Cara Menulis otobiografi

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
Alhamdulillah sahabat, Allah masih berikan kenikmatan yang luar biasa yang tak akan dapat kita hitung. Semoga Allah menjadikan kita hamba Nya yang senantiasa bersyukur kepada Nya.
Baiklah sahabat, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai cara menulis otobiografi.

Sahabat tentu pernah mendengar kata biografi kan? Namun kali ini kita tidak sedang membahas mengenai biografi ya, hehehe. Kita membahas mengenai otobiografi. Sahabat, otobiografi merupakan bentuk tidak baku dari auto biografi, yang di dalam kamus besar bahasa Indonesia(KBBI) Memiliki arti pengalaman hidup seseorang yang ditulis oleh orang tersebut sendiri. Paham sahabat? Otobiografi ini misalnya ialah, sahabat menuliskan perjalanan hidup sahabat sendiri. Paham kan?
Kalau biografi, biasanya biografi seseorang yang ditulis oleh orang lain sahabat, bisa dengan berbagai sumber bisa juga dengan penelitian dengan mengumpulkan berbagai data dari berbagai sumber, bisa juga dengan cara wawancara dengan orang terdekat, yang dianggap sebagai orang yang dekat dengan orang yang hendak kita tulis biografinya.

Perbedaan antara otobiografi dengan biografi ialah, apabila biografi lebih cenderung kepada sudut pandangan penulis sahabat, sementara otobiografi lebih kepada pengalaman, jalan hidup dan lain sebagainya.
Jadi, sahabat bisa menulis sendiri mengenai diri sahabat, perjalan sahabat selama menuntut ilmu, perjalanan sahabat selama hidup, kenangan sahabat saat duduk di bangku sekolah dasar, sekolah menengah, sekolah atas atau bahkan sampai saat sahabat duduk di perguruan tinggi.
Mudahkan sahabat? Penulisan nya tidak terikat dengan apapun. Kebanyakan orang yang menulis otobiografi ini dengan bahasa yang ringan, namun tidak menutup kemungkinan juga ada yang menuliskan dengan sastra atau bahasa yang tinggi pula.
Ini sama dengan curhat? Tentu hampir sama sahabat, hanya saja, kalau curhat, biasanya dalam catatan kita yang mendominasi adalah perasaan, yah perasaan bawa perasaan anak zaman kini, sehingga kurang memiliki manfaat bagi pembaca, sementara otobiografi ini ditulis dengan begitu indah, sehingga memiliki kesan di mata pembaca, Memiliki manfaat bagi pembaca, begitu sahabat, sehingga akan banyak yang termotivasi dari tulisan sahabat tentang perjalanan hidup sahabat sendiri.

Orang orang lebih memilih untuk menuliskan biografi seseorang sahabat, karena mungkin beranggapan bahwa menulis Biografi seseorang adalah hal yang mudah, dikarenakan bisa ditulis dengan sudut pandang so penulis, padahal sebenarnya lebih mudah menulis otobiografi loh, hehehe. Kenapa? Ya karena tentang Kehidupan kita sendiri, perjalanan kita sendiri, pengalaman kita sendiri, sehingga lila liku dan kesukaran serta kemudahan nya memiliki porsi yang sama sahabat.
Saya sarankan kepada sahabat, untuk langkah awal, mulailah menulis otobiografi terlebih dahulu sebelum akhirnya memutuskan untuk menulis Biografi.
Sahabat bisa menuliskan perjalanan sahabat yang dirasa paling Memiliki makna serta daya yang bagus bagi pembaca.
Sahabat bisa menulis pengalaman sahabat ketika mendapatkan juara, tentunya sebuah gelar juara yang didapatkan dengan usaha yang tidak mudah.

Langka awal, sahabat tentukan apa yang hendak sahabat tulis, apakah pengalaman sahabat? Ataukah perjalanan sahabat? Ataukah kenangan sahabat? Yang bagiku, sebenarnya, seluruhnya itu adalah berkaitan antara satu dengan yang lain, tapi ya Monggo bagi sahabat mana yang hendak dipilih dahulu.setelah menentukan apa yang hendak sahabat tulis, sahabat bisa merancang terlebih dahulu poin poin yang hendak sahabat tulis, misalnya sahabat mengambil tema tentang perjalanan sahabat. Poin Poin nya bisa :
1. Saat Duduk di bangku sekolah dasar
2. Saat Duduk di bangku sekolah menengah
Dan lain sebagainya, buat dahulu kerangka nya dalam bentuk Poin poin sahabat, agar ketika hendak menulis kan nya, sahabat tidak begitu merasa kesulitan lagi.
Setelah itu, sahabat bisa menuliskan nya, dengan poin poin yang sudah sahabat tulis.
Tulislah dengan bahasa yang baik sahabat, kalau bisa dengan bahasa baku.
Karena biasanya apabila ditulis dengan bahasa baku, maka akan membuat pembaca tidak mudah bosan, hehe, kalau pun sahabat Ingin menuliskan nya dengan bahasa yang santai, usahakan janhan terlalu santai sahabat, agar tidak berkesan alay bagi pembaca.
Sebagai contoh otobiografi.

Namaku Lia. Aku dilahirkan dengan kedua kaki yang sempurna, Dengan kedua tangan yang juga sempurna. Anggota tubuhku, nyaris sempurna, namun sayang, aku tidak dianugerahkan suara untuk berbicara. Aku hanya mampu berbicara Dengan anggota tubuhku seadanya.

Aku dilahirkan dengan keadaan ya seperti apa yang telah kukatakan tadi, dengan kondisi keluarga yang juga tidak sempurna. Ayahku wafat ketika ibuku mengandung ku dalam usia kandungan tiga bulan, sementara ibuku wafat ketika beliau melahirkan ku. Hingga kini, aku hanya sebatang kara, bayangkan saja, aku sejak lahir, diasuh oleh tetangga ku yang baik hati. Aku tidak akan menceritakan tentang Kehidupan ku, aku hanya akan menceritakan mengenai usahaku, usaha yang kulakukan hingga aku menjadi orang.

Aku tak bisa melakukan apa apa, namun tekad ku untuk bisa melakukan segala hal sudah tertanam dalam diriku. Tak ada pesan yang kuterima, selain pesan dari ibu tiri yang membesar kan ku.
Dia memberikan pesan Dengan kata katanya yang tak ku mengerti saat itu. Dengan keterbatasan ku. Itulah.
Sejak saat itu, aku benar-benar belajar sendiri. Hinaan hinaan datang tak pernah berhenti, mereka mencemooh ku. Namun, aku tetap selalu berupaya tersenyum menghadapi nya.

Dengan keadaan fisik yang kurang memadai, aku mencoba menulis, karena tangan dan kakiku yang sempurna. Aku membaca, aku rajin ke mana mana, untuk sekedar mencari koran bekas yang bisa dibaca. Aku membaca apa saja, hingga aku merasa ketika kosa kataku yang tak mampu ku utarakan sudah banyak, aku ingin mengeluarkan kata kataku dalam bentuk tulisan. Kini, hari hari membaca ku, kuganti dengan menulis, aku menulis lidahku yang memilukan, hingga berbulan-bulan, targetku akhirnya selesai. Kukirimkan tulisan ku ke berbagai penerbit, banyak yang menolak karena kurang yakin, karena aku bisu, namun ku coba meyakinkan mereka, berbulan-bulan, hingga akhirnya ternyata karyaku diterima.
Aku mulai dikenal, banyak yang mulai mengenal ku, akh aku menghadiahkan segalanya untuk ibu tiri ku.

Itu adalah sepenggal kisah otobiografi sahabat.
Sahabat bisa menuliskan nya, bisa menuliskan tentang diri sahabat. Tentang perjalanan sahabat, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan diri sahabat.
Demikian sahabat, jangan lelah dan lupa untuk terus menulis.
Menulis menulis dan terus menulis sahabat.
Tidak ada kata lelah untuk berkarya, dan menulislah sebagai wujud karya nyata.
Semoga bermanfaat sahabat. Salah dan khilaf mohon maaf.
Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.