       Al Quran merupakan mujizat yang Allah turunkan bagi umat Islam, yang mukjizat tersebut selalu mengikuti dan diperkuat oleh perkembangan zaman, kemajuan ilmu pengetahuan, dan yang paling menonjol ialah dinamis. Allan menurunkan al Quran kepada Rasulullah untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju jalan yang terang, dan membawa manusia kepada jalan Tuhan yang benar. Rasulullah mneyampaikan ayat ayat al Quran kepada sahabat sahabatnya, ornag orang Arab asli, sehingga apa yang disampaikan oleh Rasulullah dapat masuk ke nulari mereka masing masing. Apabila ada dari ayat yang turun tidak mereka pahami, maka mereka akan menanyakannya langsung kepada Rasulullah.
Bukhari dan Muslim serta yang lainnya meriwayatkan, dari Ibn Mas’ud dengan mengatakan :
لما نزلت هذه الاية ( اللذين امنوا ولم يلبسوا ايمانهم بظلم ) شق ذلك على الناس , وقالوا : يا رسول الله فاينا لا يظلم نفسه؟ قال: انه ليس الذي تعنون , الم تسمعوا ما قال العبد الصالح: ( ان الشرك لظلم عظيم ) انما هو الشرك .
“ ketika ayat ini diturunkan(orang orang yang beriman dan tidak mencampurkan iman mereka dengan kedhaliman al Quran QS. al An’am 82), banyak yang merasa resah. Lalu mereka bertanya kepada Rasulullah,” ya Rasulullah, siapakah diantara kita yang tidak berbuat dzhalim terhadap dirinya?” Nabi menjawab yang tidak berbuat dzhalim terhadap dirinya “ kedzhaliman di sini bukan seperti yang kamu pahami. Tidaklah kamu pernah mendengar apa yang telah dikatakan oleh seseorang halba yang shaleh : ( sesungguhnya kemusyrikan adalah benar benar kedzhaliman yang besar, QS. Luqman 13). Jadi yang dimaksud dengan kedzhaliman di sini ialah kemusyrikan. “
Sedangkan menurut Rusli Malik yang ditulis dalam bukunya, bahwa al Quran adalah kala Allah, yang merupakan puncak kebenaran argumentative dan intuitif. Di dalamnya tidak mungkin ada kontradiksi kontradiksi, baik dalam premis premisnya ataupun dalam tema temanya. Pendeknya, di dalamnya tidak akan ditemukan adanya cacat, selama dikuasai dan dipahami secara konprehensif.
Sebenarnya, banyak ulama yang menjelaskan dan mendefinisikan pengertian al Quran, namun yang paling sering digunakan ialah pengertian yag dimiliki atau dibuat oleh Manna’ Khalil al Qattan. Banyak yang menjadikannya sebagai rujukan, dikarenakan memang buku yang dutlisnya sangat spesifik dan lengkap dalam membahasa mengenai al Quran dan ulumul Quran.

 Menurut kementrian Agama, al Quran memiliki makna yang sangat mudah untuk dihafal, yakni al Quran adalah Kalamullah, yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad, melalui perantaraan Malaikat Jibril, kabar turunnya adalah mutawattir dan membacanya adalah sebuah pahala.
B. Tafsir
Pendapat Ulama tentang Pengertian Tafsir
Istilah tafsir di dalam al Quran dapat dilihat pada Surat al Furqan, ayat 33 yang berbunyi :
ولا ياتونك بمثل الا جئنك بالحق واحسن بفسبرا
“Tidaklah orang orang kafir itu datang kepadamu membawa sesuatu yang ganjil melainkan Kami datangkan kepadamu sesuatu yang benar dan paling baik penafsirannya. “

Secara harfiyah, kata tafsir yang berasal dari bahasa Arab merupakan bentuk masdar dari kata Fassara serta terdiri dari huruf fa, sin, dan ra, itu berarti keadaan jelas atau nyata dan terang dan memberikan penjelasan. Banyak ulama mengemukakan pengertian tafsir yang pada intinya bermakna menjelaskan hal hal yang masih samar yang dikandung dalam ayat al Quran sehingga dengan mudah dapat dimengerti, mengeluarkan hukum yang terkandung di dalamnya untuk diterapkan dalam kehidupan sebagai sesuatu ketentuan hukum.
Ahmad al Syirbashi memaparkan ada dua jenis makna tafsir di kalangan ulama, yakni : keterangan atau penjelasan sesuatu yang tidak jelas dalam al Quran yang dapat menyampaikan pengertian yang dikehendaki, kemudian, tafsir merupakan bagian dari ilmu Badi’ yaitu salah satu cabang sastra Arab yang mengutamakan keindahan makna dalam penyusunan kalimat. Pengarang kitab lisan al A’rab mengartikan secara singkat dengan kata Kasyf al ghartha yang berarti penjelasan dari sesuatu hal yang masih tertutup. Karenanya, tafsir adalah penjelasan maksud yang sukar dari suatu lafal ayat. Sementara itu, secara singkat al Zahabi mengartikan nya dengan al ‘Idgah wa al Tabyin yaitu penjelasan dan keterangan. Pengarang al Majmu’ al Wasith mengemukakn bahwa tafsir bermakna (dan seterusnya )
Begitu sahabat,  bentuknya kurang indah dipandang sahabat, karena saya meng-upload lewat HP, mungkin jika lewat laptop bisa lebih rapi.
Jika sahabat Ingin Contoh nya lebih detile atau ada yang ingin ditanyakan terkait materi kita bisa Email saya sahabat di ayahmak7@gmail.com
Semoga bermanfaat. Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Cara menulis Makalah part 2 Rating: 5 Reviewed By: Anita aa