728x90 AdSpace

Latest News
Thursday, March 15, 2018

Cara Menerapkan Pendidikan Keluarga dalam Islam


Ahmad Tafsir (2004:1-2) secara terminology menguraikan pendidikan Islam berarti pendidikan yang teori-teorinya disusun berdasarkan Al-Quran dan Hadis. Dengan demikian, pendidikan Islam  adalah nama sistem, yaitu sistem pendidikan yang islami. Sebagai sebuah sistem, pemdidikan Islam memiliki komponen-komponen yang secara keseluruhan mendukung terwujudnya sosok muslim yang ideal.
 Secara garis besar kurikulum yang dikenalkan Ibn Sina memiliki tiga ciri.
Pertama, kurikulum berisi sejumlah mata pelajaran yang disertai dengan tujuan masing-masing mata pelajaran tersebut, disamping mempertimbangkan juga faktor psikologis dan perkembangan jiwa anak, yakni minat, bakat, dan keahlian yang akan dikembangkan, dan kapan masing-masing mata pelajaran tersebut disajikan.
 Kedua, kurikulumnya bersifat pragmatis fungsional yang berorientasi pada kebutuhan pasar (market oriented) agar siswa lulusannya siap difungsikan dalam berbagai lapangan pekerjaan di masyarakat.
 Ketiga, kurikulumnya bersifat empiric, yang sangat dipengaruhi oleh pengalaman pribadinya, karena Ibn Sina menghendaki setiap orang yang mempelajari berbagai ilmu dan keahlian menempuh cara sebagaimana yang ia lakukan.
 Materi yang dijabarkan dalam kurikulum oleh Ibn Sina didasarkan pada tingkat perkembangan usia.
 a.       Anak usia 3 sampai 5 tahun diberikan pelajaran olah raga, budi pekerti, kebersihan, seni suara, dan kesenian. Dapat dipahami pada anak usia ini memerlukan keterampilan berolah raga/ tubuh guna merangsang pertumbuhan tubuh dan kesehatan anak itu sendiri karena pada saat itu adalah masa pertumbuhan. Sementara pelajaran budi pekerti diberikan untuk menanamkan sikap sopan santun (akhlak) dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan kebersihan diajarkan untuk membiasakan hidup bersih dan cinta kebersihan sementara pelajaran kesenian diberikan untuk melatih ketajaman perasaan dalam mencintai dan meningkatkan daya khayal.
 b.      Anak usia 6 sampai 14 tahun diberikan materi pelajaran membaca dan menghafla Al-Qur’an, pelajaran agama, pelajaran syair dan pelajaran olah raga. Alasannya adalah untuk mendukung pelaksanaan ibadah yang memerlukan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an, juga mendukung keberhasilan mempelajari agama Islam, seperti pelajaran tafsir, fikih, tauhid, akhlak, dalam rangka mendukung dan mempelajari bahasa Arab.
 c.       Untuk usia 14 dan seterusnya, pelajaran yang diberikan cukup banyak, karenanya perlu ada pertimbangan kesiapan anak didik. Untuk itu Ibn Sina menganjurkan agar anak memilih jenis pelajaran yang sesuai dengan minat dan keahliannya agar dikembangkan lebih lanjut oleh murid-muridnya.
 Dari sejumlah mata pelajaran yang demikian banyak itu lalu dikelompokkan dalam golongan yang bersifat teoretis dan praktis.
 

cara-menerapkan-pendidikan-keluarga-dalam-Islam(blogger)

a.       Ilmu yang bersifat teoretis, diantaranya ilmu tentang materi dan bentuk, gerak dan perubahan, wujud dan kehancuran, tumbuh-tumbuhan, hewan, kedokteran, astrologi, kimia, masuk dalam rumpun ilmu-ilmu fisika, sedangkan ilmu tentang ruang, bayang dan gerak, memikul beban, timbangan, pandangan dan cermin, sedangkan ilmu memindahkan air masuk dalam rumoun ilmu matematika. Yang termasuk dalam rumpun ilmu ketuhanan diantaranya ilmu tentang tata cara turnnya wahyu, hakikat jiwa pembawa wahyu, mukjizat, berita gaib, ilham, dan ilmu tentang kekekalan roh setelah berpisah dengan badan.
 b.      Sementara itu ilmu yang tergolong dalam ilmu praktis atau terapan di antaranya adalah ilmu akhlak, kerumahtanggaaan, tata hubungan suami-istri, anak-anak, tata kelola keuangan rumah tangga antarkota dan bangsa, termasuk di dalamnya tata cara perdagangan, keterampilan menenun dan membatik, hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan sehari-hari dan pekerjaan atau profesi sebagai bentuk usaha sehari-hari dalam mewujudkan kesejahteraan hidup.


Gambar: cara-menerapkan-pendidikan-keluarga-dalam-Islam

sumber: google

__________________________ 

Sumber:Helmawati. (2014). Pendidikan Keluarga Teoretis dan Praktis. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Bahar, Khalifi Elyas, (2011). Pintar Tanpa Payah. Yogyakarta: Flashbooks

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Cara Menerapkan Pendidikan Keluarga dalam Islam Rating: 5 Reviewed By: winnie-winnierdab