728x90 AdSpace

Latest News
Sunday, February 4, 2018

Cara Mengobati Sakit Diare pada Neonatus

Diare merupakan sebuah penyakit yang bermasalah pada bagian pencernaan seseorang. Jika ditinjau dari teori memiliki arti buang air besar yang tidak normal atau bentuk tinja yang encer dengan frekuensi 3 kali atau lebih dalam 24 Jam.[1]

Pada bagian ilmu kesehatan anak, diare diartikan sebagai buang air yang tidak normal atau tinja yang encer dengan frekuensi yang tidak seperti biasanya.[2]

Diare pada bayi disebabkan oleh empat faktor, yakni Faktor infeksi, faktor malabsorbsi, faktor makanan, dan faktor psikologis.[3]

Selain itu, diare juga sebenarnya merupakan salah satu gejala pada penyakit dari system gastrointenstinal atau lebih mudahnya ialah sebuah penyakit di luar daripada penyakit system pencernaan. Akan tetapi, sekarang penyakit itu lebih dikenal dengan sebuatn “diare”, karena dengan penyebutan tersebut dapat mempercepat penanggulangannya. [4]

Di dalam sebuah buku, dijelaskan bahwa ada tiga jenis diare pada umunya. Yang pertama ialah diare akut diare akut ini dimulai dengan keluarnya tinja cair tanpa adanya darah pada tinja, biasanya akan selesai pada 14 hari atau dua minggu dan tidak kurang dari 1 munggu.

Diare yang kedua ialah ada darah di dalam tinja, tidak hanya bagi seorang bayi, bahkan anak yang lebih besar darinya, dan ia akan mengeluh kesakitan diakibatkan oleh invaksi bakteri. Gejala pada diare yang kedua ini, selain tampak adanya darah pada tinja, ia juga keluar dengan sedikit sedikit tetapi sering.

Diare yang terakhir ialah diare persisten. Diare ini biasanya akan sembuh atau akan berakhir setelah 2 minggu atau lebih. Ia bisa saja mengalami fase dari diare akut atau tidak. Biasnaya diakibatkan oleh dehidrasi.

Penyakit diare ini, bisa menimbulkan seorang bayi atau seorang anak akan mengalami penurunan berat badan yang cepat dan kerusakan mukosa usus, oleh karena itu, ia harus segera ditangani. Caranya ialah dengan memberikan cairan rehidrasi awal atau rumat, dalam pemberian cairan ini, maka harus diperhatikan jenis cairan yang akan diberikan, memperhatikan bagaimana cara memberikan cairan, dan juga meski memperhatikan jumlah cairan yang akan diberikan.

Selain itu penderita juga meski diberikan makanan(dietetik), tentu dengan takaran, jenis dan cara yang juga ditentukan oleh dokter yang menangani, dan yang terakhir ialah dnegan pemberian obat-obatan.

Cara memberikan cairan dalam terapi dehidrasi ada banyak, mulai dari belum adanya dehidrasi, dehidrasi ringan, dehidrasi sedang hingga kepada dehidrasi berat. Setiap dari tingkatan tersebut memliki poris yang berbeda-beda dan cara yang berbeda untuk mengatasinya.

Gejala yang bisa saja ditimbulkan oleh diare sangat banyak, mulai dari pasien yang tiba-tiba saja menjadi cengeng(bayi), gelisah,  suhu tubunya biasanya akan meningkat,  nafsu makannya berkurang atau bahkan tidak ada, barulah kemudian mengalami diare.
Oleh karena itu, perhatikanlah gejala-gejala penyakit diare pada anak, ataupun pribadi, karena dengan memperhatikan gejala tersebut, akan membuat penanganan lebih cepat ketimbang yang tidak memperhatikan. Tentu, dengan memperhatikan, dampak dari penyakit tidak akan begitu parah. Maka tidak salah jika banyak meme yang menyebutkan bahwa “sehat itu mahal”. Maka mulailah hidup sehat.

Referensi
Dwi Maryanti, dkk. Buku Ajar Neonatus, Bayi dan Balita.
 Ai Yeyeh Rukiyah, dkk. Asuhan Neonatus, Bayi dan Balita.
 Ngastiyah. Perawatan Anak Sakit.
ilustrasi :kaosanakmuslim.id


[1] Dwi Maryanti, dkk. Buku Ajar Neonatus, Bayi dan Balita, hal.101
[2] Ai Yeyeh Rukiyah, dkk. Asuhan Neonatus, Bayi dan Balita. Hal 151
[3] Ngastiyah. Perawatan Anak Sakit. 224
[4] Ibid. hal. 223

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Cara Mengobati Sakit Diare pada Neonatus Rating: 5 Reviewed By: Anita aa