728x90 AdSpace

Latest News
Sunday, February 25, 2018

Cara Mengatasi Infeksi Pada Neonatus & Anak-anak


Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, bahwa infeksi merupakan salah satu jenis penyakit yang bisa jadi disebabkan oleh faktor bawaan, atau kelainan bawaan pada bayi baru lahir (neonatus) dan bisa juga terjadi pada anak-anak, bukan hanya pada anak bayi yang baru lahir (neonatus).


Kelainan bawaan ini meliputi beberapa penyakit, diantaranya ialah meningokel, meningomielokel, dan ensefalokel. [1]


Gejala yang ditimbulkan pada bayi yang mengalami moniliasis, yakni dapat terjadi bronchitis, infeksi kulit, dan sistematis. 

Gejala yang sering sekali terjadi ialah neonatus atau bayi yang baru lahir akan mengalami diare, oral trush, onikia, paronikia, dermatitis terutama akan terjadi di daerah aksila, di bawah payudara dan bisa pula pada lipatan intergleuteal.

Gejala sistemis jarang, akan tetapi bila terjadi maka akibatnya akan sangat fatal. [2]

bayi juga akan malas minum, gelisah, frekuensi pernafasan meningkat, dan berat badan bayi akan turun. 


Infeksi pada neonatus terbagi menjadi beberapa macam, diantaranya ialah Tetanus neonatorum, CMV, dan virus herpes simplex. 


Dari beberapa macam jenis kelainan bawaan tersebut, maka infeksi merupakan sebuah kelainan yang sering terjadi pada bayi yang baru lahir (neonatus) atau anak-anak.


Infeksi yang terjadi pada neonatus dapat terjadi dikarenakan beberapa hal dan dibagi menjadi 3 macam, yaitu:


1. Infeksi prenatal
Kuman dari vagina naik, dan masuk ke dalam rongga amnion setelah ketuban pecah. 


Infeksi akan tetap bisa terjadi meski ketuban masih ututh. Infeksi prenatal, dapat juga terjadi diakibatkan dengan adanya kontak langsung dengan kuman yang terdapat dalam vagina, misalnya ialah blenorea. 

2. Infeksi antenatal

Pada saat ini, kuman sudah emncapai janin yang berjalan melalui peredaran darah ibu ke plasenta dan kemudian infeksi melalui sirkulasi umbilicius yang masuk ke janin. 

3. Infeksi pasca natal

Infeksi yang ini ialah infeksi yang terjadi setelah bayi lahir lengkap, infeksi terjadi diakibatkan oleh adanya penggunaan alat-alat perawatan yang tidak steril atau dikarenakan juga cross intection. 


Diagnosis, juga dapat dilakukan dengan membuat pengamatan secara cermat. [3]


Diagnosis dini, dapat dilakukan dan dibuat apabila terdapat kelainan tingkah laku bayi, yang dapat dikatakan sebagai tanda-tanda permulaan infeksi umum. 


Sementara diagnosis terhadap bayi lebih tua jauh lebih sulit, dan sering klai tidak dapat dilakukan. 

Namun, tetap dapat bisa ditemukan dengan penelitian yang cermat. 


Setelah mengetahui pengertian, gejala, macam-macam dan kelompok dari infeksi, maka langkah yang meski dilakukan kembali ialah dengan mengetahui bagaimana cara mengatasi infeksi itu sendiri. 


 Di dalam buku yang diterbitkan oleh Trans Info Media Jakarta, disebutkan mengenai pengobatan yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan seorang bayi (neonatus), atau anak kecil yang terkena penyakit infeksi ini. 


Pada seorang bayi (neonatus) atau anak-anak yang mengalami kandidiasis, boleh dilakukan dengan memberikan Gentian Violet (mycostatin) kepadanya; Fatty acid-Resin complex, mengemukakan pula dari ungkapan Neuhauser (1954) dengan hasil yang memuaskan ; Amfoterisin B; Larutan gentian violet yang biasanya digunakan untuk pengobatan local. 

__
1. Ngastiyah. Perawatan Bayi Sakit. Hal. 145
2. Ai Teteh Rukiyah,dkk. Asuhan Neonatus, bayi dan balita. Hal. 157
3. Dwi Maryanti, dkk. Buku ajar Neonatus, bayi dan balita. Hal. 107
4. Ai yeyeh, dkk. Asuhan neonatus, bayi dan balita. Hal. 157

Gambar : Google
___
Referensi
Dwi Maryanti, dkk. Buku Ajar Neonatus, Bayi dan Balita. Trans Info Media Jakarta. Cetakan pertama, 2011. 
 Ai Yeyeh Rukiyah, dkk. Asuhan Neonatus, Bayi dan Balita. Trans Info Media Jakarta. Cetakan Pertama, 2010. 
 Ngastiyah. Perawatan Anak Sakit. Penerbit Buku Kedokteran. Edisi ke dua, cetakan tahun 2014. 
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Cara Mengatasi Infeksi Pada Neonatus & Anak-anak Rating: 5 Reviewed By: Anita aa