728x90 AdSpace

Latest News
Sunday, March 11, 2018

Cara Penatalaksanaan Kejang Pada Bayi


kejang yang terjadi pada bayi baru lahir (neonatus) sering kali tidak diketahui oleh orang tua, hal ini dikarenakan bentuk antara kejang yang terjadi pada bayi dan orang dewasa pada umumnya memang berbeda.

Manifestasi kejang yang terjadi pada bayi baru kahir (neonatus), dapat berupa tremor, hiper aktif, kejang-kejang, tiba-tiba menangis dengan nada melengking, tonus otot hilang yang disertai dengan atau tidak dengan hilangnya kesadaran, terjadinyab gerakan-gerakan yang tidak menentu ke arah mana (involuntary movements), nistagmus atau mata mengedip-ngedip paroksismel, bayi seperti tengah mengunyah dan menelan (venomena oral dan bukal), bahkan apnu. 

Dikarenakan terjadinya perbedaan manispestasi klinik satu dengan yang lainnya berbeda, sehingga sering kali kejang yang erjadi pada bayi baru lahir (neonatus) tidak dikenali oleh orangtua yang belum berpengalaman. 


Hal yang perlu dipertimbangkan ialah ketika seorang bayi yang baru lahir melakukan gerakan-gerakan yang tidak normal dan berlangsung secara berulang-ulang dan periodic, maka kemungkinan merupakan masifestasi kejang pada bayi. 

Kejang yang terjadi pada bayi yang baru lahir (neonatus), didefinisikan sebagai suatu gangguan yang terjadi pada funsi neurologis seperti tingkah laku, motoric, atau fungsi otonom. [1]

Kejang fokal pada bayi baru lahir (neonatus) tidak selalu menunjukkan adanya lesi fokal yang terjadi di dalam otak, bahkan sering juga ditemukan pada penyakit metabolic umum, seperti hipogllikemia, pendarahan subraknoid yang ringan. 

Sekitar 10-30% kejang yang terjadi pada bayi baru lahir tidak diketahui penyebabnya.[2]
Maka dari itu, jika terjadi kejang yang disebabkan oleh malformasiotak congenital, faktor genetis atau adanya penyakit serta terjadinya demam yang tinggi atau biasa disebut dengan istlah kejang demam, gangguan metabolism, trauma dan lain sebagainya. 

Apabila kejang yang terjadi adalah kejang kronis, maka dapat dikatakan sebagai epilepsy yang terjadi secara berulang-ulang dengan sendirinya. [3]
Setelah dibahas beberapa hal tentang kejang, mulai dari pengertian kejang, pembagian kejang, sifat kejang, penyebba kejang, dan lain sebagainya, maka selanjutnya ialah mengetahui apa penatalksanaan kejang yang dapat dilakukan oleh orangtua. 

Sebagaimana yang disebutkan dan dijelaska di dalam buku yang diterbitkan oleh TIM (Trans Info Media). Diantarnya ialah :
1.       Mengatasi kejang
2.       Sebelum orangtua menghentikan kejang, maka yang harus dilakukan ialah membuka semua pakaian ketat yang dipakai oleh bayi, kepala bayi haruslah dimiringkan untuk mencegah aspirasi lambung
3.       Orangtua harus mengupayakan dan mengusahakan agar jalan nafas bebas untuk menjamin kebutuhan oksigen si bayi.
4.       Pengisapan lender haruslah diberikan secara teratus dan diberikan oksigen. 

5.       Setelah itu, langsunglah dan segeralah memberikan diazepam intravena dengan dosis rata-rata 0.3 mg/kg BB atau diazepam rectal dosis berta badan kurang dari 10 kg, 5 mg, lebih dari 10 kg dosis 10 mg, jika kejang tidak berhenti, maka tunggulah 15 menit, kemudian dapat diulang dengan dosis yang sama, setelah kejang berhenti, maka berikan kembali dosis awal fenobarbital, yaitu : pada neonates dosis sebanyak 30 mgsecara intramusa cular, pada bati umur 1 bulan – 1 tahun dosis 50 mg/intramuscular, sementara pada anak lebih dar satu tahun, maka dosisnya sebanyak 75 mg secara intramuscular. 


6.       Pada pengobatannya, setelah kejang berhenti, maka 4 jam kemudian, hari pertama dan kedua berikan fenobarbital dengan dosis 9-10 mg/kg BB, yang dibagi menjadi dua dosis.
7.       Jika diazepam tidak tersedia, maka langsung gunakan fenobarbital dengan dosis awal dan selanjutnya ialah dengan pengobatan pemeliharaan.
8.       Sudah boleh memberikan anti kejang jika sudah dilakuka kolaborasi dengan dokter. [4]

Referensi :
Dwi Maryanti, dkk. Buku Ajar Neonatus, Bayi dan Balita. Trans Info Media
 Ai Yeyeh Rukiyah, dkk. Asuhan Neonatus, Bayi dan Balita. Trans Info Media
 Ngastiyah. Perawatan Anak Sakit. Penerbit Buku Kedokteran

gambar : cara-penatalaksanaan-kejang-pada-bayi 
sumber : Google



[1] Ai Yeyeh, dkk. Asuhan Neonatus, Bayi, dan Balita. Hal 280

[2] Ngastiyah. Perawatan Anak Sakit. Hal. 147
[3] Dwi Maryanti, dkk. Buku Ajar Neonatus, Byi, dan Balita. 191
[4] Ai Yeyeh Rukiyah, dkk. Asuhan Neonatus, Bayi dan Balita. Hal. 282
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Cara Penatalaksanaan Kejang Pada Bayi Rating: 5 Reviewed By: Anita aa