728x90 AdSpace

Latest News
Tuesday, February 27, 2018

Cara Mengatasi Hipospadia pada Bayi dan Anak

Ginjal merupakan organ ganda yang terletak di daerah abdomen, reretroperitoneal yakni antara vertebra lumbal 1 dan 4. 


Sleuruh traktus urinarius adalah ginjal, ureter dan kandung kemih smeua terletak di daerah retropeneal. 
Ginjal, yang terdiri dari beberapa korteks dan medulla. Tiap ginjal terdiri dari 8-12 lobus yang berbentuk seperti pyramid. 


Ginjal berfungsi terutama untuk membersihkan plasma darah daru zat-zat yang tidak dipelrukan tubuh terutama hasil metabolism protein. 


Kelainan pada ginjal dapat merupakan keturunan atau terjadi sendiri. Ketika hal ini terjadi pada janin dalam kehamilan sampai 2 bulan. Umumnya kelainan ini terjadi pada janin yang berusia dalam kehamilan sampai 2 bulan. Pada umumnya kelainan ginjal bawaan terjadi pada kehamilan dengan penyakit berat pada trimester I, Misalnya infeksi ialah karena toksoplasmosis, viros atau penyakit ginjal kronik. 


Dapat juga dikarenakan hyperemesis yang hebat sehingga mengakibatkan ibu hami dalm menderita dehidrasi zat-zat yang diperlukan untuk pertumbuhan janin.


Gangguan saluran kemih yang terjadi pada bayi atau anak dapat disebabkan oleha kelainan bawaan, akibat infeksi, dan batu saluran kemih. (1)


Terdapat beberapa kelainan pada saluran kantung kemih dan genitalia yang terjadi pada anak, atau pada anak bayi yang biasa dijumpai dalam kehidupan, diantaranya ialah agenesis ginjal, kista ginjal, ekstrofi, kantung kemih dan sumbatan pada leher kantung kemih, fimosis, hipospadia pada anak pria, pada anak wanita terdapat hymen yang menutup vagina dam fistula rektovagnal. 


Maka, pada artikel kali ini akan membahas emngenai salah satu kelainan tersebut, yakni hipospadia. 


Hipospadia merupakan kelainan bawaan. (2) berupa lubang eretra tidak terletak pada tempat seharusnya. (3) jika lubang kecil tidak memerlukan tindakan karena akan dapat menutup sendiri. 


Tetapi apabila lubang tersebut besar, perlu tindakan bedah dan menunggu anak sudah dalam usia remaja (epispadia, jika lubang eretra terletak di punggung penis). (4)


Kelainan ini sering kali berhubungan dengan kordi atau suatu jaringan fibrosa yang kencang, yang menyebabkan penis melengkung ke bawah pada saat ereksi. 
Teori yang berkembang menyebutkan bahwa ia diakibatkan karena kelainan hormonal.


Teori lain juga mengungkapkan kelainan yang disebabkan oleh penghentian premature perkembangan sel-sel penghasil androgen terhenti dan dapat mengakibatkan maskulinisasi inkomplit dari alat kelamin luar.


Proses ini akan mengakibatkan gangguan pembentukan uretra, sehingga saluran ini dapat berujung dimana saja sepanjang garis tengah penis tergantung saat terjadinya hormonal, maka lubang kencing abnormal akan bermuara pada pangkal. 


Penyakit ini merupakan kelainan bawaan yang terjadi pada anak atau pada bayi. (5)

Tanda-tanda dan gejala-gejala ini ialah :
Penis agak bengkok.
Kadang terjadi keluhan miksi, jika disertai stenosis pada meatus externus. 


Untuk mengatasi kelainan pada bayi atau anak ini ialah dengan cara :
Pada bayi, maka harus dilakukan tindakan kordektomi.


Sementara pada anak usia 2-4 tahun, maka harus dilakukan rekonstruksi uretra. 
Tunda kegiatan sirkumsisi, sehingga kulit preputium penis/scrotum dapat digunakan pada tindakan neuretra. 

__
1. Ngastiyah. Perawatan Anak Sakit. Hal. 283
2. Ibid. Hal 288
3. Ai Yeyeh Rukiyah, dkk. Asuhan Neonatus, dan Anak-anak. Hal. 232
4. Ngastiyah. Perawatan Anak Sakit. Hal. 288
5. Dwi Maryanti. Buku ajar neonatus, bayi dan balita. Hal. 154

Gambar : Google

Referensi :
Ai Yeyeh Rukiyah, dkk. Asuhan Neonatus, Bayi, dan Anak Balita. Penerbit buku kesehatan, Jakarta Timur. 2010
Dwi Maryanti, dkk. Buku Ajar Neonatus, Bayi, dan Balita. Penerbit Buku Kesehatan.  Jakarta, 2011.
Ngastiyah. Perawatan anak sakit. Penerbit buku kedokteran. Jakarta. 2005.

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Cara Mengatasi Hipospadia pada Bayi dan Anak Rating: 5 Reviewed By: Anita aa