728x90 AdSpace

Latest News
Saturday, February 10, 2018

Cara Mengenali Faktor Perkembangan dan Pertumbuhan Bayi (2)

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi secara umum terbagi emnjadi dua, sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. Maka, artikel ini merupakan lanjutan dari pembahasan tersebut.


1.       Faktor Genetik

2.       Faktor Lingkungan
a.       Gizi Ibu pada waktu hamil/ Nutrrisi
b.      Mekanis

Trauma dan memiliki cairan ketuban yang kurang, maka akan dapat menyebabkan kelainan bawaan pada bayi yang dilahirkan. Posisi janin dalam uterusjuga dapat mengakibatkan kelainan bawaan pada bayi. Dapat mengakibatkan talipes, dislokasi panggul, tortikolis kongential, palsi fasialis atau kranio tabes.[1]


c.       Toksin atau zat kimia
Ada beberapa zat kimia yang dapat menyebabkan kelainan bawaan pada bayi lahir, diantaranya ialah obat anti kanker, rokok, alkohol, beserta logam berat lainnya. [2]


Toksin atau zat kimia ini identic dengan masa organogenesis. Masa organogenesis memiliki makna masa yang sangat peka terhadap rangsangan zat-zat teratogen.


Mislanya dapat dijumpai pada obat-obatan, seperti talimod, fentoin, metadion, dan obat-obatan antikanker yang dapat menyebabkan kelainan bawaan.


Seorang ibu yang mengkonsumsi rokok berat, ataupun pengkonsumsi alkohol, seringkali melahirkan bayi dengan berat badan yang rendah, bayi lahir dalam keadaan mati, cacat atau retardasi mental. 

Jika keracunan logam berat, misalnya ialah seorang ibu yang sedang hamil, mengkonsumsi ikan yang ternyata telah terkontaminasi dengan merkuri, maka dapat menyebabkan mikrosefali dan paralisisserebralis seperti yang terjadi di Jepang, yang disebut dengan penyakit Minamata.


d.      Endokrin


Somatrotopin, tiroid, insulin, hormone plasenta, peptide-peptida lainnya dengan aktivitas mirip seperti insulin, keluruhan hormone tersebut merupakan jenis hormon-hormon yang kemungkinan dapat berperan dalam pertumbuhan janin. [3]


e.      Radiasi


Radiasi pada janin yang terjadi sebelum usia janin mencapai umur 18 minggu kehamilan, dapat menyebabkan kematian pada janin, kerusakan otak, mikrosefali, atau cacat bawaan lainnya. Jika radiasi terjadi pada laki-laki, maka akan mengakibatkan cacat bawaan pada anaknya.


Seperti yang pernah terjadi di Hirosima, Nagasaki, dan Chernobyl.
[4]


f.        Infeksi


Infeksi yang sering kali menyebabkan cacat bawaan pada bayi adalah infeksi intrauterin. Infemsi intrauterine ini misalnya ialah tokosplasmosis, rubella, sitomegalovirus, herpes simpleks, atau biasa disingkat dengan TORCH.


Sedangkan infeksi lain, yang juga dapat menyebabkan cacat bawaan pada bayi ialah varisela, coxsackie echovirus, malaria, lues, HIV, polio, campak, leptospira, listeriosis, mikoplasma, virus influenza, dan virus hepatitis.


g.       Stress


Seorang ibu yang hamil tidak diperbolehkan mengalami stress, karena dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin yang sedang dikandungnya akan mengalami cacat bawaan, kelainan kejiwaan, dan lain sebagainya.


h.      Imunitas


Rhesus atau ABO inkompatibilitas seringkali menyebabkan abortus hidrops fetalis, kernicterus atau lahir mati.


i.         Anoksia embrio


Maksud dari anoksia embrio ini ialah menurunnya oksigen janin melalui gangguan pada plasenta atau tali pusat, yang menyebabkan BBLR, atau berat bayi lahir rendah. [5]


Ada beberapa faktor lain yang juga berpengaruh terhadap perkembangan dan pertumbuhan bayi, akan dibahas pada pembahasan selanjutnya.


Oleh karena itu, dengan sudah mengetahui sedikit mengenai beberapa hal yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi, sangat dianjurkan kepada ibu-ibu yang tengah emngandung untuk memerhatikan hal-hal yang terdapat di atas, agar bayi atau janin yang dikandung tidak bermasalah, apalagi sampai cacat bawaan, kelainna bawaan, dan yang lebih parahnya ialah lahir dalam keadaan mati.


Referensi :
Ai Yeyeh Rukiyah, dkk. Asuhan Neonatus, Bayi, dan Anak Balita. Penerbit buku kesehatan, Jakarta Timur. 2010
Dwi Maryanti, dkk. Buku Ajar Neonatus, Bayi, dan Balita. Penerbit Buku Kesehatan.  Jakarta, 2011.
Ngastiyah. Perawatan anak sakit. Penerbit buku kedokteran. Jakarta. 2005.
gambar :zaifbio.blogspoot.com

[1] Dwi Maryanti, dkk. Buku Ajar neonatus, bayi, dan balita. Hal 58
[2] ibid
[3] ibid
[4] Ngatsiyah. Perawatan anak sakit. Hal 3
[5] ibid
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Cara Mengenali Faktor Perkembangan dan Pertumbuhan Bayi (2) Rating: 5 Reviewed By: Anita aa