728x90 AdSpace

Latest News
Friday, March 16, 2018

Cara Penatalaksanaan Rawat Gabung dibeberapa Tempat

Rawat gabung yang dilakukan antara seorang ibu dan anaknya jika dilihat dari segi psikologi , ialah hubungan atara seorang ibu dana anak yang merupakan rangsangan dini untuk pertumbuhan dan perkembangan, termasuk di dalamnya ialah pertumbuhan mental anak. [1]

Sebagaimana telah dijelaskan pada artikel sebelumnya, bahwa penatalaksanaan rawat gabung dapat dilakukan di beberapa tempat, dan dengan cara yang berbeda-beda tentunya. 

1.       Di poliklinik kebidanan
a.       Langkah awal ialah, seorang ibu akan diberikan penyuluhan mengenai manfaat Asi dan rawat gabung, yang di dalamnya terdapat perawatan payudara, makanan ibu hamil dan juga perawatan bayi. 

b.      Sebaiknya, bila ruangan yang digunakan sebagai penyuluhan adalah ruangan yang dapat digunakan untuk memutar film tentang tata cara merawat payudara, KB, cara memandikan bayi, merawat tali pusar dan lain sebagainya. 

2.       Di kamar bersalin

a.       Bayi yang memenuhi persyaratan rawat gabung, maka akan dilakukan perawatan bayi baru lahir sebagaimana biasanya. Kriteria yang diambil sebagai ukuran seorang bayi dapat rawat gabung atara ia dan ibunya ialah:

1.       Nilai APGAR lebih dari 7
2.       Berat badan lebih dari 2500 gr dan tidak lebih dari 400 gr.
3.       Masa kehamilan seorang ibu lebih dari 36 minggu dan tidak lebih dari 42 minggu.
4.       Lahir spontan
5.       Tidak terdapat infeksi pada intra partum
6.       Ibu dalam keadaan sehat
7.       Tidak ada kompilasi antara persalinan
8.       Tidak ada kelainan bawaan yang berat terhadap bayi. 

b.      Setelah setengah jam bayi lahir, maka bayi harus segera disusukan oleh ibunya yang belum mendapat pengeluaran Asi.

c.       Diberikan penyuluhan mengenai Asi dan perawatannya, terutama ialah bagi ibu yang belum pernah mendapatkan penyuluhan di poliklinik.

d.      Mengisis status secara benar

e.      Persiapan antara ibu dan bayinya, agar siap-siap ke ruangan yang sudah disediakan

f.        Pemberitahuan petugas mengenai akan ada yang melakukan rawat gabungan.

c.       Di ruangan perawatan

1.       Bayi yang baru lahir tadi diletakkan di tempat tidur yang letaknya di samping tempat tidur ibunya.

2.       Petugas harus cermat dalam memperhatikan keadaan umum pada bayi dan mengenali keadaan-keadaan yang tidak normal, serta kemungkinan pula untuk melaporkan kepada dokter. 

3.       Bayi boleh saja menyusu atau bisa pula ketika sang ibu menginginkan.

4.       Bayi tidak diperbolehkan menyusu lewat botol, jika dalam keadaan terpaksa, maka bisa menggunakan sendok/cabgkir/pipet/sonde lambung.

5.       Ibu harus dibantu untuk menyusui anaknya dengan baik, dan juga perawatan payudara yang baik. 

6.       Keadaan bayi selalu dicatat dalam status

7.       Bila bayi sakit, atau menunjukkan gejala perlunya diadakan observasi lebih teliti, maka bayi harus dipindahkan ke ruang perawatan yang khusus untuk bayi baru lahir. 

8.       Jika ibu dan bayi sudah diperkenankan pulang, maka harus diberikan kembali keterangan tentang cara-cara merawat bayi dan memberikan Asi serta perawatan payudara dan makanan ibu menyusui.
Bisa juga diberikan brosur yang berisi tentang tata cara tersebut. 

d.      Di ruangan poliklinik/ruangan rawat jalan
1.       Menimbang berat badan bayi.
2.       Memeriksa kondisi payudara ibu
3.       Anamnesis mengenai makanan bayi yang akan diberikan kepada bayi secara keseluruhan.
4.       Mengecek keadaan Asi sang ibu
5.       Memberikan nasehat mengenai makanan bayi, cara menyusui bayi, perawatan payudara, perawatan bayi serta makanan ibu menyusui
6.       Memberikan beberapa peraturan makanan bayi
7.       Pemeriksaan bayi oleh ahlinya
8.       Pemberian sesuai dengan aturan

namun, dalam keadaan tertentu, rawat gabung tidak diperlukan ialah apabila kondisi kardiorespirasi ibu tidak baik, kesadaran belum pulih, adanya penyakit infeksi akut, penyakit hepatitis, terdapat indikasi dan pembuktian mengalami penderita karsinoma payudara, psikosis. 

Sementara pada bayi, ialah pada saat lahir, bayi kejang atau kesehatan menurun, sakit pada jantung dan paru, bayi membutukan perawatan khusus, cacat bawaan.[2]

Maka, dengan memerhatikan hal-hal di atas, rawat gabung dapat dilakukan dan dapat pula tidak dilakukan dikarenakana terdapat beberapa hal sebagaimana yang disebutkan di atas.
ferensi :
Dwi Maryanti, dkk. Buku Ajar Neonatus, Bayi dan Balita. Trans Info Media
 Ai Yeyeh Rukiyah, dkk. Asuhan Neonatus, Bayi dan Balita. Trans Info Media
 gambar : Slideshare Google







[1] Ai Yeyeh, dkk. Asuhan Neonatus, Bayi, dan Anak Balita. Hal. 47
[2] Dwi Maryanti, dkk. Buku Ajar Neonatus, Bayi, dan Balita. Hal.31
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Cara Penatalaksanaan Rawat Gabung dibeberapa Tempat Rating: 5 Reviewed By: Anita aa