Cara Mentakhrij Hadis secara Manual

Hadis merupakan ajaran Islam yang pokok setelah al-Quran. Antara al-Quran dan hadis, ke-duanya memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan umat Islam. Ulama sepakat bahwa ke-duanya dapat dijadikan sebagai rujukan pokok, meskipun terdapat sedikit perbedaan dalam segi penafsiran dan aplikasi.


Dari segi kabar turunnya, al-Quran lebih mudah diterima, dikarenakan memang memiliki kabar turun yang mutawattir(banyak jalur di setiap tingkatan), sementara al-hadis sendiri, memiliki berbagai macam kabar turun, bahkan ada yang kabar turunnya adalah ahad(satu jalur di setiap tingkatan).


Dari kabar turunnya tersebut, maka tidak berlebihan jika dikatakan bahwa penelitian hadis lebih rumit dibandingkan dengan al-Quran, karena Al-Qur'an perawinya hanya antara Rasulullah dan Allah, sementara hadis ada banyak sekali perawi yang terlibat di dalamnya, mulai dari perawi di tingkat sahabat, tingkat sahabat kecil, hingga kepada mukharrij, atau yang biasa dikenal dengan "hadis riwayat Bukhari, Muslim, dan seterusnya". 


Dari definisi singkat tersebut, maka sangat penting sekali dilakukan penelitian hadis.
Dalam hal ini, akan dibahas terlebih dahulu mengenai bagaimana cara menggunakan kamus mu’jam, dalam meneliti matan hadis.

Dalam meneliti hadis, tentu langkah awalnya adalah menentukan terlebih dahulu hadis mana yang akan diteliti.
Setelah itu, barulah membuka Kamus hadis atau mu’jam. Kamus hadis ini merupakan sebuah metode pentakhrij-an hadis dengan cara manual, insyaAllah dengan cara praktis atau menggunakan aplikasi juga akan dishare, kebetulan untuk langkah awal bagi pemula tentu sangat baik jika menggunakan manual terlebih dahulu.

Sebelum membahas bagaimana cara menggunakan atau bagaimana cara men-takhrij hadis, maka tentu sangat lazim bagi seorang peneliti, untuk mengetahui terlebih dahulu mengetahui apa itu takhrij, karena bagaimana mungkin sebuah penelitian akan berjalan jika langkah awalnya saja tidak mengetahui maksud dari apa yang hendak diteliti.


Takhrij hadis, secara etimologi berarti menjadikan keluar atau mengeluarkan. Sedangkan secara istilah, takhrij menurut Muhammad al-Thahan adalah menunjukkan keberadaan hadis-hadis yang akan diteliti pada sumber aslinya, yang dikeluarkan dengan sanad-sanadnya yang lengkap, lalu menjelaskan martabatnya jika diperlukan.


Yang dimaksud menunjukkan keberadaan hadis yang akan diteliti ialah mengeluarkan hadis tersebut, atau menunjukkan hadis di kitab mana saja hadis tersebut terdapat.

Pengertian paling sederhananya ialah, menunjukkan dimana saja hadis tersebut berada, tentunya dalam hal ini adalah hadis hadis tersebut terdapat di dalam kitab Induk mana saja diantara kitab hadis yang ada. Karena di dalam kitab mu'jam tidak memasukkan kitab-kitab hadis sekunder.
Kitab hadis primer yang terkenal ada Sembilan, mulai dari Bukhari, Muslim, dan lainnya.


Selanjutnya, setelah menentukan hadis yang akan diteliti ialah mentakhrijnya, sebagaimana pengertian takhrij di atas.
Cara mentakhrij dengan metode atau cara manual ialah dengan mengambil satu kata yang dianggap paling populer, atau paling mudah ditemukan. Cukup mengambil satu kata saja. Dengan satu kata tersebut, kemudian mulailah mencarinya di dalam kamus atau mu’jam hadis yang ada.

Biasanya, ketika sudah menemukan kata yang sedang dicari, akan ditemukan beberapa kata yang sama, maka dari itu, untuk menemukan mana yang sedang dicari, lihat kata selanjutnya atau kata sebelumnya, baik hadis yang sedang diteliti maupun kata atau penggalan hadis yang sudah ditemukan tadi. Maka akan dipastikan ada kesamaan potongan, jika sudah ditemukan, maka hadis potongan yang sama dengan hadis yang sedang diteliti tadi, itulah hasilnya, atau itulah takhrijnya.


Yang paling penting untuk digaris bawahi ketika mentakhrij ini adalah, jangan mengambil kata mentah dari penggalan hadis tersebut, tetapi ketahui terlebih dahulu asal kata dari kata yang dipenggal atau diambil, karena jika diambil dengan cara mentah sesuai dengan hadis, maka tidak akan ditemukan potongan yang sesuai di dalam kitab mu’jam tersebut. Maka caranya agar ditemukan ialah, setelah menemukan satu kata yang diambil untuk diteliti, maka harus diketahui terlebih dahulu kata asli atau kata asal dari kata yang diteliti tersebut.
__
Referensi : Ulumul Hadis Praktis dan Mudah, Karya Mohammad Ghufran dan Rahmawati
Metodologi Penelitian hadis, Karya  Muhammad al-Fatih Suryadilaga dan Suryadi.