728x90 AdSpace

Latest News
Saturday, February 17, 2018

Cara Mengatasi Fimosis

Fimosis merupakan sebuah penyakit pada neonatus yang dapat mengakibatkan seorang neonatus akan kesulitan dan kesakitan saat buang air kecil. Hal ini diakibatkan oleh preputium yang melekat pada bagian glans penis dan tidak mampu diretrasi sehingga mampu mengakibatkan tersmbatnya lubang saluran kencing yang mampu menyebabkan penyakit fimosis. [1]Fimosis ini merupakan sebuah kelainan pada saluran kemih.
Fimosis dapat juga diartikan sebagai pengerutan atau penciutan kulit depan penis atau suatu keadaan normal yang sering ditemukan pada bayi baru lahir atau neonatus, atau anak kecil yang biasanya pada masa pubertas akan menghilang dengan sendirinya.
Fimosis adalah penyempitan pada presium. [2]Sementara dalam buku lain dinyatakan bahwa, fimosis merupakan sebuah gangguan yang timbul pada organ kelamin pria. Yang dimaksud dengan fimosis di sini ialah keadaan dimana kulit kepala penis (preputium), melekat pada bagian kepala (glans). Kondisi ini memicu timbulnya  infeksi pada kepala penis. Jika keadaan ini dibiarkan saja, dimana muara saluran kencing di ujung testis tersumbat, maka biasanya dokter akan menyarankan agar disunat, yakni dengan membuka dan memotong kulit penis agar ujungnya terbuka. (patagolis, Dr Sutisna Himawan, 1996).[3]
Maka dari itu, melihat dari pengertian fimosis, maka alangkah lebih baik jika mengetahui gejala pada penyakit yang berkaitan dengan kantung kemih seorang anak laki-laki.
Gejala-gejala pada kelainan ini ialah :
1.       Kadang-kadang anak bayi begitu sukar sebelum mengeluarkan urie, shingga kulit preputium menggembang seperti balon.
2.       Bayi atau anak laki-laki akan menangis sebelum mengeluarkan urine.
3.       Bayi atau anak sukar berkemih.
4.       Kulit penis tidak bisa ditarik kea rah pangkal.
5.       Penis mengejang pada saat buang air kecil.
6.       Anak atau bayi sering sekali menangis ketika sebelum urine keluar.
7.       Air seni yang keluar pada bayi atau anak tidak encer.
8.       Timbul infeksi.
9.       Adanya peradangan pada kulit glans penis.
10.   Lubang uretra eksterna tertutupi sehingga terlihat mengecil
11.   Ujung penis tampak menggelembung.[4]
Setelah memperhatikan gejala-gejala yang menandakan adanya kelainan pada kantung kemih, maka langkah selanjutnya ialah dengan mencari tahu cara mengatasi kelainan tersebut, agar tidak semakin menyebar dan berdampak semakin buruk.
Cara mengatasinya ialah dengan :
1.       Melebarkan lubang preputium dengan cara mendorong ke belakang kulit preputium dan biasanya akan menyebabkan luka. Agar tidak infeksi, maka dapat dioleskan dengan salep antibiotic.
2.       Hendaknya preputium didorong ke belakang kemudian ujungnya dibersihkan dengan kapas dtt.
3.       Sirkumsisi.
4.       Untuk mengetahui adanya kelainan saluran kemih pada bayi, maka setiap bayi yang baru lahir tersebut harus diperhatikan apakah bayi tersebut sudah berkemih ataupun belum. Biasanya paling lambat ialah 24 jam setelah lahir.
Ketika bayi mengalami eksresi, maka bayi akan terlihat sembab wajahnya. Jika terjadi kelainan tersebut terjadi, maka bayi sebaiknya dirujuk, sampai bayi berusia 3 hari pengeluaran urine tidak terpengaruh oleh pemberian cairan, baru ketika sudah berusia 5 hari akan berpengaruh.
Kondisi tersebut harus segera dikonsultasikan ke dokter, dan dokter akan memeriksa ujung penis secara teliti dan bila memungkinkan akan berupaya melepas lengketan tersebut dan membersihkannya.
gambar : daunbuah.com



Referensi :
Ai Yeyeh Rukiyah, dkk. Asuhan Neonatus, Bayi, dan Anak Balita. Penerbit buku kesehatan, Jakarta Timur. 2010
Dwi Maryanti, dkk. Buku Ajar Neonatus, Bayi, dan Balita. Penerbit Buku Kesehatan.  Jakarta, 2011.
Ngastiyah. Perawatan anak sakit. Penerbit buku kedokteran. Jakarta. 2005.



[1] Buku ajar neonatus, bayi, dan balita. Hal. 151
[2] Perawatan anak sakit. Hal. 287
[3] Asuhan Neonatus, Bayi, dan anak balita. Hal. 230
[4] Ibid.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Cara Mengatasi Fimosis Rating: 5 Reviewed By: Anita aa