728x90 AdSpace

Latest News
Sunday, March 4, 2018

Cara Menangani Penyakit Hidrosefalus


Setelah membahas mengenai apa itu Hidrosepalus, dan gejala-gejalanya, maka pada artikel kali ini akan dibahasa mengenai penanganan dan penatalaksanaanya.

1.       Penanganan

Penanganan pada bayi (neonatus) yang terkena penyakit hidrosepalus dibagi menjadi dua, yang pertama ialah penanganan sementara, dan yang kedua ialah penanganan alternative. 

a.       Penanganan sementara

Terapi konservatif medikamentosa dilakukan dengan tujuan untuk membatasi evolusi hidrosefalus dengan melakukan upaya mengurangi sekresi cairan dari plesus khoroid atau dengan melakukan upaya meningkatkan resorbsinya. 

Terapi konservatif ini hanya bersifat sementara sebelum dilakukannya terspi definiif diterapkan atau bila terdapat harapan kemungkinan pulihnya gangguan hemodinamik tersebut, sebaliknya, terapi ini sangat tidak efektif untuk pengobatan jangka panjang, dikarenakan adanya resiko terjadinya gangguan metabolic.

Drainase likuor eksternal dilkukan dengan memasang kateter ventrikuler yang kemudian dihubungkan dengan suatu kantong drain eksternal.
Tindakan ini dilakukan untuk penderita yang berpotensi menjadi hidrosefalus atau yang sedang mengalami infeksi.

Cara-cara untuk mengatasi dilatasi ventrikel dapat diterapkan pada beberapa situasi tertentu yang pelaksanaannya perlu dipertimbangkan kembali secara matang salah satunya ialah kasus stadium akut hidrosepalus pasca pendarahan. [1]

2.      1.  Penanganan alternative atau selain shunting
Tindakan alternative selain operasi “pintas” (shunting) diterapkan khusnya pada kasus-kasus yang mengalami sumbatan pada Sistem ventrikel, di dalamnya juga termasuk saluran keluar ventrikel IV, mislanya saja ialah stenosis akuaduktus, tumor fossa posterior, dan kista arkhnoid. 

Dalam menangani hal ini, maka rindakan terapeutik sejenis ini sangat perlu dipikirkan dengan baik dan dipertimbangkan dengan serius, walaupun sebenarnya terkadang lebih rumit daripada memasang shunt. 

Penanganan terhadap etiologi hidrosepalus merupakan sebuah pilihan terbaik, seperti pengontrolan kasus yang mengalami intoksikasi vitamin A, reseksi radikal lesi massa yang mengganggu aliran likuor atau perbaikan suatu malformasi. [2]

Sementara itu, ada dua penatalaksanaan yang dapat dilakukan.
Pertama, penatalaksanaan medis. 

Beberap pasien pada penderita hidosepalus mengalami pembesaran pada kepala yang akan berhenti sendiri, mungkin oleh rekanalisasi ruang subaraknoid  atau kompensasi pembentukan CSS yang jumlahnya berkurang. Jika mengatasi dengan melakukan bedah, maka hasilnya belum ada yang menmuaskan 100%, kecuali jika diakibatkan oleh tumor yang masih bisa diangkat. 

2. Penanganan secara keperawatan
Pasien yang terkena penyakit atau kelainan hidrosepalus ini merupakan pasien yang paling menderita dan sangat perlu mendapatkan penanganan khusus dikarenakan adanya kerusakan saraf yang menyebabkan kelainan pada neurologis berupa gangguan kesadaran sampai kepada gangguan pada alat vital. 

Hal ini juga diakibatkan oleh ketidaktahuan orangtua mengenai penyakit-penyakit ini.
Masalah yang sangat pelru diperhatikan adalah gangguan neurologis, yang berakibat akan terjadinya decubitus.
Prinsip pengobatan yang dapat dilakukan pada penderita hidrosefalus adalah :
1.       Mengurangi jumlah produksi CSS dengan merusak sebagian pleksus koroidalis dengan tindakan reseksi atau pembedahan atau koagulasi, tentu hasilnya tidak akan memuaskan. 

2.       Memperbaiki hubungan antara tempat produksi CSS dengan tempat amsorpsi yaitu dengan cara menghubungkan ventrikel dengan subraknoid. 

3.       Mengeluarkan cairan CSS ke dalam organ ekstranial
a.       Drainase ventrikulo-peritoneal
b.      Drainase lombo-perotoneal
c.       Dranase ventrikulo-pleural
d.      Drainase vantrikulo- uretrostomi
e.      Drainase ke dalam antrum mastoid.
f.        Cara yang dianggap terbaik ialah mengalirkan CSS ke dalam vena jugularis dan jantung melalui kateter yang berventil yang dapat dimungkinkan untuk mengalirkan CSS ke satu arah. Hasilnya juga belum membuaskan. [3]

Terjadinya penyakit-penyakit sejenis ini dapat diakibatkan juga karena faktor ketidaktahuan orangtua. pada umunya, orangtua tidak mengerti mengenai berbagai gejala penyakit, sehingga ketika gejala-gejala dari berbagai penyakit itu datang, orangtua hanya bersikap biasa saja, sehingga gejala tersebut benar-benar menjadi sebuah penyakit. 

Oleh karena itu, mulailah memperhatikan kondisi anak anda, dan mengenali berbagai gejala-gejala berbagai macam penyakit, agar penyakit yang ada dapat diatasi sebaik mungkin.


Referensi :
Ai Yeyeh. Asuhan Neonatus, Dkk. Bayi, dan Balita. Trans Info Media Jakarta
Ngastiyah. Perawatan Anak Sakit. Penerbit Buku Kedokteran.



[1] Ai Yeyeh. Asuhan Neonatus, Dkk. Bayi, dan Balita. Hal. 226
[2] Ibid.
[3] Ngastiyah. Perawatan Anak Sakit. Penerbit Buku Kedokteran. Hal. 200

gambar : Google

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Cara Menangani Penyakit Hidrosefalus Rating: 5 Reviewed By: Anita aa