728x90 AdSpace

Latest News
Sunday, March 4, 2018

Cara Mengenali Gejala Hidrosefalus


Hidrosefalus merupakan sebuah gangguan saluran pernafasan yang terjadi pada bayi yang baru lahir (neonatus) dan anak-anak yang dapat mengakibatkan gangguan dari Liquor Cerebre  Spinal (LCS) yang berubah menjadi banyak, hal ini disebabkan obstruksi aliran LCS, gangguan aborsi atau produksi LCS yang berlebihan. [1]


LCS biasanya dibuat di dalam otak dengan maksud dapat beredar ke seluruh tubuh bagian otak, selaput otak serta kanalis spinalis, lalu di serap ke dalam system peredaran darah. Terjadinya gangguan pada LCS biasanya diakibatkan oleh beberapa hal berikut malformasi vascular, abses, pendarahan, dan keradanagn otak. [2]


Hidrosefalus merupakan kelainan patologis otak yang mengakibatkan bertambahnya Liquor Cerebrospinal, yang terkadang juga disertai adanya penigkatan Tekanan Intra Kranial (TIK). Hidrosefalus juga diakibatkan oleh adanya kelebihan liquor cerebsopinal kira-kira 500-1500 cc. [3] 

Jumlah cairan yang normal pada bayi yang baru lahir )neonatus) dan anak-anak biasanya hanya berjumlah 120 mL, dengan tekanan 60-150 mmH20/L.[4]

 
LCS biasanya dibuat di dalam otak dengan maksud dapat beredar ke seluruh tubuh bagian otak.
Keadaan hidrosefalus juga menunjukkan adanya timbunan likor serebros-penalis yang berlebihan di dalam otak pada ventrikel-ventrikel disertai dengan kenaikan tekanan intra kranial.[5]
Mleihat dari beberapa pengertian Hidrosefalus tersebut, maka pelru diketahui gejala-gejala yang akan ditimbulkan, diantaranya ialah :


1.       Muntah
2.       Gangguan kesadaran
3.       Adanya penurunan/perubahan pada tanda Vital
4.       Lingkaran kepada semain meningkat, ada bagian yang frontal menonjol.
5.       Adanya distensi vena supefisial kepala.
6.       Sutura terpisah.
7.       Terjadi iritabilitas letargi, aktifitas kejang, bisa juga menangis dengan nada yang tinggi.
8.       Ubun-ubun bagian depan menonjol dan melebar.
9.       Mata turun ke bawah, dan bagian pergerakan mata tidak teratur.
1.   Pada anak besar, biasanya akan ditemukan adanya gejala-gejala peningkatan tekanan intra kranial, sakit kepala pada dahi yang disertai dengan muntah, mual, nafsu makan menurun, kekakuan pada ekstermitas bawah, dan bisa jadi prestasi di sekolah emnurun. [6]


11.   Gangguan perkembangan motoric. 
 
12.   Gangguan penglihatan dikarenakan atrofi saraf penglihatan.

13.   Kepala akan terlihat semakin besar. 

14.   Mata selalu mengarah ke bawah.[7]

Penyebab dari gangguan pernafasanini ialah bila terdapat penyumbatan aliran CSS pada salah satu tempat diantara tempat pembuatan atau pembentukan CSS. AKibat oenyumbatan tersebutterjadi dilatasi ruangan CSS di atasnya. Penyebab penyumbatan pada CSS yang sering kali terjadi diakibatkan karena adanya kelainan bawaan pada bayi, infeksi, neoplasma, dan pendarahan. 

Biasanya, tempat yang sering kali terjadi penyumbatan dan terdapat dalam klinik ialah foramen Monroi, Foramen Luschka, dan Magandie, sisterna magna, dan sisterna basalis. [8]

Maka, untuk mengetasi kelainan pernafasan yang terjadi pada bayi dan anak-anak tersebut perlu dilakukan penatalaksanaan secara medis dan penatalaksaan secara keperawatan. Hal itu akan dibahas setelah artikel ini. 

Referensi :

Ai Yeyeh. Asuhan Neonatus, Dkk. Bayi, dan Balita. Trans Info Media Jakarta
Ngastiyah. Perawatan Anak Sakit. Penerbit Buku Kedokteran.
Dwi Maryanti, dkk. Buku Ajar Neonatus, Bayi, dan Balita. Trans Info Media Jakarta


[1] Dwi Maryanti, dkk. Buku Ajar Neonatus, Bayi, dan Balita. Hal. 147
[2] Ibid. hal. 148
[3] Ai Yeyeh. Asuhan Neonatus, Dkk. Bayi, dan Balita. Hal. 221
[4] Dwi Maryanti, dkk. Buku Ajar Neonatus, Bayi, dan Balita. Hal. 147
[5] Ai Yeyeh. Asuhan Neonatus, Dkk. Bayi, dan Balita. Hal. 221
[6] Dwi Maryanti, dkk. Buku Ajar Neonatus, Bayi, dan Balita. Hal. 148

[7] Ai Yeyeh dkk. Asuhan Neonatus Bayi, dan Balita. Hal. 221
[8] Ngastiyah. Perawatan Anak Sakit. Hal. 198

gambar : Google
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Cara Mengenali Gejala Hidrosefalus Rating: 5 Reviewed By: Anita aa