728x90 AdSpace

Latest News
Friday, January 26, 2018

Cara Meneliti Kecacatan dan Kejanggalan Hadis


Bagian bagian pada sanad yang meski diteliti terdapat lima hal. Ketersambungan sanad, kualitas seorang perawi, keadaan atau meneliti syudzudz dan Illahnya seorang perawi.[1] Dari ke lima penelitian mengenai sanad hadis, sudah ada tiga hal yang sudah dibahas. Maka pada artikel kali ini akan membahas mengenai meneliti Syudzudz dan ‘Illahnya seorang perawi.
Setelah meneliti ketersambungan sanad, kualitas perawi, komentar para ulama terhadap seorang perawi yang diteliti, maka penelitian sanad belum dinyatakan selesai. Masih ada du hal yang meski dilakukan kembali, ialah meneliti kesyudzudzan seorang perawi dan ke’illah an nya. Lalu ketika kelima hal tersebut sudah diteliti, barulah dapat menyimpulkan atau membuat kesimpulan mengenai seorang perawi.
Untuk mengetahui adanya kesyudzudzan dan ke’illahan seorang perawi, tidaklah dapat diketahui degan mudah, harus ada penelitian mendalam.
1.          meneliti syudzudz
ada banyak pendapat mengenai Syudzudz ini, dan diantara pendapat yang sangat banyak tersebut, ada tiga pendapat yang cukup menonjol. Diantaranya ialah, syudzudz ialah hadis yang diriwayatkan oleh seorang perawi tsiqqah, akan tetapi bertentangan dengan hadis yang driwayatkan oleh perawi banyak yang juga tsiqqah. Ke dua ialah, hadis yang diriwayatkan oleh perawi yang tsiqqah, akan tetapi perawi tsiqqah lainnya tidak meriwayatkannya, ketiga ialah hadisnya hanya satu buah saja, baik diriwayatkan oleh perawi tsiqqah maupun tidak tsiqqah.
Menurut Imam Syafi’i, suatu sanad sangat memungkinkan mengandung syudzudz bila sanad yang diteliti lebih dari satu buah. Hadits yang memiliki satu sanad saja, tidak dikenal adanya syudzudz. [2]
Cara menelitinya ialah dengan membandingkan semua sanad yang ada untuk matan yang topik yang sama.
Pendapan yang banyak digunakan ialah pendapat Imam syafi’i. dan hanya orang orang yang memang benar benar cerdas yang dapat meneliti kesyudzudzan sebuah hadis.
2.      meneliti illah
Kata al-‘illal merupakan bentuk jama’ dari kata al’illah yang memiliki arti sakit atau penyakit. Sementara menurut istilah, ilmu al’illah merupakan sebuah ilmu yang menerangkan sebab sebab yang tersembunyi yang dapat merusak hadis. Walaupun secara lahiriyahnya tidak terdapat cacat.
Dan untuk mengetahui kesakitan atau kecacatan hadis, memang haruslah dilakukan penelitian yang mendalam. Ibnu Shalah mengatakan, orang yang mampu meneliti ‘illah hanyalah orang yang cerdas, memiliki hafalan hadis yang banyak, paham hadis hadis yang dihafalnya, mendalam pengetahuannya mengenai hadis.[3]
Cara meneliti hadis untuk mengetahui kecacatan sebuah hadis, ialah dengan cara membandingkan hadis dengan hadis lain yang semakna.
Langkah langkah yang dapat dilakukan untuk mengetahui atau untuk mengetahui adanya kecacatan dalam sebuah hadis, yang perlu ditempuh ialah: (1) seluruh sanad yang semakna dihimpun dan diteliti, bila hadits yang bersangkutan memang memiliki mutabi’ataupun syahid; (2) seluruh periwayat dalam pelbagai sanad diteliti berdasarkan kritik yang berlaku. Sesudah itu, kemudian sanad dibandingkan dengan sanad lain. Maka akan ditemukan, apakah sanad hadits tersebut mengandung illah ataukah tidak.[4]
Maka dari itu, langkah yang bisa ditempuh untuk mengetahui kecacatan dan kejanggalan atau kesyudzudzan dan ke’illahan sebuah hadis ialah dengan membandingkannya dengan hadis yang lain, dengan tema yang serupa atau pembahasan yang sama.
Referensi :
 Al-Khatib, Muhammad Ajjaj, Ushul al-Hadits ‘Ulumuhu wa Mushthalahuh
Suryadi dan M.al Fatih Suryadilaga, Metodoli Penelitian Hadis
 M. Ghufran dan Rahmawati, Ulumul Hadis
gambar : slideserve.com


[1] Suryadi dan M.al Fatih Suryadilaga, Metodoli Penelitian Hadis
[2] Ibid
[3] M. Ghufran dan Rahmawati, Ulumul Hadis
[4] Al-Khatib, Muhammad Ajjaj, Ushul al-Hadits ‘Ulumuhu wa Mushthalahuhu







  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Cara Meneliti Kecacatan dan Kejanggalan Hadis Rating: 5 Reviewed By: Anita aa