Cara Mengenal Al Idhafah 2

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Alhamdulillah. Kita akan melanjutkan pembahasan yang tadi ya sahabat. Yakni Cara Mengenal Al Idhafah 2 ".

Seperti yang sudah saya katakan sahabat, bahwa Al Idhafah itu adakalanya pertemuan antara Dua Isim, adakalanya juga pertemuan lebih dari dua Isim. Meski sangat jarang adanya.

Untuk memahami Kedua hal ini, Saya ada rumus yang bisa membuat sahabat lebih paham antara perbedaan antara yang dua Isim dengan yang tiga Isim. Sebagaimana tertera di bawah ini:

Rumus Al Idhafah : pertama : (Rumus Dua Isim ) = Rumah + Tangga = RT (Isim dan Isim)
Kedua : ( Rumus Tiga Isim) = Rumah + Tangga + Umi = RTU (semuanya adalah Isim sahabat, dan kata umi pada rumus maknanya ialah Dhamir Muttashil sahabat, heheh. Masih ingat kan? Dhamir Muttashil ialah Dhamir yang menempel, baik pada Isim maupun Fi'il, dan pada konteks yang ini, ialah Dhamir yang menempel pada Isim.

Ingat ya, setiap Dhamir Muttashil ia juga termasuk ke dalam Mudhaf. Kenapa tidak Mudhafun Ilaihi? Tentu sahabat bisa menjawab nya kan? Sahabat bisa melihat Kembali ciri ciri dari Mudhafun dan Mudhafun Ilaihi.

Saya kira, sampai di sini cukup ya sahabat mengenai teori Al Idhafah ini.
Ada baiknya jika kita langsung ke cara membuat contoh Al Idhafah ini, baik yang Hanya dengan Dua Isim ataupun Dengan Tiga Isim.

Misalnya Ialah sahabat ingin mengatakan : Pintu Kelas.
Maka sahabat harus mencari dahulu bahasa Arab dari keduanya. Setelah mendapatkan bahasa Arabnya, sahabat bisa tetapkan rumus yang sudah kita bahasa tadi ya. Ingat, Mudhaf selalu berada lebih dahulu dibandingkan dengan Mudhafun Ilaihi. Awalnya ialah :

الباب + الفصل Pintu(Al Babu) + kelas (Al Fashlu)
Akan menjadi باب الفصل Babu Al Fashli.
Yang pada awalnya dibaca dengan menggunakan Al kedua Isimnya menjadi Salah satunya saja. (Kembali ke rumus ya sahabat) , yang awalnya dibaca dengan menggunakan Dhammah menjadi seperti pada contoh.

Misalnya lagi, apabila Ada dhamir Muttashil yang menempel pada Isim, maka dia juga termasuk Susunan al Idhafah ya sahabat. Contohnya ialah :

بيته  Baituhu , yang berarti Rumahnya dia Satu orang laki laki. Maka,
بيت   Baitun Isimnya, sebagai Mudhafun nya
ه Nya juga termasuk Isim.  sebagai Mudhafun Ilaih nya.
Sampai di sini paham ya sahabat.
Kita akan masuk ke Contoh yang terdiri dari Tiga Isim.
Contohnya adalah ada tiga Isim .

الكتاب + الاستاذ + انا
Ketiga tiga ya kata di atas adalah Isim Sahabat.
Maka apabila digabungkan menjadi Kalimat Al Idhafah akan menjadi
كتاب استاذي Kitabu Ustadzi
Mudahkan sahabat? Ya, pada kalimat di atas merupakan Dhamir Muttashil dari saya Sahabat
Ada kaedah yang perlu sahabat perhatikan ketika membuat kata terdapat Kata Mudzakkar Salim.

Kaedahnya ialah : Apabila Ada Jama' Mudzakkar Salim( sebagai Mudhafun) atau Tasniyah yang bergandengan dengan Isim (sebagai Mudhafun Ilaih) , maka Nun Fathah, pada akhir kata tersebut harus dihilangkan atau harus dibuang.

Contohnya yang menggunakan jama'Mudzakkar Salim.
المدرسون + العربية
Maka akan menjadi : مدرسو العربية
Lihat perbedaan nya ya sahabat pada contoh di atas,  Nun nya sudah hilang, sehingga hanya berakhir sampai pada Huruf Waw Sukun Saja.

Banyak Contoh yang lainnya lagi sahabat, tinggal sahabat cari contoh lainnya lagi, lalu merubah nya menjadi bahasa Arab dan menyesuaikan nya dengan Kaedahnya Kaedahnya yang sudah saya jelaskan. Jangan sampai salah lagi ya sahabat, jangan sampai menggunakan Alif lam pada kedua Isim atau ketiga Isim yang berurutan, itu adalah salah dan tidak sesuai dengan ketentuan yang ada.

Demikian sahabat untuk kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat, dan semoga sahabat dapat mengambil manfaat dari tulisan saya yang masih acak acakan. Semoga dipermudah oleh Allah dalam memahami Ilmu ilmu di manapun.
Salah dan khilaf nya saya mohon maaf. Karena saya pun masih harus banyak belajar.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Cara Mengenal Al Idhafah

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Alhamdulillah. Sahabat, seperti yang tadi malam saya katakan, bahwa Pembahasan selanjutnya ialah mengenai Idhafah (الإضافة  ), oh iya Sahabat, ada satu Fi'il lagi yang belum kita bahasa ya, yaitu Fi'il Amr, InsyaAllah akan kita bahasa di lain kesempatan.

Baiklah sahabat. Apa itu Idhafah? Bagaimana cara mengenali nya? Bagaimana cara membuatnya? Tentu hal ini menjadi pertanyaan mendasar bagi sahabat sahabat yang belum pernah mempelajarinya ya.

Ketika sahabat mengetahui pengertian nya, pasti akan sangat mudah untuk membuat dan mengenali nya sahabat, karena kuncinya memahami sesuatu ialah memahami terlebih dahulu Pengertian nya.

Al Idhafah (الإضافة / al Idhafatu  ) Ialah, Dua Isim, atau lebih yang apabila digabungkan akan menjadi kalimat yang memiliki makna sendiri. Biasanya atau kebanyakan nya hanya dua kata atau dia isim saja sahabat, meski ada juga yang tiga isim, hanya saja, sangat langka jika ingin dicari dan membuatnya pun tidak bisa sembarangan.

Untuk mengetahui cara membuatnya, ternyata ada rumus ya tersendiri sahabat. Rumusnya seperti yang tertera di bawah ini sahabat.

Isim  اسم                                                                                                                          Isim اسم

مضاف إليه  Mudhafun Ilaihi
مضاف  Mudhafun

مضاف إليه Mudhafun Ilaihi
مضاف إليه + مضاف  Mudhafun Ilaihi+ Mudhafun
مضاف  Mudhafun


Yang perlu sahabat pahami, sampai di sini adalah baik Mudhafun ataupun Mudhafun Ilaihi, itu semua adalah Isim ya, tidak ada Fi'il nya. Itu adalah poin yang paling penting harus sahabat pahami.
Setelah memahami poin poin di atasan, hal lain yang perlu sahabat ketahui ialah rumus antara Mudhafun dan Mudhafun Ilaihi, agar dapat membedakan antara ke duanya, karena kebetulan ke dua kata tersebut adalah Isim.

Mudhafun letaknya lebih dulu di banding dengan Mudhafun ilahi Sahabat.
Rumusnya : Apabila Mudhafun, Maka ciri cirinya Ialah Tidak bisa dimasuki huruf Alif dan Lam, atau Al, dan tidak bisa dimasuki Tanwin, baik itu Fathah Tanwin, Kashrah Tanwin ataupun Dhammah Tanwin.

Sementara itu, ciri ciri Mudhafun Ilaihi ialah kebalikan dari ciri ciri Mudhafun, yaitu bisa dimasuki Alif dan Lama atau Al, dan bisa dimasuki Tanwin, dan satu lagi ialah bisa dimasuki Huruf Jar atau Huruf Jer. Apa Saja huruf Jer? Kalau dalam bahasa Indonesia, huruf Jer ini biasa disebut dengan Kata hubung sahabat, ada Di dalam, di atasan, di samping, di, ke, Dengan dan lain sebagainya.

Mudahkan sahabat?
Ini bagi yang Dua Isim saja ya sahabat, untuk yang tiga, nanti insyaAllah akan dibahas lagi. Untuk memahami nya dengan mudah ialah, ketika sahabat menggabungkan kata kata yang tediri dari Isim yang jumlahnya ada dua Isim berturut-turut, yang apabila digabungkan akan menjadi Kalimat yang memiliki arti sendiri.

Ada yang sudah terbayang contohnya bagaimana? Saya yakin, jika saya sebutkan satu saja contohnya, pasti sahabat akan dapat membuat banyak contoh, karena memang ini sebenarnya sangat familiar di telinga kita dan sangat familiar dalam kehidupan kita sehari-hari.
Ada yang sudah ketemu? Atau ada yang sudah memiliki contoh?

Langsung saja ya sahabat, hehe. Contohnya ialah Rumah Sakit. Alah kok bisa? Ayo kita pecah satu persatu.
Pertama : Rumah, Rumah merupakan Kata benda, dan kata benda Termasuk Isim kan? Kemudian, jika kata rumah berdiri sendiri, maka artinya tentu akan berbeda dengan rumah sekitar digabungkan dengan kata sakit.

Kedua: Sakit, kata sakit di sini, bukan berarti kata kerja ya sahabat. Tetapi kata benda, karena jika dia menjadi kata Kerja, dan untuk mengetahui kata tersebut yang awalnya adalah kata kerja lalu berubah menjadi kata benda, itu ada Kaedahnya Sendiri sahabat, yang paling penting adalah sahabat pahami dahulu pengertian, lalu rumusnya yah. Baru nanti kita belajar bersama bagian bagian selanjutnya.

Contohnya, akan dibahas pada pembahasan selanjutnya sahabat.
Demikian, semoga bermanfaat. Semoga Allah menambahkan keimanan kepada kita berkat Ilmu kita. Karena Ilmu yang bermanfaat ialah ilmu yang dapat menambahkan keimanan serta kedekatan kita kepada sang pemilik Ilmu.

Salah dan khilaf saya mohon maaf. e
Wassalamu'alaikumbarakatuh.

Cara Mengenal Jumlah Fi'liyah dan Ismiyah

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Alhamdulillah, Sahabat yang semoga senantiasa dalam lindungan Allah. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai cara mengenal Jumlah Fi'liyah dan Ismiyah  ya. Sahabat, jumlah (al Jumlah ) dalam bahasa Arab, memiliki Arti Kalimat dalam bahasa Arab, sementara Al kalimat dalam bahasa Arab, memiliki Arti Kata dalam bahasa Indonesia.

Jadi, jangan sampai salah lagi ya, membedakan antara Al kalimat dan Al jumlah.

Dalam bahasa Arab, Al Jumlah atau Kalimat(dalam bahasa Indonesia) terbagi menjadi dua sahabat, yakni Jumlah al Fi'liyah dan Jumlah al Ismiyah.

Perbedaan antara kedua Jumlah ini sangat Simple sahabat, dan yang akan kita bahasa ialah satu persatu ya sahabat yakni Jumlah Fi'liyah terlebih dahulu.

Jumlah artinya ialah kalimat, sementara Fi'il artinya adalah kata kerja, jadi, jika kedua kata tersebut digabungkan, maka akan menjadi Kalimat Kata kerja, jika disempurnakan lagi, maka akan menjadi Kalimat yang diawali dengan Kata kerja.

Mudahkan sahabat? Jadi, jika sahabat menemukan satu kalimat, yang diawali dengan kata kerja, maka bisa dipastikan bahwa itu adalah jumlah Fi'liyah ya.

Nah, sementara jumlah Ismiyah, ialah kalimat ya g diawali dengan Isim sahabat, bisa dengan nama binatang, nama orang, Nama benda nama tempat dan lain sebagainya, ya bisa dikatakan selain diawali dengan kata kerja, maka bisa dikatakan bahwa itu itu adalah jumlah Ismiyah.

Sampai di sini, saya kira sahabat paham kan? insyaAllah ya sahabat.
Jika sampai di sini sahabat sudah mengerti, maka langkah selanjutnya ialah mengenai Contoh.

Jika sahabat ingin mengetahui apakah jumlah atau kalimat tersebut Fi'liyah atau Ismiyah, sahabat bisa lakukan seperti yang saya katakan tadi, yakni tinggal melihat kata awalnya saja, mudah sekali bukan sahabat..

Okeh, kita akan coba buat satu contoh mengenai Masing masing jumlah ini sahabat.

Pertama ialah Jumlah Fi'liyah. Ayo kita ulangi kembali pengertian nya, Jumlah Fi'liyah ialah Sebuah kalimat yang diawali dengan Kata kerja. Oh iya ,yang perlu sahabat perhatikan bukan artinya ya, akan tetapi kalimat tersebut dalam bahasa Arabnya, sehingga jika kalimat tersebut diartikan ke dalam bahasa Indonesia, Isim terlebih dahulu, maka itu tidak digunakan, yang digunakan ialah Kalimat tersebut dalam bahasa Arab.

Misalnya : قرأ محمد الرسالة  Qara'a Muhammadu Ar Risalata
Yang berarti : Muhammad telah membaca Cerita. Sahabat perhatikan ya, itu adalah Fi'il Madhi, nah, perhatikan kata Qaraa merupakan Fi'il , yang ketika diartikan menjadi bahasa Indonesia, malah berubah kata Osok mendahului Fi'il dan ini tidak mengapa sahabat, karena yang menjadi acuan di sini ialah Bahasa Arabnya.

Mengenai bagaimana cara membacanya, insyaAllah akan kita bahasa Pada materi I'rab ya sahabat, meski bagian mempelajari I'rab ini bisa dikatakan bagian yang lumayan paling sulit ketika belajar Membaca kitab tanpa Harakat, tetapi bukan berarti tidak bisa ya.

Selanjutnya ialah Jumlah Ismiyah. Yakni Kalimat yang diawali dengan Isim..
Sahabat bisa mengambil contoh apa saja, yang penting ialah diawali dengan Isim, bisa Nama orang, nama benda, nama hewan dan lain sebagainya, ingat ya dalam bahasa Arab sahabat.

Misalnya, sahabat hendak membuat contoh  : محمد جميل  Muhammadun Jamilun yang berarti Muahmmad Ganteng atau Tampan.

Muhammad merupakan nama orang, dan doa termasuk ke dalam Isim, maka Kalimantan tersebut dapat dikatakan sebagai Jumlah Ismiyah atau kalimat Ismiyah.

Sederhana sekali bukan Sahabat?
Okeh, itu mengenai kalimat sahabat. Ada banyak kaedah lagi yang memakai dipakai atau digunakan dalam bahasa Arab, dan insyaAllah kita akan membahas Al Idhafah, Na'at Man'ut dan lainya sebagainya ya.

Demikian sahabat untuk kali ini. Semoga bermanfaat. Jangan lupa untuk membuat contoh contoh nya ya, masing masing Jumlah, bisa dua sampai tiga atau lebih contohnya.

Jangan lupa selalu berdoa sahabat, agar Allah Lindungi kita dan seluruh saudara kita, khusunya yang sedang berada di kota pelajar ini.

Semoga Allah berikan pemahaman yang mudah untuk kita.
Demikian, terimakasih dan mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan. Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Cara Memperkenalka Orang Lain dengan Bahasa Arab

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
Apa kabar sahabat? Semoga senantiasa dalam lindungan Allah ya. Baiklah sahabat, setelah beberapa hari yang lalu kita membahas cara menempelkan diri sendiri dengan bahasa Arab, nah kali ini kita akan membahas bagaimana caranya memperkenalkan orang lain dengan bahasa Arab.
Maksudnya adalah, ketika sahabat sedang bersama teman sahabat, lalu di tengah jalan bertemu dengan teman sahabat yang lain, nah kebetulan teman yang sedang bersama sahabat dan yang sahabat temui di jalan adalah dua orang yang tidak saling kenal, maka sahabat pasti akan mengenalkan salah satu dari mereka kan? Biasanya pasti pakai bahasa Indonesia, maka dari itu, saya ingin membuat sahabat mengalihkan bahasa Indonesia ke bahasa Arab, hehehe, ya Simple aja sih sahabat.
Pertama, tentu sahabat akan memperkenalkan namanya terlebih dahulu kan? Apa bahasa Arabnya? Bahasa Arab nya ialah اسمها  Ismuha, yang berarti namanya, Ini berlaku untuk perempuan ya sahabat, kalau untuk laki laki, sahabat bisa gunakan Ismuhu. Kalau lupa bagaimana cara mengubahnya, sahabat bisa lihat kembali materi tentang Dhamir Muttashil dan dhamir Munfashil.
اسمها الكامل  Ismuha Al Kamil, yang berarti Nama Lengkapnya.
Setelah memperkenalkan namanya, beritahukan alamatnya sahabat, bahasa Arab nya هي جاءت من  )Hiya Jawa at Min ) Dia datangnya dari .... (Gunakan Hiya sahabat untuk perempuan, sementara Untuk laki laki gunakan Huwa, )
kemudian, mungkin karena Anak perantauan, jadi pasti tinggalnya ngekos, sahabat juga meski tanyakan sekarang tinggal dimana, ( وتسكن الآن في Wataskunu Al Ana FII ... / Dan dia sekarang tinggal di ... ), Selanjutnya ialah memperkenalkan Tempat sekolahnya atau jika kuliahnya di jurusan apa, Semester berapa, dan fakultas apa ? ( هي تدرس في ..... في القسم ..... هي في الجامعة .....  وهي تجلس في المرحلة  ... - Hiya Tadrusu Fii .... Fi Al Qismi .... Hiya Fi Al Jami'ah ... Wa Hiya tajlisu Fi Al marhalati - Dia Belajar di ... Di semester ... Dia Di Universitas ... Dan dia duduk di Semester ... )
Mengenai kosa katanya, beberapa hari yang lalu juga sudah saya beritahu satu persatu ya sahabat, yang pembahasan kali ini saya hanya menambahkan bagian Dhamirnya. Jadi, ketika sahabat ingin memperkenalkan seseorang, sahabat harus memperhatikan Dhamirnya ya, jangan sampai salah gunakan.
Kalau sahabat lupa, sahabat bisa melihat dan memperhatikan Dhamirnya Muttashil dan Munfashil yang sudah pernah saya bagikan pada pembahasan beberapa hari yang lalu.
Okeh, saya akan berikan contoh, ketika saya ingin memperkenalkan satu teman saya kepada teman saya yang satu lagi.
"Ini Ayu, Nama Lengkapnya adalah Ayu Puspita Sari, Dia datang dari Riau, dan sekarang tinggal di Jawa tengah.
Dia Belajar di Universitas Islam Negeri di Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir. Dan dia Sekarang duduk di semester satu. "
Kurang lebih begitu sahabat. Okeh, saya akan ubah menjadi bahasa Arab ya.
هذه صاحبتي، اسمها ايو، اسمها الكامل ابو فسفيتا سارى، هي جاءت من رياو، وتسكن الآن في جاوب هي تدرس في جامعة سنن كلجغ الإسلامية الحكومية في القسم علم القران والتفسير، وهي تجلس الان في المرحلة الأولى.
( Ha Dzihi Shahibati, Ismuha Ayu, Ismuha Al Kamil Ayu Puspita Sari, Hiya Jaat min Riyau, WA Taskunu Al Ana Fi Jaawi , Hiya Tadrusu Fii Jami'ATI Sunan Kalijaga Al Islamiyah Al hukumiyah di Al Qismi 'ilmu Al Quran WA at Tafsir, wa Hiya Tajlisu Al Ana Fi Al marhalati Al Ula )
Mudah kan Sahabat? Sahabat tinggal ganti data dan Dhamirnya saja. Jika Dhamirnya perempuan, Sahabat bisa tinggal ganti datanya saja, karena dhamir pada contoh di atas kan perempuan.
Demikian sahabat, ayo mulai memperkenalkan seseorang dan diri sendiri dengan bahasa Arab. Dibiasakan ya sahabat, dari hal yang kecil dan sederhana saja.
Semoga bermanfaat. Sekian dari saya. Khilafah dan salah saya mohon maaf.
Semoga Allah berikan pemahaman yang mudah kepada kita.
Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.
Cara Memperkenalkan Diri dengan Bahasa Arab 2

Cara Memperkenalkan Diri dengan Bahasa Arab 2

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Alhamdulillah, Sahabat yang semoga senantiasa dalam limpahan  e dan lindungan Allah SWT. 
Sahabat pada kesempatan kali ini, tentunya kita akan membahas rasa penasaran sahabat ya, terkait penggunaan beberapa hal yang sudah saya sebutkan pada Pembahasan sebelumnya, yah apalagi kalau bukan masalah " Memperkenalkan Diri dengan Bahasa Arab" .

Okeh, kita akan menggunakan Kalimat yang tadi ya sahabat, atau kita masih akan tetap menggunakan redaksi yang sama, agar nyambung lah begitu.

" Nama saya Rahma, nama  lengkap Rachma Wati Marta Maesaroh, saya berasal dari Kasihan Bantul, saat ini saya tinggal di Jalan Syarif Kasim, Saya adalah Mahasiswa di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir. Sekarang, saya duduk di Semester 1. Dan satu lagi, saya masih jomblo".

Dengan kosa kata,

saya
اِسْمٌ Nama
اناsaya
كاٙمِلْ Lengkap
مِنْ/جِئْتُ Dari/Asal
سٙكٙن - يٙسْكُنُ Tinggal
فِي  Di/Di dalam
شٙارِعْ Jalan
طٙالبٌ Mahasiswa
قِسْمٌ Jurusan
الان Sekarang
جٙلٙسٙ - يٙجْلِسُ Duduk
عٙزْبٌ/ عٙزْبٙةٌ Jomblo
جٙامِعٙةٌ Universitas
اٙلاوٙل/ وٙاحِدٌ Awal/ Satu
حٙرْمٙلٙة Semester

Mengenai Satu kata dalam bahasa Indonesia yang ada dua bahasa Arabnya, itu ada Fi'il madhinya dan ada Fi'il Mudhari'nya sahabat, Karena termasuk kata kerja ya. Kecuali yang Bahasa Arabnya Awal, dan dari ya sahabat. Selain itu, yang dalam bahasa Arab nya dua, itu karena kata kerja ya.

Nah,
Untuk yang satu kata, itu berarti termasuk isim Sahabat, sehingga tidak ada pembagian nya.

Mengenai penggunaan yang Jomblo itu, kan ada 'adzbun dan ada 'adzbatun, sahabat tahu perbedaan nya?
'adzbun itu digunakan untuk laki laki, sementara 'adzbatun itu digunakan untuk perempuan. Sahabat tentu masih ingat kan, penggunaan ta' Al Marbutha yang pernah saya jelaskan ciri cirinya, ingat kan?
Jadi, jika ingin memperkenalkan diri, sahabat harus memperhatikan ya, katanya apa kah itu Muannats atau Mudzakkar. Oh iya, untuk lebih dalamnya, bagian ini insyaAllah akan kita bahas Pada pembahasan mubtadak Khabar, Al Idhafah dan Na'at Man'ut ya sahabat.

Satu lagi sahabat, mengenai penggunaan Al Awwal dan Al Ula. Ini mudah saja, hampir sama dengan penggunaan kata jomblo Sahabat.
Nah, jika sebelum Ada kata Awalnya Mudzakkar maka akan diikuti dengan Al Awwal, sementara jika diawali dengan kata Muannats maka dengan menggunakan Al Ula.

Contohnya ketika seseorang akan mengatakan " Pelajar Pertama" , maka yang digunakan adalah Addarsul Al Awwal, bukan addarsul Al Ula, karena Addarsa itu adalah Mudzakkar.
Paham ya Sahabat, nah jika sudah paham, saya akan berikan Bahasa Arab utuh, mengenai perkenalan Rahma dalam bahasa Arab ya, sahabat bisa mengganti nama, asal dan lain sebagainya dengan biodata sahabat sendiri.

اِسْمِيْ رٙحْمٙى، اِسْمِ الْكٙامِل رحمة واتي ميتا ميسره ، اٙنٙا مِنْ كاٙسِهٙنْ بٙنْتُل ، الآن ٙ اٙسْكُنُ في ِ شٙارِع شٙرِف كٙاسِم .
اٙنٙا طٙالِبٙةٌ فِي جٙامِعٙةُ اٙحْمٙد دٙحْلان جُغْجٙاكٙرت، في ِ قِسْم الْقُرْاٙن وٙالتٙفْسِير ، الانٙ اٙجْلِسُ في ِ الْمٙرْحٙلٙةِ الاُئُوْلٙى . وٙ اٙناٙ عٙزْبٙةٌ .

Sampai di sini paham ya sahabat? Sahabat tinggal memperaktekkannya dalam Perkenalan sahabat dengan orang lain saja. Sahabat tinggal menghafal kosa kata yang saya beritahu saja, dan mengganti biodata sesuai dengan biodata sahabat.

Nah, untuk selanjutnya, insyaAllah saya akan membahas bagaimana caranya memperkenalkan orang lain ke pada teman sahabat sendiri. Bagaimana caranya, bagaimana kata katanya, bagaimana dan lain sebagainya.

Ingat ya sahabat, yang terpenting adalah sahabat harus mengingat dan memperhatikan katanya, apakah Mudzakkar atau mutsanna, apakah Jama' atau mufrad, karena ini sangat penting untuk kata selanjutnya.

Semoga bermanfaat sahabat, selamat mempraktekkan nya. Selamat mencoba, dan yang paling penting adalah selamat berpetualang dengan menggunakan Bahasa Arab saat perkenalan, karena puncaknya bahasa itu adalah praktek, bukan tulisan.

Demikian untuk kali ini. Selamat mencoba sekali lagi, Jangan sampai dilupakan ya bagian ini, karena meski sangat sederhana, bagian ini sangat penting untuk dihafal dan dipraktekkan terus menerus.

Nun, wal qalami wama washturun,
Fastabiqul Khoirot,
Jangan lupa untuk praktek, praktek dan praktek sahabat.

Tsumma ssalamu 'alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Cara Memperkenalka Diri dengan Bahasa Arab

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Sahabat yang semoga senantiasa dirahmati Allah. Kita sudah membahas dua Fi'il ya sahabat, mulai dari ciri cirinya, cara membuatnya hingga kepada wazannya.

Nah, pada kali ini, saya tidak akan membahas Fi'il Amar dulu ya, hehe. Kita akan membahas hal yang berbeda dengan yang biasanya, yakni "Cara Mengenal kan diri dengan Bahasa Arab", seharusnya ini kita bahasa di awal Pembahasan ya sebelum masuk ke Fiil, tapi tidak apa, saya baru ingat sahabat. Hehe..

Baiklah, langsung saja. Okeh.
Perkenalkan biasanya selalu diawali dengan memperkenalkan Nama panggilan ya sahabat, dan tidak banyak yang ingat untuk menyampaikan nama lengkapnya siapa, ntah karena tidak mau, atau karena tidak tahu bahasa Arabnya Nama lengkap apa.

Saat perkenalan, biasanya akan menyampaikan asalnya dari Mana, namun sayang biasanya juga lupa menyampaikan nama kampusnya apa, atau karena memang tidak tahu apa itu bahasa Arabnya kampus? Apa bahasa Arabnya Jurusan? Apa bahasa Arabnya Fakultas? Sampai kepada apa bahasa Arabnya Semester? .

Hehe, tenang ya sahabat, setelah pembahasan kali ini, saya harap, ke depannya, saat sahabat memperkenalkan diri, tidak lagi hanya memperkenalkan nama dan kota asal ya, akan tetapi lebih dari itu, sahabat bisa menceritakan Ada dari perguruan tinggi sahabat, fakultas yang sahabat duduki, semester yang sedang sahabat jalani, sehingga kesannya tidak sama dengan semua orang ya, yah meski tidak begitu bisa, tapi setidaknya sahabat sudah tahu lah ya bagaimana cara memperkenalkan diri dengan bahasa Arab hehe.

Baiklah langsung saja. Misalnya ya, sahabat hendak memperkenalkan diri saat baru masuk Kelas, saat itu sahabat masih duduk di semester 1. Anggap saja nama panggilannya adalah Rahma, dengan redaksi

" Nama saya Rahma, nama  lengkap Rachma Wati Marta Maesaroh, saya berasal dari Kasihan Bantul, saat ini saya tinggal di Jalan Syarif Kasim, Saya adalah Mahasiswa di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir. Sekarang, saya duduk di Semester 1. Dan satu lagi, saya masih jomblo".

Nah, kira kira, jika sahabat memperkenalkan diri dengan kalimat yang di atas, bisa Ndak ya? Hehe, lumayan panjang juga kan sahabat? Mudah sekali kok sahabat. Kira kira, kosa kata yang mana belum sahabat ketahui bahasa Arabnya? Atau semuanya belum ada yang tahu? Okeh, tidak masalah sahabat, saya akan beritahukan kok.

Bahasa Arabnya Saya, tentu sahabat sudah tahu ya. Apa? Nama samaran Oli Setiana Dewi loh sahabat dalam film Ketika Cinta Bertasbih. Jangan baper ya. Oh iya Sahabat, ada beberapa kosakata kata yang tidak saya terjemahkan menjadi bahasa Arab ya, karena memang tidak bisa, misalnya nama orang, Nama tempat, dan beberapa nama atau jenis lagi yang memang tidak bisa diubah menjadi bahasa Arab, sehingga saat disebutkan dalam bahasa Arab, ya tetap seperti bahasa atau nama aslinya. Dari perkenalan di atas, yang tidak saya terjemahkan ada :

Rahma, Rachmawati marta Maesaroh, Kasihan Bantul, Syarif kasim,  Ahmad Dahlan Yogyakarta, (Ilmu Alquran dan tafsir sudah baajsa Arab sahabat, sehingga tidak perlu diubah lagi)

أٙنٙا  saya
اِسْمٌ Nama
كاٙمِلْ Lengkap
جٙاءٙ - يٙجِيْءُ  / مِنْDari/Asal
سٙكٙن - يٙسْكُنُ Tinggal
فِي  Di/Di dalam
شٙارِعْ Jalan
طٙالبٌ Mahasiswa
قِسْمٌ Jurusan
الان Sekarang
جٙلٙسٙ - يٙجْلِسُ Duduk
عٙزْبٌ/ عٙزْبٙةٌ Jomblo
جٙامِعٙةٌ Universitas
اٙلاوٙل/ وٙاحِدٌ Awal/ Satu
حٙرْمٙلٙة Semester

Mungkin ada beberapa hal yang membuat sahabat bingung ya? Mulai dari ada satu kata memiliki dua arti, ada yang perbedaan antara penggunaan awal dan satu itu bagaimana, penggunaan yang Jomblo itu ada dua kata dalam bahasa Arabnya, lalu yang digunakan yang mana, dan lain sebagainya, tentu sahabat bertanya tanya kan?

Okeh, insyaAllah setelah ini akan kita bahas kembali sahabat, pada pembahasan selanjutnya insyaAllah.
Semangat sahabat, jangan lupa untuk dihafalkan dulu yang ini ya, baru dipahami pemakaian atau penggunaan nya setelah saya jelaskan sedikit nantinya.

Semoga bermanfaat, mulai sekarang harus bisa memperkenalkan diri dengan bahasa Arab ya, meski sedikit dan simpel dengan menggunakan kosa kata yang saya bagikan.

Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh

Cara Mengenal Fi'il Mudhari'2

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hai Sahabat, kali ini kita melanjutkan pembahasan yang tadi terpotong ya. Hehe..

Yakni tentang Fi'il Mudhari'.
Okeh, sekarang sahabat sudah mengenal Wazan dari Fi'il Mudhari'kan ya? Mulai dari dhamir Hua, Huma Hum, sampai kepada dhamir ana Nahnu. Nah,
sekarang, kita akan mencoba untuk membuat Contohnya Sahabat, kita akan mencoba mencari contohnya baik itu dalam perkataan sehari hari ataupun dalam al Qur'an al Karim ya.

Yang pertama kali akan kita buat contoh adalah, memasukan kata kerja Fi'il Mudhari', dengan menambahkan Kata Sa dan Saufa di depannya sahabat.
Oh iya, hal yang paling penting untuk sahabat ketahui ialah, biasanya kata atau penggunaan kata Saufa ini sangat banyak sekali Allah sebutkan dalam al Qur'an, untuk menunjukkan bahwa masih adanya alam yang perlu manusia ketahui.

Contoh yang akan kita buat ialah, menggunakan kata علم - يعلم  Fi'il madhinya ialah 'Ala, sementara Fi'il Mudhari'nya ialah Ya'lamu. Kita akan memasukan Kata Saufa di depannya, dan membuat nya kemasukan Dhamir Huma ya sahabat, yang berarti Dia laki laki banyak, atau biasa disebut dengan mereka.

Nah, yang penting untuk sahabat ketahui ialah, penambahan ciri ciri dari Fi'il Mudhari'ini selalu berada di depan Fi'il nya, sementara penambahan dhamir sendiri berada di belakang Fi'il nya.

Jadi susunannya ialah "  Ciri ciri Fi'il Mudhari' ( Ada satu sampai empat, yang tadi sudah disebutkan) - Fi'il Mudhari'nya - Dhamirnya ( mulai dari Huwa, hingga Nahnu, seperti yang sudah dijelaskan juga pada Pembahasan sebelumnya).

Itu bisa dikatakan sebagai struktur dari Fi'il Mudhari'nya Sahabat, jika sahabat sudah memahami struktur tersebut dengan baik, sudah mengenal ciri cirinya dengan baik, maka akan sangat mudah bagi sahabat untuk mendeteksi apakah itu Fi'il Mudhari'atau tidak.

Semoga sampai di sini sahabat sudah paham ya.
Baiklah kita lanjutkan membuat contoh nya. Sahabat akan membuat Kalimat "Kami Akan belajar "
Langkah awal, cari tahu dahulu apa bahasa Arabnya Belajar, dan cari dan bedakan mana yang Fi'il madhinya , dan mana yang Fi'il Mudhari'nya.

Ketika sudah selesai mengetahui bahasa Arabnya belajar, sahabat silahkan Pahami Wazan yang sudah saya bagikan dan jelaskan pada pembahasan sebelumnya. Pahami artinya baik baik sahabat, lalu sahabat hanya tinggal mengganti kata 'Fa'ala ' pada Wazan yang saya bagi menjadi Kata Darasa.

Yang sangat perlu sahabat ingat ialah, " Apabila sebuah Fi'il , yang berubah atau yang bertambah hurufnya berada di belakang Fi'il nya, maka itu adalah Fi'il Madhi, sementara apabila sebuah Fi'il, yang berubah atau bertambah hurufnya berada di depan Fi'il tersebut maka itu termasuk Fi'il Mudhari', yang menjadi catatan bagi sahabat adalah, " Fi'il dengan kata tambahan atau perubahan harakat tetap bersambung dengan Fi'il aslinya atau kata aslinya. "

Kalau sahabat masih pusing, sahabat bisa lihat lihat Wazan yang saya berikan kemarin dan tadi, lalu membandingkan antara yang Fi'il Madhi dan Fi'il Mudhari', jika sahabat perhatikan dengan teliti maka sahabat akan menemukan perbedaan di tiap tiap Wazannya pada masing masing Dhamirnya.

Okeh, yang perlu juga sahabat ingat ialah ganti kata Fa'ala dengan kata yang ingin sahabat ubah.

Itu saja, sesuaikan Harakatnya dengan harakat kata aslinya. Dengan memperhatikan tambahan dan perubahan Harakatnya.

Demikian sahabat, jika sahabat hendak mengetahui contoh contoh Fi'il Mudhari'yang kemasukan kata sa ataupun Saufa, Sahabat bisa lihat dan cari di Al Qur'an. Sangat banyak sahabat Allah menggunakan kata sa dan Saufa ini, betapa indahnya bahasa Arab ya Sahabat. Allahu Akbar.

Semoga bermanfaat sahabat, salah kurangnya, serta khilaf saya mohon maaf.

Jika ada salah saya mohon maaf, semoga Allah berikan pemahaman yang mudah kepada kita semua. Dan Allah luruskan serta mudahkan kita dalam belajar. Jangan pernah merasa lelah, putus asa apalagi malasnya sahabat, terus semangat, karena ilmu itu bukan mendatangi kita, akan tetapi ia didatangi oleh kita.

Billhi Fi'il Sabiilil Haq. Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Cara Mengenal Fi'il Mudhari'

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, dengan Rahmat dan Nikmat Allah ya sahabat, Kita berjumpa dengan musim hujan ini. Baiklah sahabat, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang Cara Mengenal Fi'il Mudhari'.
Setelah kemarin kita membahas tentang Fi'il Madhi dan wazannya, cara Mengenal nya, dan bahkan sampai juga cara membuat nya. Pada kali ini, kita akan beralih ke Fi'il yang selanjutnya ya.

Apalagi kalau bukan Fi'il Mudhari'.
Yah, Fi'il Mudhari', seperti yang sudah pernah saya sebutkan sahabat, bahwasanya ialah Fi'il atau kata kerja yang menunjukkan sedang dilakukan atau akan dilakukan. Pahamkan ya maksudnya? insyaAllah paham lah.

Misalnya sahabat mengatakan, Saya Sedang Makan, Saya akan Belajar nanti, Saya Akan pergi, semua itu adalah contoh dari Fi'il Mudhari'sahabat.

Okeh, sebelum jauh jauh masuk ke pembahasan, kita akan membahas dulu Apa saja ciri ciri Fi'il Mudhari'.

1.  ciri pertamanya ialah, bisa atau kemasukan huruf Sa سٙ  Arti saka di sini ialah akan sahabat.

2. Ke dua, ciri cirinya ialah bisa dimasukkan atau kemasukan huruf سٙوْفٙ yang artinya juga akan.
Lantas apa yang membedakan antara Sa dan Saufa?

Yang membedakan nya ialah, kalau Saya digunakan untuk menunjukkan kata "Akan yang segera dilakukan", sementara kata Saufa, untuk menunjukkan kata "akan yang masih lama dilakukan".

3. Ciri ciri ke tiga ya ialah, kemasukan atau dapat dimasuki NunTaukid. Nun taukid ini maksudnya bagaimana? Nun Taukid ini memiliki fungsi untuk menyatakan kesungguhan sahabat.

4. Ciri ciri yang ke empat ialah kemasukan huruf Alif, Nun, Ya, Dan Ta. Maksudnya bagaimana? Huruf huruf tersebut letaknya di depan Sahabat, atau lebih tepatnya dapat dikatakan, di depan Kata kerja, dan bersambung dengan kata kerja tersebut.

Alif ini menunjukkan makna "Saya". Nun menunjukkan makna "kami", Ya menunjukkan makna "Dia", dan ta menunjukkan Makna"Kamu".

Sampai di sini paham ya sahabat? Jadi, jika ciri ciri di atas sahabat temui pada sebuah kalimat atau kata, atau salah satu saja di antara ciri ciri di atas, maka dapat dikatakan bahwa Kata tersebut adalah Fi'il Mudhari'.

Kita akan mencoba membuat Contoh beberapa saja ya shaanat dari contoh di atas.

Oh iya, kita belum bisa membuat contoh jika belum mengetahui Wazan Fi'il Mudhari'dulu sahabat. Baiklah, kita akan berkenalan dengan Wazan Wazan Fi'il Mudhari'dulu ya.

١. هو - يفعل Huwa - Yaf'ulu - Dia Satu orang laki laki akan melakukan.
٢. هما يفعلان Huma - Yaf'ulaani - Dia Dua Orang laki laki akan melakukan
٣. هم - يفعلون Hum - Yaf'uluuna - Dia Banyak laki laki akan melakukan
٤. هي - تفعل  Hiya - Taf'ulu - Dia Satu orang perempuan akan melakukan
٥. هما - تفعلان  Huma - Taf'ulaani - Dia dua orang perempuan akan melakukan
٦. هن - يفعلن  Hunna - Yaf'ulna - Dia banyak perempuan akan melakukan
٧. انت - تفعل Anta - Taf'ulu - Kamu Satu orang Laki Laki Akan melakukan
٨. انتما - تفعلان  Antuma - Taf'ulaani - Kamu dua orang laki laki akan melakukan
٩. انتم - تفعلون  Antum - Taf'uluuna - Kamu laki laki banyak akan melakukan
١٠. انت - تفعلينAnti - Taf'uliina - Kamu satu orang perempuan akan melakukan
١١. انتما - تفعلان  Antuma - Taf'ulaani - Kamu dua orang perempuan akan melakukan
١٢. انتن - تفعلن  Antunna - Taf'ulna -  kamu banyak perempuan akan melakukan
١٣. انا - افعل  An - Af'ulu - Saya Akan melakukan
١٤. نحن - نفعل  Nahnu - Naf'ulu - kami atau kita akan melakukan.

Itu wazannya sahabat. Untuk penjelasan dan Contohnya Insyaallah pada penjelasan setelah ini ya.
Jangan lupa untuk dicermati dan dihafalin ya. Karena perbedaan pada setiap Dhamir itu tidak begitu banyak, bahkan ada yang sama persis, hanya berbeda ada yang huruf ta, ada yang ya, dan untuk tambahan pada masing masing ya pun berbeda sedikit sekali.

Demikian, salah dan khilaf saya mohon maaf semoga bermanfaat. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Cara Mengenal Fi'il Madhi part 4

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Alhamdulillah. Sahabat, langsung saja ya, kita akan langsung membahas pembahasan melanjutkan yang tadi, yakni pembahasan tentang cara mengenal Fi'il Madhi, yang juga saya selingi dengan pembahasan cara membuatnya ya, Agar sahabat selain bisa mengenali, bisa juga membuatnya. Begitu sahabat.

Okeh, tadi saya mengambil contoh dalam kalimat : Saya Telah Belajar.

Bahasa Arabnya belajar Ialah Dan Ra Sahabat درس - يدرس
Darasa berarti dia laki laki Satu orang telah belajar, sementara Yadrusu ialah Dia satu orang laki laki sedang belajar atau akan belajar. Mengapa saya katakan atau mengapa saya gunakan dhamir Dia laki laki sahabat? Karena memang dalam kaedah bahasa Arab, ada satu dhamir yang tersembunyi di dalam Fi'il Madhi dan mudhari'i, dhamir itu ialah Huwa, atau dia laki laki Satu orang.

Jadi, ketika sahabat hendak mengatakan dia laki laki Satu orang telah belajar, ya gampang saja, sahabat tinggal katakan kata asli dari bahasa arabnya belajar.

Simple toh? Namun sayang sekali sahabat, hal itu hanya berlaku bagi dhamir Huwa saja, sementara Dhamir dhamir lainnya, ketika dimasukkan ke dalam bahasa Arab, meski sahabat hafalkan Kaedahnya terlebih dahulu, Seperi yang saya berikan kemarin. .

Cara membuatnya sangat mudah sahabat. Sahabat hanya perlu mencari satu kata kerja dalam bahasa Arab, kemudian sahabat masukkan, atau lebih tepatnya sahabat ubah menjadi seperti kaedah yang saya gunakan, dengan mencocokkan Dhamirnya atau kata ganti orangnya. Ada yang Cukup dengan kata aslinya, ada yang dengan memsukunkan Huruf Ke tiganya, dan seterusnya, itulah yang dinamakan dengan kaedah sahabat.


Mudahkan sahabat? Yah, mudah sekali jika sudah paham, dan akan menjadi sangat sulit jika tidak paham atau belum paham. Sahabat juga perlu dan harus mengingat ya Wazan yang kemarin pernah saya berikan, bahwa sahabat harus konsentrasi pada Huruf 'ainnya, bukan pada huruf lainnya.

Sahabat bisa mencari contoh Fi'il Madhi ini di dalam Al Qur'an sahabat, tidak meski sahabat buat sendiri, karena pasti, ketika Allah bercerita tentang Masa Lampau, menggunakan kata kerja yang telah berlalu, atau Fi'il Madhi kan?

Nah, usahakan lah sahabat, ketika menerjemahkan Fi'il Madhi tersebut, dengan menyertakan Dhamirnya, jangan hanya menerjemahkan bagian Kata kerjanya saja atau Fi'il Madhi nya saja, karena tidak dapat dipungkiri, bahwa banyak yang ketika menerjemahkan masih terpotong potong, dengan memotong bagian Dhamirnya, padahal hal ini juga sangat penting bagi para pendengar dan pembaca sendiri.
Okeh, agar lebih kaya lagi, kita coba untuk mencari dan membuat contoh yang lain lagi ya sahabat.

Kita tidak akan mengambil contoh kata kerja dengan Dhamir Dia satu orang laki laki ya, karena tadi sudah disinggung sedikit. Kita akan coba membuat dengan menggunakan dhamir yang lain. Kita ambil saja, Dhamir Kita atau Kami.
Misalnya, sahabat ingin mengatakan apa? Atau sahabat sudah melaksanakan apa? Anggap saja, Sahabat Sudah Kuar ya, dengan Kalimat " Kami Telah Keluar dari Kelas. "

Kita coba untuk menerjemahkan kosa katanya satu persatu ya sahabat.
Bahasa Arabnya Kami apa? Hayo, Bahasa Arab kami Ialah Nahnu نحن
Bahasa Arabnya Keluar Ialah خرج  Kharaja, yang jika diartikan sebenarnya akan menjadi " telah keluar ". Kemudian, menjadi apa? Yah memaksimalkan نحن تخرجنا Nahnu Nakhrajnaa.

Mengapa menjadi Nahnu Nakhrajnaa? Tidak Nahnu nakhruju? Atau yang lainnya? Kira kira apa jawabannya Sahabat?
Ya, jawabannya tentu karena memang penggunaan Kaedahnya seperti itu kan? Kita tidak bisa mengubah, dan tidak bisa mengubah nya.

Yang paling penting sahabat, adalah Sahabat harus kuasai dahulu rumus yang telah saya kirimkan pada pembahasan di atas. Sahabat hanya perlu mengikuti kata apa yang ada dengan sistem merubah sesuai dengan contoh yang ada, atau kaedah yang ada.

Demikian sahabat, semoga bermanfaat.
Ayo sama sama belajar. Semoga Allah memberikan pemahaman yang mudah kepada kita, dan Allah senantiasa sellau mencurahkan Rahmat dan Hidayah Nya kepada kita, berupa Ilman Nafia'a, Sariawan thayyiban.

Semoga bermanfaat, salah da
n khilafnya saya mohon maaf. Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Cara Mengenal Fi'il Madhi Part 3

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah atas segala nikmat yang Allah berikan Sahabat. Oh iya, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas Cara Mengenal Fi'il Madhi Part ,  Ya sahabat, setelah kemarin kita skip dengan Pembahasan Wazan yang tidak kalah penting.
Baiklah, Ketika sahabat sudah melaksanakan sesuatu, atau sahabat sedang membaca sesuatu, sahabat berkeinginan untuk mendeteksi apakah itu termasuk kalimat menggunakan Fi'il Madhi atau Fi'il mudhari'i, maka yang pertama kali harus sahabat kuasai agar bisa mengenalinya apakah Fi'il Madhi atau bukan adalah Susunan katanya, atau Wazannya.
Sahabat harus benar benar paham, hapal dan mengerti Wazan penggunaan Fi'il Madhi sahabat, yang sudah saya bahas kemarin.
Mulai dari Fa'ala hingga Fa'alna.
Saya akan memberikan Wazan Fa'ala lagi kepada sahabat, dengan kata kerja yang baru, nanti setelah itu, insyaAllah baru saya beritahu bagaimana menggunakan nya.
Kita akan mengambil contoh kata kerja Duduk, atau dalam bahasa Arab ialah جلس Jadi La Sa.
هو جلس Dia, Satu Orang Laki Laki telah Duduk ( Huwa Jalasa)
هما جلسا  Dia Dua Orang Laki laki telah Duduk ( Huma Jalasa ) sahabat bagian belakang dibaca panjang. 
هم جلسوا Dia banyak laki laki telah duduk (Hum Jalasuu)
هي جلست  dia satu orang perempuan telah duduk (Hiya Jalasat)
هما جلستا  Dia dua orang perempuan telah duduk (Huma Jalasat )
هن جلسن Dia banyak perempuan telah Duduk (Hum Jalasna)
انت جلست kamu satu orang laki-laki telah Duduk (Anta Jalasta )
انتما جلستما  kamu dua orang laki-laki telah duduk (Antuma Fa'altuma)
انتم جلستم kamu laki laki banyak telah duduk ( Antum Fa'altum)
انت جلست kamu satu orang perempuan telah Duduk (anti Fa'alti )
انتما جلستنا  kamu dua orang perempuan telah duduk (Antuma Fa'altuma)
انتم جلستن kamu banyak perempuan telah duduk ( Antunna Fa'altunna)
انا جلست saya telah duduk (Ana Jalasta  )
نحن جلسنا  kami atau kita telah duduk. (Nahnu Jalasnaa) Nah nya panjang.
Okeh sahabat, itu adalah gambaran umumnya ya hehe. Meski dijudul Cara mengenal, tapi kita akan lebih dari sekedar mengenal ya, selain mengenal, kita juga akan belajar cara membuat nya.
Itu adalah salah satu contoh dari penggunaan Kata kerja yang digabungkan dengan Dhamir, karena memang kalau ada kata kerja pasti harus ada yang mengerjakan pekerjaan tersebut kan Sahabat? Karena itulah saya dahulukan pelajaran Wazan dan dhamir kemarin.
Langsung saja, jika sahabat ingin mengenali satu kalimat, atau satu kata, apakah ada kiranya dalam kalimat tersebut kata kerja yang telah lampau, maka yang perlu sahabat ketahui terlebih dahulu adalah asal katanya.
Gampang saja, ketika sahabat menemukan satu kata yang dia susunannya seperti contoh yang di atas, baik itu menggunakan kata kerja apapun, maka itulah Fi'il Madhi sahabat. Ingat ya sahabat, Fi'il Madhi yang kita bahas, jadi hanya terdapat tiga huruf asal, Yakni Wazan Fa 'ain Lam. Setelah memahami kata asalnya, sahabat bisa lihat kata akhiran kata tersebut, apakah menggunakan kaedah seperti yang ada di atas atau tidak.
Okeh, daripada banyak teori, saya berikan satu contoh sahabat, agar sahabat lebih Sregh atau lebih paham.
Misalnya, sahabat ingin mengatakan. " Saya Sudah Belajar "
Yang harus pertama kali Sahabat ketahui adalah kosa kata yang ingin sahabat katakan dalam bahasa Arab, sahabat harus mengetahui satu persatu kata tersebut dalam bahasa Arab.
Satu persatu Ya.
Saya : Bahasa Arab nya adalah Ana
Sudah : (tidak perlu diartikan ke dalam bahasa Arab, karena sudah satu paket dengan arti dari Fi'il Madhi yang dicari. )
Belajar : Darasa درس -يدرس .   
Darasa Yadrusu. Asal katanya itu sahabat, karena kita akan menyatakan Fi'il madhi, maka yang diambil adalah Darasa nya, Yadrusu nya adalah Fi'il Mudhari'. 
Penjelasan selanjutnya, akan dibahas pada pembahasan berikutnya sahabat, setelah ini, insyaAllah.
Terimakasih.
Semangat belajarnya, apa yang sudah dipelajari mohon untuk diulang kembali sahabat.
Salah dan khilaf saya mohon maaf.
Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Cara Mengenal Wazan Part 2

Assalamualauku warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, sahabat Pembahasan saat ini merupakan Pembahasan lanjutan dari Pembahasan tentang Wazan yang tadi sempat terputus ya sahabat.  tentu bertanya maksud rumus tersebut apa? Dan bagaimana menggunakan nya?
Begini sahabat, dalam bahasa Arab, ketika hendak mengetahui suatu Fi'il berwacana apa, maka sahabat meski Faham dahulu, Wazan dalam Fi'il itu apa.
Wazan dalam Fi'il itu Ya Hanya ada tiga huruf sahabat.

Fa, 'ain, dan Lam
Nah, saat hendak mengetahui dia berwazan apa, sahabat cukup konsentrasi pada Huruf 'ainnya saja, huruf FA dan huruf Lamanya, sahabat abaikan.

Paham ya sahabat? Ketika ingin mengetahui wazannya ingat hanya konsentrasi pada Huruf 'ainnya saja, karena yang akan berubah itu hanya pada huruf 'ainnya saja.

Jadi, penggunaan rumus tersebut sudah ada dalam bahasa Arab, sehingga sahabat tidak perlu mendeteksi lagi, akan tetapi cukup mencari mana yang termasuk Fatahah - Fathah, atau Dhammah - Dhammah dan lain sebagainya.

Jadi, yang di atas itu maksudnya ialah : Misalnya Kata " Fathah- Dhammah" , nah berarti sahabat tinggal membuat tulisan Fa, 'ain dan Lam sahabat, lalu buat garis seperti ini (-) di sebelahnya, lalu tulis Fi'il Mudhari'sahabat Fa'alna, yakni Yaf'alu.
Ketika sahabat sudah menuliskan Fa'ala Yaf'alu seperti ini فعل يفعل
Sahabat tinggal memberikan harakat sesuai dengan rumus yang saya berikan.

Ingat ya sahabat, rumus tersebut hanya berlaku untuk Huruf 'ainnya saja.

Sehingga ketika sahabat sudah membuatnya sesuai dengan petunjuk yang saya berikan, akan menjadi seperti di bawah ini, macam macam wazannya sahabat. فعل Fi'il Madhi, يفعل Fi'il Mudhari'sahabat.

فٙعٙلٙ - يٙفْعُلُ
فٙعٙلٙ - يٙفْعِلُ
فٙعٙلٙ - يٙفْعٙلُ
فٙعِلٙ - يٙفْعٙلُ
فٙعُلٙ - يٙفْعُلُ
فٙعِلٙ - يٙفْعِلُ

Sahabat perhatikan satu persatu dari apa yang ada di atas, pasti sahabat akan menemukan bahwa hanya huruf 'ainnya saja yang Harakatnya berubah ubah, yang lainnya tidak.

Jadi sahabat, sebanyak apapun kata kerja yang ada dalam bahasa Arab, semuanya itu tidak terlepas dari rumus di atas, terkecuali pasti Fi'il yang tidak terdiri dari tiga huruf.

Sahabat bisa mencari contoh kata kerjanya di mana saja, bisa di Kamus manual, ataupun kamus Android. Mudah sekali sahabat, nah sebelum saya berikan contoh dlkata kerja dari masing masing Wazan, coba sahabat cari dahulu kata kerja apa yang hendak sahabat terjemahkan menjadi bahasa Arab, cari lima dulu sahabat, lalu buka di kamus, setelah sahabat ketahui Apa baahsa Arabnya, mulailah untuk mencoba Mencocokkan, kira kira kata kerja yang sahabat cari tersebut masuk ke Wazan yang mana ya? Fa'ala kah? Fa'ala kah? Fa'ula kah? Atau yang lainnya. Okeh, saya akan berikan contoh masing masing dari Wazan yang ada ya sahabat, agar sahabat tidak merasa di Awang awang, hehe.

١. فٙعٙلٙ - يٙفْعٙلُ = قٙرٙاٙ - يٙقْرٙاُ
٢. فٙعٙلٙ - يٙفْعِلُ = جٙلٙسٙ - يٙجْلِسُ 
٣. فٙعٙلٙ - يٙفْعُلُ = اٙكٙلٙ - يٙاْكُلُ

Sahabat bisa perhatikan ya kata kerja di atas.  Fa'ala Yaf'alu, Fa'ula yaf'ilu, Fa'ala Yaf'alu, saya ambil tiga contoh Wazan saja sahabat.
Nanti, nanti ketika sahabat menemukan kata kerja tiga huruf, sahabat bisa mendeteksi Fi'il tersebut menggunakan Wazan yang mana. Ketika sahabat menemukan nya bersambung dengan Dhamir , maka tetap bisa sahabat deteksi, dengan catatan tetap fokus kepada 'ain dari posisi kata kerja tersebut.

Oh iya, saya sampai lupa sahabat, bahwa cara mengetahui apakah dia Wazan pertama atau ke dua atau ke tiga itu, ialah dengan mensejajarkan huruf tersebut dengan Wazan nya sahabat.

Jadi, biasanya Orang ketika ada kata kerja atau Fi'il, maka cara menyebutnya ialah dengan,
Misalnya قٙرٙاٙ
Kata Qaraa,  berarti telah membaca.
  Kata tersebut menggunakan Wazan apa? Hayo tebak! Ya, kata Qaraa memiliki Wazan Fa'ala Yaf'alu sahabat.
Agar sahabat semaikan paham mengenai Wazan ini, sahabat bisa mulai mencari berbagai kata kerja, kemudian menerka nerka kata kerja tersebut masuk ke dalam bagian Wazan yang mana.

Mudahkan sahabat?

Semoga apa yang kita pelajari bermanfaat sahabat, dan Allah berikan pemahaman yang mudah untuk kita.
Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Cara Mengenal Wazan Part 1

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Alhamdulillah, bertemu lagi dengan saya sahabat, tentunya dengan pembahasan yang masih akan berkesinambungan dengan pembahasan sebelumnya.

Baiklah, kali ini, kita akan mencoba membahas " Cara Mengenal Wazan Part 1" .

Kita masih berbicara tentang Fi'il Madhi ya sahabat, hanya saja, kita belum bisa terlalu fokus ke Pembahasan Fi'il Madhi nya ya, kita masih akan membahasnya, hanya saja untuk langkah awal, kita akan bahasa dahulu hal yang tidak kalah pentingnya dari Fi'il tersebut, yakni wazanndan penggunaan nya. beberapa hari yang lalu, saya sudah pernah menjelaskan sedikit mengenai dhamir Muttashil dan Munfashil.

Kita anggap pembahasan mengenai ke dhamir tersebut selesai ya sahabat.
Ayo kita review kembali pengertian Fi'il Madhi sahabat. Fi'il Madhi ialah Kata Kerja yang telah lampau, atau kata kerja yang sudah dilakukan.
Contoh Dalam bahasa Indonesia nya ialah,

"Saya Sudah Makan"
"saya Sudah membaca". Sampai sini, semoga sahabat paham.

Okeh langsung saja.
Jadi, Untuk membuat Kata kerja yang sudah Sahabat kerjakan dengan memasukkan Dhamirnya, sahabat perlu mengenal yang namanya Wazan, yah hal ini agar membuat sahabat lebih mudah dalam memasukkan dhamir ke dalam Kata Kerja.

Pertama Tama, saya ingin memperkenalkan sahabat dengan yang namanya الفعل الثلاثي المرد yang artinya ialah Fi'il yang terdiri dari tiga huruf. Emang ada yang lebih dari tiga huruf? Jawabannya ialah ada sahabat, hanya saja tidak banyak jumlahnya. Agar sahabat mudah untuk mengenali atau memahami tentang Fi'il yang terdiri dari tiga huruf ini, sahabat memerlukan rumus, karena dengan mengetahui rumusnya, maka sahabat tidak akan begitu terlalu kesulitan ketika mendeteksi suatu Fi'il .

Rumusnya apa? Rumusnya Ialah
فتح - ضم Kasrah- Dhammah
فتح - كسر Fathah - Kasrah
فتكات Fathah - Fathah
كسر فتح Kasrah - Kasrah
ضم ضم Dhammah - Dhammah
كسرتان Kasrah- Kasrah

Pembahasan nya akan dibahas Setelah ini sahabat, insyaAllah.

Mohon maaf atas kekhilafan.

Demikian untuk kali ini sahabat, semoga bermanfaat. Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Cara Membeli Buku Al-Qur'an dan Tajwid

Cara Membeli Buku Al-Qur'an dan Tajwid

Caramu.Net menyediakan link afiliasi buku-buku yang bermanfaat. Silahkan halaman ini anda manfaatkan untuk belanja berbagai macam buku yang anda butuhkan. Pada halaman ini, dikhususkan untuk buku-buku terkait Al-Qur'an, baik hukum bacaan, cara membaca, makharijul huruf, dan hal-hal yang terkait. Selamat belanja...

Support by

Toko Buku Online Belbuk.com
Kilat Pintar Tajwid: Panduan Belajar Tajwid Tanpa Guru
Kilat Pintar Tajwid: Panduan Belajar Tajwid Tanpa Guru [Ustadz Rusdianto]
Harga: Rp45.000

Cara Mengenal Fi'il Madhi I

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Alhamdulillah. Semoga sahabat senantiasa dalam lindungan Allah ya. Sahabat, pada kesempatan kali ini kita akan melanjutkan pembahasan kemarin ya.

Masih mengenai Fi'il. Lebih tepatnya ialah"Mengenal fiil Madhi Part1 اَلْفِعْل الْمَضِى Pada pembasan sebelumnya, saya sudah pernah singgung sedikit ya sahabat, bahwa Fi'il itu terbagi menjadi tiga. Ada Fi'il Madhi, Fi'il mudhari' dan Fi'il Amr.

Fi'il Madhi, ialah Kata Kerja yang menunjukkan Masa Lampau sahabat. Atau jika kita bahasa Indonesia kan, akan menjadi Saya Sudah.... , kami Sudah... , Atau menggunakan kata telah.

Selanjutnya ialah Fi'il Mudhari'. Fi'il mudhari'ialah Fi'il yang menunjukkan kata kerja yang sedang kita lakukan atau akan kita lakukan. Sahabat bisa mengatakan Saya akan ......., Atau saya sedang ...... Itu adalah Fi'il Mudhari'sahabat.

Mengenai Kawdahnya insyaAllah akan kita bahasa juga, karena tidak bisa dipungkiri bahwa ketika membahasa Fi'il maka mau tidak mau kita harus membahas Dhamir sahabat. Karena jika tidak dibahas maka penggunaan bahasa Aran kita bisa salah, dan dikarenakan juga ketika berbicara tentang kata kerja pasti ada orang yang mengerjakan nya.

Fi'il Amar, ialah Fi'il yang menunjukkan kata perintah. Misalnya, Bernyanyi lah, bacalah, Tulislah dan lain sebagainya.
Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai Fi'il Madhi ini, sahabat perlu mengetahui bagian-bagian dhamir. bagi sahabat yang sudah pernah mengenal Isim ini, bisa diingat ingat kembali.
Sahabat perlu mengetahui bahwa Dhmair itu terbagi menjadi Dua.

1. Dhamir Muttashil الضمير المتصل
2. Dhamir Munfashil الضمير المنفصل
Dhamir Muttashil ialah Dhamir yang menempel pada Isim dan Fi'il atau dengan artian tidak terpisah, sedangkan dhamir Munfashil ialah Dhamir yang terpisah atau tidak menempel pada Isim dan kata kerja sahabat. Dalam bahasa Indonesia juga biasa digunakan dalam berkomunikasi.

Okeh, saya akan jelas dhamir Muttashil itu apa saja dan bagaimana contohnya, dan juga contoh dhamir Munfashil serta penggunaan dan contohnya.
Dhamir Muttashil ada dua belas sahabat, seperti Yang tertera Di bawah ini :

هو  Dia Satu Orang Laki laki (Huwa)
هما Dia dua orang perempuan(Huma)
هم  Mereka Laki Laki Banyak (Hum)
هي Dia Satu Orang Perempuan (Hiya)
هما Dia dua orang perempuan (Huma)
هن  mereka perempuan Banyak (Hunna)
انت Kamu laki laki Satu orang (Anta )
انتما  Kamu dua orang laki-laki (antuma)
انتم  kamu laki laki banyak (antum)
انت kamu perempuan satu orang (anti)
انتما kamu perempuan dua orang (antuma)
انتن  kamu perempuan banyak (antunna)
انا  saya (ana)
نحن  Kami/kita (Nahnu)
Sementara Dhamir Munfashil, juga berjumlah dua belas.
هُ  Nya laki laki Satu orang
هُمَا  nya dua orang laki laki
هُمْ nya banyak laki laki
هَا nya satu orang perempuan
هُمَا nya dua orang perempuan
هُمْ  nya banyak perempuan
كَ Kamu Laki laki Satu orang
هُمَا kamu laki laki dua orang
كُمْ kamu laki laki banyak
كِ kamu perempuan Satu orang
هُمَا kamu dua orang perempuan
كُنَّ  kamu banyak perempuan
يْ/ نِيْ/ يَّ  saya
نَا  Kami/kita.

Sahabat tentu bertanya Tanya mengenai penggunaan dhamir Muttashil dan Munfashil kan?
Nah, sahabat. Perbedaan antara dua Isim ini hanya pada tersambung atau tidaknya dhamir dengan Isim atau Fi'il ya.
Kita ambil contoh Isim dulu ya, lalu akan kita masukkan kepada Dhamir Muttashil dan Munfashil.

Meski pembahasan kita tentang Fi'il Madhi sahabat, memang akan secara tidak langsung kita belajar Isim dan dhamir ya.
Misalnya. Tas Dia Satu Orang Laki laki. Maka sahabat harus mencari dahulu mana isimnya dan mana dhmirnya. Tentu mudah kan sahabat?

Karena untuk mengenali dhamir Sababat hanya oerlu mengetahui kata ganti orangnya saja.
Okeh. Bahasa Arabnya Tas حقيبة
Sementara Bahasa Arabnya Dia Satu Orang Laki laki itu bisa dua ya sahabat, tinggal kita menggunakan yang Muttashil atau Munfashil.

Kita sambung di pembahasan berikutnya sahabat, insyaAllah. Nah nanti insyaallah saya juga akan memberikan rumus kepada Sahabat mengenai beberapa pengguna dhamir.

Salah khilaf Mohon maaf.
Wassalamu'alaikum.

Cara Mengenal Isim Part 2

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh..
Alhamdullilah akan segala karunia yang Allah beri. Jangan lupa bersyukur sahabat.

Sahabat, pada kesempatan kali ini, kita akan mencoba membahas cara mengenal Isim Lart 2 ya dalam bahasa Arab, yang merupakan  kelanjutan dari Pembahasan kemarin. Kemarin sudah saya sebutkan, bahwa Isim, dibagi menjadi dua lagi sahabat. Apa saja? Masih ingat? Yah, pertama من حيث نوعه yakni berdasarkan jenisnya, ada Muzakkar dan mu'annats. Yang kedua ialah من حيث عدده berdasarkan Angka atau jumlahnya.

Kemarin, kita baru membahas secara global, nah kali ini, kita akan mencoba mengenali lebih dalam ya sahabat.
١.. المفرد  yang menunjukkan Jumlah tunggal atau satu.
٢.ا لمثنى yang menunjukkan Jumlah dua.
٣. الجمع yang menunjukkan Jumlah tidak terbatas atau lebih dari dua.
Al jam'u atau jama' dibagi lagi sahabat menjadi tiga.
١. الجمع مذكر سالم jumlah banyak atau lebih dari dua Laki Laki atau yang dianggap laki laki
٢. الجمع مؤنث سالمjumlah banyak atau lebih dari dua Perempuan atau yang dianggap perempuan
٣. الجمع الكثير Jumlah banyak yang dianya sudah ada ketentuan tersendiri, tidak bisa diubah, karena sudah berdasarkan kesepakatan orang Arab pada masa itu.
Kita bahasa satu persatu ya sahabat..

Baik yang mufradat, mutsanna, hingga jama' saya rasa sama saja dengan bahasa Indonesia biasa sahabat. Ada yang tunggal, dua orang dan jama'.
Kita masuk ke contoh saja ya sahabat, agar tidak membingungkan.
Contohnya : Satu Meja , مكتب apabila akan mengatakan dua meja, maka akan menjadi مكتبان (Maktabani) , atau Maktabaini مكتبين
Itu contoh yang mufrad dan mutsanna sahabat.

Untuk membedakan, apakah Dia mufrad atau mutsanna atau jama'nya, sahabat perlu mengenali kata aslinya, jika yang sahabat temukan adalah kata aslinya, tidak ada tambahan, maka itu bisa dipastikan adalah mufrad. Seperti pada contoh meja tadi. Biasanya, kata asli ini yang ada di kamus sahabat.

Cara lain untuk mengenali Mutsanna bisa dengan menggunakan rumus sahabat.
Rumusnya ialah : اسم + أن/ اسم ين
Itu rumus paling mudah ketika sahabat Ingin mengetahui apakah dia Muannats atau tidak.

Jika sahabat Ingin membuat atau belajar atau bahkan mencoba untuk membuat kalimat dengan melibatkan mutsanna ink, silahkan Sahabat lihat dulu Isim aslinya, atau cari dulu sebuah Isim, dengan artian Isim yang asli, belum ada tambahan. Setelah itu, sahabat bisa tambahkan Alif dan Nun setelah Isim asli tersebut. Misalnya, kata aslinya بيت، yang ketika di belakang Kata tersebut dimasukkan atau ditamkan Alif dan Nun, maka akan menjadi بيتان semoga sampai di sini sahabat paham ya.

Kemudian, kaedah atau cara berikutnya. Setelah Isim, Ditambahkan Huruf Ya Sukun, dan Nun Kasrah. Dengan catatan, harakat sebelum Ya, ialah Fathah.
Contohnya, bisa di lihat seperti kata meja di atas sahabat.
Okeh, sampai di sini, pembahasan mengenai mufrad dan Mutsanna selesai sahabat. Silahkan dipahami dan dicari contohnya ya.

Selanjutnya kita akan membahas mengenai Jama' dan cara mengenali nya.
Seperti tadi saya katakan, bahwa Jama' ini terbagi menjadi tiga. Yakni Muzakkar Salim, Muannats Salim, dan taktsir.
Cara mengenali nya bagaimana?
Sahabat bisa mengenalinya dengan ciri ciri yang ada pada mereka.

1. Ciri ciri Muzakkar Salim
Menggunakan rumus اسم +ون / اسم + ين Isim +Waw Sukun, Nun Fathah  atau Isim + Ya Sukun, Nun Fathah. (Maaf ya sahabat, karena saya kurang paham memberi harakat di Android, insyaAllah beberapa pertemuan ke depan saya usahakan langsung menggunakan Harakatnya)

Dengan catatan, apabila menggunakan rumus Isim+Ya Sukun plus Nun Fathah, Sahabat harus perhatikan harakat sebelum Ya nya ya, pastikan harakatnya adalah Kasrah, karena apa? Karena dalam hal ini, perbedaan ini untuk menunjukkan perbedaan antara Jama' Muzakkar Salim dengan mutsanna.
Bedanya, kalau mutsanna, sebelum Ya hukumnya berharakat Fathah, sementara kalau jama'Muzakkar Salim sebelum Ya nya berharakat Kasrah.

Contoh :
Kata Asalnya : مسلم
Diubah menjadi Muzakkar Salim : مسلمون/ مسلمين 
Perhatikan perbedaan dan perubahannya ya sahabat. Untuk bisa membuat dan merubahnya, sahabat tinggal lihat dan masukkan rumus. Tapi jangan sampai lupa, sesuaikan dengan Jenis nya ya, apakah Muzakkar atau Muannats..
2. Ciri ciri Muannats Salim
Rumus Asli : اسم + ة
Apabila diubah menjadi Jama' Muannats Salim rumusnya menjadi اسم + ات
Maksudnya apa? Ta Al Marbutha yang melekat pada isim asli, diganti menjadi ات
Ingat ya sahabat, diganti, yang berarti dibuang kemudian dihanti dengan Alif dan Ta tersebut.

Contohnya apa?
Kata asli : مسلمة 
Diubah : مسلمات
Sampai sini, yang paling penting sahabat ketahui adalah Kata asli dari sebuah benda, binatang, tumbuhan atau segala sesuatu yang termasuk Isim, kemudian Sahabat harus menghafal rumusnya. Itu saja, jika sahabat sudah bisa dan terbiasa, maka akan sangat mudah untuk menentukan mana yang mufrad, mana yang mutsanna, dan mana yang jama', sahabat juga bisa mengubah kata yang awalnya mufrad menjadi Mutsanna atau jama' atau Sebaliknya. Dengan catatan, mengetahui kata aslinya, dan mengetahui rumusnya.

3. Jama' taktsir.
Seperti yang pernah saya katakan sahabat, bahwa Jama' taktsir ini adalah ketetapan orang Arab, jadi kita harus mengikuti mereka. Sehingga, kita tidak bisa mengubah, apalagi memodifikasi nya. Untuk mengetahui jama' taktsir ini, satu satunya cara yang dapat dilakukan hanya dengan menghafal sahabat.
Jama' taktsir ini dibagi lagi menjadi tiga sahabat. Ada Ziyadah, Ada Naqish, dan ada Ikhtilaf.

Untuk hal ini, insyaAllah akan kita bahas pada pertemuan berikutnya.
Demikian sahabat, semoga bermanfaat. Jangan lupa untuk dipahami dan dipraktekkan.

Semoga Allah berikan pemahaman yang mudah kepada kita.
Salah dan khilafnya saya mohon maaf..
Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Cara Mengenal Al Ismu

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
Alhamdulillah, bertemu lagi dengan saya sahabat. Semoga sahabat sekalian dalam lindungan Nya ya. Baiklah, sahabat kita masih membahas seputar Cara mengenal ya, dan kali ini kita akan melanjutkan pembahasan yang kemarin, kemarin kita membahas tentang cara mengenal Al kalimat, dan Sekarang yang akan kita bajasa  Yakni tentang Cara Mengenal Al Ismu,   yang merupakan salah satu bagian dari Al Kalimat dalam bahasa Arab. Kemarin, saya sudah singgung sedikit ya sahabat mengenai Jenis atau pembagian dari Al Kalimat itu ada 3 masih ingat?

Ayo kita review kembali.
Al Fi'lu itu adalah kata kerja sahabat,
Kemudian Al Ismu itu Isim, atau nama nama, ini bisa banyak macamnya sahabat, nama orang, nama tumbuhan, nama binatang, nama benda dan lain sebagainya..

Yang terakhir ada Al harfu yang dalam bahasa Indonesia nya biasa disebut dengan kata hubung. Okeh, itu sekilas saja mereview yang kemarin sahabat, dan kali ini kita akan mengenali ketiga hal tersebut secara mendalam, mulai dari ciri cirinya contohnya dan lain sebagainya insyaAllah.

Pertama : Al Ismu, seperti sudah saya katakan di atas sahabat, bahwa Al Ismu adalah nama binatang, manusia, tumbuhan dan lain sebagainya, sehingga ada yang mengatakan bahwa Isim itu kata benda. Kenapa? Karena manusia termasuk benda, binatang termasuk benda dan lain sebagainya. Perbedaan antara Al Ismu dan al fi'lu yang mendasar ialah, apabila Al ismu itu tidak terikat dengan waktu, sementara al fi'lu itu terikat dengan waktu.

Bagaimana bisa? Kita ambil satu contoh kata benda dan kata kerja sahabat. Tadi dikatakan bahwa Al Ismu itu tidak terikat dengan waktu kan? Contoh kata benda dalam bahasa Arab, البيت  artinya ialah rumah, nah coba kita masukkan kata rumah tersebut ke sebuah
Nah Sahabat, Al Ismu ini dibagi lagi menjadi dua bagian, pertama ialah Al Ismu Berdasarkan Jenisnya, dan yang kedua, Al Ismu Berdasarkan Bilangnya.
Kita akan bahasa yang Al Ismu dari segi Jenisnya. (الاسم من حيث جنسه
Dari segi Jenisnya terbagi menjadi dua lagi sahabat, kalau sahabat pusing, nanti insyaallah akan saya buatkan tabelnya ya.

Pertama ialah المذكر Al mudzakkaru itu apa? Al mudzakkaru ialah isim atau kata benda yang menunjukkan arti laki laki atau yang dianggap laki laki. Ingat sahabat, yang dianggap laki laki, jadi tidak meski laki laki benaran ya.
Kedua, Al Muannas, المؤنث ini sama seperti Al Muzakkar sahabat, hanya saja, kalau Al Muzakkar itu Untuk laki laki, maka Al mu'annats ini diperuntukkan bagi perempuan.

Nah, sampai di sini tentu sudah tau kan perbedaan antara Muzakkar dan mu'annats? Sampai di sini juga, tebti sahabat merasa bingung terus gimana caranya mendeteksi apakah benda itu di sebut laki laki atau perempuan? Kan benda benda tidak berjenis kwlamin? Kan tumbuhan tidak berjenis kelamin? Sabar sahabat, itu akan kita bahasa setelah ini.
Bagaimana cara sahabat mengetahui apakah dia itu laki laki atau perempuan?
Kita akan bahasa dahulu ciri ciri muannats مؤنث

1. Pada akhir katanya, ada Ta Al Marbutha, apa itu Ta Al Marbutha? Marbutha itu berasal dari kata ربط  sahabat, yang artinya menyempit, jadi bentuk hurufnya ialah Ta yang menyempit. Bagaimana bentuknya? Bentuknya seperti ini ة Nah, apabila sahabat menemukan kata dalam bahasa Arab yang akhir katanya ada Ta Al Marbutha nya, maka itu termasuk Muannats ya. Contohnya ialah
حقيبة pada akhir katanya ada Ta Al Marbutha nya.

2. Pada akhir katanya ada Alif Makshurah, tanda Alif Makshurah itu seperti huruf ya, tanpa titik sahabat, Seperi ini ى , apabila sahabat menemukan Alif Makshurah ini, ini juga termasuk Muannats.
Contohnya
Manisan : حلوى

3. Pada akhir katanya terdapat Alif mamdudah, Yang berbentuk ءا
Contohnya :
Nama nama : اسماء

4. Nama bagi anak perempuan
Contoh : فطيمة Fathimah
5. Anggota tubuh yang berpasangan.
Anggota tubuh kita yang berpasangan ternyata juga termasuk Muannas sahabat.
Contoh : mata عين
Meskipun Dia tidak memiliki ciri ciri lain.

6. Kata yang sudah ditetapkan sebagai Muannas dalam al Qur'an.
Kalau ini, kita tidak dapat menerka neeka sahabat, karena memang sudah menjadi ketentuan bahwa benda benda tersebut muannas, meski tidak memenuhi ciri ciri di atas.
Contohnya ialah : Dunia الارض

Pembahasan mengenai ciri ciri muannats sudah selesai sahabat, jika sahabat sudah menguasai Muannas ini, maka akan sangat mudah untuk mengenali Muzakkar nya.

Apa ciri ciri Muzakkar? Ciri ciri Muzakkar ya gampang saja, yakni ciri ciri yang tidak disebutkan dalam Muannas. Misalnya, tidak ada Ta Al Marbutha nya.
Gampang kan sahabat? Jadi, mulai sekarang sahabat harus sudah bisa membedakan mana yang Muzakkar mana yang Muannas ya, kalau masih bingung, sahabat tinggal buka atau lihat kembali ciri ciri muannats nya, jika tidak Muannats ya berarti Muzakkar dong.
Tadi, Al Ismu Berdasarkan Jenisnya sahabat, dan selanjutnya ialah Al Ismu Berdasarkan Jumlahnya atau bilangan nya. Berdasarkan Bilangan nya, Isim ini terbagi menjadi 3.

1. Mufrad ( Tunggal ) المفرد

2. mutsanna ( Dua )المثنى

3. Jama' ( lebih dari dua) الجمع

Pembahasan mengenai hal ini cukup sedikit rumit sahabat, karena erat kaitannya dengan Dhamir atau kata ganti, jadi, InsyaAllah pembahasan mengenai Hal ini akan kita bahasa pada pertemuan berikutnya InsyaAllah, yang nantinya saya juga akan menjelaskan mengenai Dhamir dan penggunaan Dhamir pada pembagian isim berdasarkan Jumlah nya atau 'adadnya ya.

Setelah membahas Muzakkar dan mu'annats, sahabat meski bisa mengetahui juga apa saja ciri ciri Al Ismu ya.

Baiklah, akan kita bahas.
1. Berakhiran tanwin. Sahabat tahukan tanwin? Tanwin itu, yang harakatnya double sahabat. Misalnya ialah حقبة
Dibaca Haqiibatun, nah Tun yang di belakang itulah yang dikatakan tanwin. Apabila sahabat menemukan tanwin ini, maka dia adalah Isim ya.

2. Apabila dimasuki ال maka dia tidak lagi menjadi tanwin.
Misalnya حقيبة haqiibatun.
Jika dimasukkan Alif dan Lam, maka akan menjadi Al Haqiibatu الحقيبة
Sahabat jangan bertanya mengenai mengapa dimasuki alif dan Lam. Kemudian dibaca dengan tidak tanwin, insyaAllah akan kita bahas pada pertemuan sebelumnya sahabat.

3. Bisa dimasuki Alif dan Lam, seperti contoh Nomor 2
4. Bisa di dahului oleh Harffun, atau terletak setelah Harffun Jer.
Kita belum membahas harfun Jee ya sahabat. Tetaoi tidak apa apa.
Contohnya harfun Jee itu adalah في yang artinya adalah Di dalam.
Nah, letak Isim itu ada setelah harfun Jee tersebut,

Contohnya : في الحمام 
Nah, dari contoh tersebut, sahabat bisa melihat bahwa posisi isimnya ada di belakang atau setelah harfun Jer tersebut.

Baiklah, demikian untuk kali ini sahabat. Semoga bermanfaat.
Jangan lupa untuk mengingat ingat terus, agar menjadi sebuah ilmu, yang bukan hanya sekedar menjadi pengetahuan. Salah dan khilafnya saya mohon maaf.
Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Cara Mengenal Al Kalimat dalam Bahasa Arab

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
Alhamdulillah.
Sahabat, pada kesempatan kali ini kita akan mencoba untuk belajar mengenai cara mengenal. Apa yang akan dikenal ? Ya, tentunya berbagai macam hal yang berkaitan dengan Mengenal bahasa Arab ya sahabat.
insyaAllah, kita akan membahas banyak hal tentunya Mukai dari bagaimana mengenali Al kalimat dalam bahasa Arab, bagaimana cara mengenali Isim pada bahasa Arab, apa itu itu Isim dan lain sebagainya sahabat.

Dan pada kali ini, kita akan mencoba untuk membahas yang paling dasar dalam belajar bahasa Arab sahabat, yakni Mengenal Al kalimat terlebih dahulu.
Sebelum kita membahas mengenai Al kalimat dalam bahasa Arab, alangkah lebih baiknya jika kita ta'aruf dahulu ya sahabat dengan bahasa Arab, karena jika tidak kenal maka kita akan kewalahan untuk seterusnya, sehingga perkenalan mengenai apa yang akan kita bahasa itu menjadi sangat penting.

Bahasa Arab bahasa yang digunakan dalam Al Qur'an, yang pertama kali menggunakan bahasa Arab ini adalah Nabi Ismail sahabat, dan yang pertama kali menulis basmalah yang berbahasa Arab adalah Nabi Sulaiman.

Saya kira perkenalan singkat nya segitu saja sahabat, meski sangat Simple sangat banyak yang tidak tahu atau tidak bisa menjawab pertanyaan di atas, mislanya siapa yang pertama kali menggunakan bahasa Arab?
Oke, baiklah sahabat kita akan masuk ke materi ya, yakni Al Kalimat.

Al kalimat الملكة dalam bahasa Arab artinya ialah Kata sahabat. Pasti diantara sahabat ada yang tidak percaya kan? Hehe, karena di dalam bahasa Indonesia yang namanya kalimat tentu tingkatan di atas kata. Begitulah adanya sahabat, dalam bahasa Arab, yang namanya kata itu diartikan dengan Al kalimat, atau kalimat.

Al kalimat dalam bahasa Arab, berarti sebuah kata yang memiliki arti sahabat. Jadi, segala sesuatu yang memiliki arti meskipun hanya dalam bentuk kata, dia dapat dikatakan sebagai Al kalimat.
Apa saja contohnya? Sangat banyak contohnya sahabat, Mulai dari Jenis binatang, jenis benda, jenis tumbuhan, kata kerja, kata hubung dan bahkan sampai kepada jenis benda yang berwujud manusia, itu semua dapat dikategorikan sebagai Al kalimat sahabat..kenapa? Tentu karena ia termasuk kata yang memiliki arti. Banyak sekali contoh kalimat dalam bahasa Arab Sahabat, salaha satunya ialah sahabat bisa menemukan nya di dalam Al Qur'an. Terserah sahabat mau memilih surah apa, dan ayat berapa. Saya ambil contoh ialah dalam QS. Al Ikhlas ayat satu.
Allah SWT berfirman:
قل هو الله احد
Kosa katanya :
قل : Katakanlah
هو : Dia
الله: Allah
احد : Satu
Semua Kata Kata di atas dapat dikategorikan sebagai kalimat sahabat. Tapi ingat ya, jika dipecah satu persatu atau permufradatnya disebut sebagai Al kalimat, akan tetapi jika tidak dipecah, maka dalam bahasa Arab maka disebut sebagai Al Jumlah. insyaAllah pada Pembahasan ke depannya kita juga pasti akan membahas mengenai Al Jumlah ini.
Kemudian, pembagian Al kalimat dalam bahasa Arab ini ada tiga sahabat.
Ada Al Ismu  الاسم
Al fi'lu الفعل
Al Harfu الحرف
Sekedar pengenalan sahabat, untuk penjelasan lebih rincinya insyaAllah besok akan kita bahas. Sebagai ta'aruf dengan bagian bagian Al kalimat ini. Al Ismu itu, biasanya untuk mempermudah para pelajar Al Ismu ini diartikan sebagai kata benda sahabat, jadi segala sesuatu yang termasuk kata benda termasuk ke dalam kategori Al Ismu ini. Al fi'lu yang berkaitan dengan kata kerja sahabat, sementara al harfu berkaitan dengan kata hubung.
Demikian sahabat untuk kali ini, semoga sahabat sudah paham apa itu Al kalimat dalam bahasa Arab ya, jangan sampai salah, apalagi menyamakan antara Al kalimat dalam bahasa Arab dengan bahasa Indonesia. Untuk penjelasan Al Ismu, Al fi'lu dan al harfu nya insyaAllah menyusul sahabat.
Semoga bermanfaat.
Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Cara Menulis Skripsi Part 5

Cara Menulis Skripsi Part 5

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
Apa kabar sahabat? Semoga senantiasa sehat wal'afiyat, dan selalu dalam lindungan Allah SWT ya. Sahabat, pada kesempatan kali ini, kita akan melanjutkan pembahasan mengenai penulisan skripsi, untuk bagian dari Skripsi, dan proposal skripsi, sudah kita bahas pada pertemuan selanjutnya, nah untuk yang sekarang, kita akan membahas tata tulis Proposal Skripsi dan Skripsi sahabat.

Sahabat tentu paham dan sangat paham, bahwa ketika menulis sesuatu, ada aturan yang harus kita penuhi. Mulai dari pemilihan materi, hingga kepada Tata cara penulisan. Maka, sangat penting bagi kita untuk mengetahui dan mempelajari tata cara penulisan yang benar, salah satunya ialah penulisan Skripsi dan proposal skripsi.

Okeh, langsung saja, untuk langkah awalnya ialah, sahabat harus mengatur terlebih dahulu ukuran kertas yang akan sahabat gunakan dalam menulis Skripsi atau proposal skripsi. Biasanya, setiap Universitas memiliki pedoman penulisan masing masing Universitas memiliki panduan sendiri, hanya saja, karena memang yang digunakan adalah aturan baku, maka hampir seluruh Universitas memiliki panduan yang sama.

Ukuran kertas, yang biasa digunakan adalah kertas ukuran HVS sahabat, yang berukuran kuarto Dengan berat delapan puluh gram.
Kemudian, sahabat juga harus mengatur Cara pengetikan sahabat. Maksudnya apa? Yah, pengetikan naskah untuk setiap halaman mengikuti ketentuan, tepi kiri dengan empat cm, tepi atas empat cm, teoi bawah dan kanan tiga cm. Kayak pengetikan antara baris dalam naskah adalah dua spasi, tidak boleh balik, menggunakan huruf Times new roman yang berukuran dua belas, jarak antara judul bab dan baris pertama teos, tiga spasi dan jarak anak bab ke baris berikutnya dua setengah spasi.
Mudahkan sahabat? Sahabat bisa mengaturnya dengan memperhatikan icon icon yang ada pada Layar Laptop sahabat. Ingat ya, jangan sampai lupa, Font nya adalah Times new roman, dengan Size dua belas.

Selanjutnya, sahabat harus memperhatikan alinea. Setiap alinea yang akan sahabat tulis harus dimulai dengan baris yang menjorok ke kanan, dalam teks sebanyak lima ketukan sahabat, atau sahabat tekan tombol spasi sebanyak lima kali, kiruf pertama jatuh jeoada ketukan ke enam. Sahabat, dalam satu Alinea, tidak dibenarkan hanya ada satu kalimat ya, minimalnya adalah Tiga kalimat sahabat. Setiap alinea harus ada pada halaman yang sama, maksudnya apa? Ketika sahabat sedang membuat Alinea baru, yang posisinya sudah berada di bagian paling bawah, ketika selesai, kalimat yang merupakan bagian dari Alinea tersebut sudah berada pada halaman berikutnya, maka alinea batu yang sahabat tulis harus langsung dipindahkan ke halaman baru, tersebut.

Agar apa? Agar tidak ada kalimat yang terputus pada setiap Halaman yang membuat tulisan tersebut menjadi seperti tidak utuh. Ketika sahabat hendak memenggal kalimat, harus lah menggunakan pedoman Ejaan yang disempurnakan. Sahabat tidak diperkenankan melakukan pemenggalan kata pada halaman berikutnya.
Setelah itu, apalagi yang harus diatur? Sahabat harus mengatur halaman. Yang pertama yang harus sahabat ketahui adalah, penomoran halaman pada halaman bab tidak boleh ditulis, hanya saja, tetap masuk kepada hitungan.

Kedua, penomoran halaman bagian awal skripsi, yang terdiri dari halaman sampul luar, sampul dalam, nota dinas, pengesahan, motto dan persembahan jika diperlukan sahabat, abstrak, kata pengantar, daftar isi, daftar lampiran jika ada, daftar singkat jika ada, sahabat bisa menuliskan nya denhan angka Romawi kecil dimulai sejak halaman sampul dalam menempatkan pada bagian tengah.

Ketiga ialah penomoran halaman bagian utama skripsi, yang terdiri dari bab pendahuluan, sampai dengan kesimpulan sahabat, lalu saran ditulis dengan angka Arab yang diketik pada bagian kanan atas dengan jarak tiga cm dari baris tepi kanan, 2,5 cm dari tepi atas.

Terakhir, adalah penomoran halaman bagian akhir, yang tediri dari atas daftar pustaka, lampiran lampiran yang sahabat perlukan, misalnya ialah surat izin dengan angka Arab, diketik sebagimana nomor halaman bagian naskah, khusus untuk nomor lampiran, sahabat harus menggunakan angka Romawi besar secara berurutan.

Selanjutnya ialah penulisan bilangan, lambang bilangan yang penyebutannya dalam teks terdiri dari satu kata, sahabat bisa menuliskannya dengan huruf saja, sedangkan lambang bilangan yang penyebutannya lebih dari satu kata, sahabat menuliskan nya dengan tulisan angka, bukan huruf, harap diingat ya sahabat. Bilangan yang menunjukkan jumlah ditulis dengan Tanda titik untuk memisahkan anak ribuan, jutaan dan ratusan nya. Adapun lambang bilangan atau angka pada awal kalimat ditulis dengan huruf.

Semoga sampai sini sahabat sudah paham ya, atau coba untuk mengatur atur atau mengotak-atik dahulu laptopnya, mengatur sesuai dengan apa yang sudah dijelaskan di atas, kan agar lebih paham sahabat, perlu praktek bukan? Hehe.
Okeh, semoga saja sahabat dapat memahaminya dan ketika prakteknya pun sudah mahir. Selanjutnya ialah pedoman penulisan bab. Pertama yang harus sahabat ketahui ialah Nama bab diketik dengan huruf kapital, simetris dan tanpa titik. Nomor urut bab ditulis dengan angka Romawi yang diletakkan secara simetris atas nama bab dengan jarak tepi atasnya ialah empat cm.

Ke-dua, pengetikan sub bab dan nomor sub bab dimulai empat cm dari batas tepi kiri. Nomor urut diketik dengan huruf kapital seusia dengan abjad, setiap awal kata kerja dimulai Dengan huruf kapital tanpa titik akhir serta tanpa harus bawah atau cetak miring, kecuali judul buku.
Ketika, pengetikan anak aub bab dan nomor sub bab tegak lurus di bawah huruf pertama aub bab nomor urut diketik dengan angka Arab. Setiap awal kata benda dan kata kerja dimulai dengan huruf kapital tanpa titik akhir, tanpa garis bawah atau cetak miring, kecuali judul buku.

Jika sahabat masih memerlukan rincian lebih lanjut, maka setelah anak sub bab, penomoran nya dapat diatur dengan, lapisan pertama menggunakan huruf kecil, lapisan kedua menggunakan angka Arab dengan kurung yang ditutup, lapisan ketiga menggunakan huruf kecil dengan kurung tutup.

Masih ada Teknik penulisan yang terbagi menjadi beberapa sahabat, kemudian penulisan catatan kaki, penulisan Daftar Pustaka dan yang terakhir adalah Transliterasi Aran Indonesia.
Sudah pusing sahabat? Semoga belum ya, dan sampai sini sahabat sudah memiliki gambaran. Masih ada beberapa hal yang perlu sahabat perhatikan dan atur juga dalam penulisan skripsi dan proposal skripsi. Namun, sepertinya sahabat sudah mulai pusing, bagian selanjutnya insyaAllah akan kita bahas selanjutnya sahabat.

Semoga bermanfaat sahabat, jangan lupa untuk mempraktekkan nya ya. Jangan lupa untuk memperhatikan aturan aturan tersebut ketika mengetik.
Semoga bermanfaat, selamat berpusing pusing dengan laptop, jangan lupa untuk memperhatikan dengan detil apa saja yang harus dipenuhi dalam menulis Skripsi dan proposal skripsi ini. Dan jangan sampai ada aturan yang sahabat salah buat atau kelupaan ya, karena bisa berdampak fatal nantinya.
Smeoga bermanfaat, salah dan khilafnya saya mohon maaf. Tolong tegur jila sekiranya ada yang kurang tepat sahabat. Karena kesalahan itu murni datang nya dari saya, dan kebenaran hanya milik Allah SWT.
Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Cara Mendapatkan Backlink Berkualitas Berbayar di Caramu.Net

Sebagian dari juragan online mungkin lebih suka dengan backlink berbayar yang berkualitas. Caramu.Net mengakomodir hal itu. Silahkan bagi anda yang menginginkan backlink berkualitas berbayar bisa memesan melalui laman ini.

Prosedur yang bisa anda lakukan pertama kali adalah mencari keyword yang anda inginkan dalam artikel blog ini melalui search menu di atas. Supaya mudah, akan kami berikan contoh dibawah ini.

Misal anda ingin mendapatkan backlink dengan keyword "Haji".

Search dengan kata kunci "Haji" pada form menu di atas.
Maka akan muncul artikel yang di dalamnya memuat kata kunci "Haji". Langkah selanjutnya, anda dapat mengunjungi laman tersebut untuk mendapatkan URLnya.
Untuk memastikan bahwa artikel tersebut mengandung kata haji, anda bisa mencarinya melalui "form cari" yang disediakan. Kalau sudah pasti, anda bisa segera mengcopy URL halaman tersebut.
Demikian langkah-langkah mudah sebelum anda memesan backlink berkualitas berbayar di wesbtei ini. Yang terpenting, anda harus menyiapkan data keyword yang diinginkan, URL halaman yang mengandung keyword tersebut dan website yang dituju,

Jika data sudah siap, anda dapat mengirimkannya melalui form yang kami sediakannya. Sebelum berlanjut ke form pemesanan, kami sampaikan bahwa pemesanan minimal 2 backlink  dengan harga 50rb per backlink. Pembayaran dilakukan maksimal 2x24jam sesudah pemesanan. Konfirmasi Pembayaran bisa dilakukan melalui link ini.


Menjadi Penulis

Cara Membuat

More »

Cara Membuat

More »