728x90 AdSpace

Latest News
Friday, April 13, 2018

Menjadi Orangtua Ideal

1.    Bisakah kita membagi kasih sayang secara adil terhadap semua anak?
Sebagai orangtua tentunya mengasihi semua anaknya, dalam arti sayang kepada masing-masing anak, mereka berusaha untuk adil. Anak laki-laki disenangi karena dia laki-laki, anak perempuan disenangi karena dia perempuan. Anak yang satu karena keriangannya, yang lain karena kesungguhannya,yang lain lagi karena kebengalannya.

Tiap anak memiliki karkater sendiri, serta sifat-sifat yang kompleks. Banyak orang tua yang penuh tanggung jawab, merasa harus bisa menyamaratakan perasannya pada anak-anaknya, dan orangtua perlu tahu bahwa,

Ø  Setiap orang ingin disukai karena dirinya sendiri
Ø  tidak dibandingkan dengan orang lain, begitu juga dengan anak-anak kita.

Tindakan terbaik orangtua adalah menyadari bhwa mereka hanya manusia biasa, dengan segala kelebihan dan kekurangan baik yang rasional maupun tidak rasional.
v  Perasaan kita yang wajar kepada semua anak,
v  menyukai kebaikannya,
v  membantu megatasi tingkahlaku yang kurang baik, adalah pemberian kita yang terbaik kepadanya.

Apabila kita selalu mempertanyakan keadilan itu, rekasi-reaksi kita tidak lagi sewajarnya. Bukankah penghargaan tulus yang diinginkan?

cara-menjadi-orangtua-ideal-google


Terkadang ada orangtua yang merasa tidak sabar secara terus-menerus terhadap salah satu anak. Dari beberapa saudaranya, ada satu anak yang selalu dianggap keliru. Anka-anak itu biasanya anak ketiga tau keempat, jarang sekali anak pertama. Dari sebuah survey setiap anak, dari keluarga mana saja dan anak keberapa saja, mempunyai kemungknan yg sama.

Perasaan tidak sabar terhadap anak tertentu juga bisa
    ·  Berasal dari persamaan karakter  dengan orangtua  sendiri, yang dengan susah payah                           mengatasinya.

Misalnya, seorang ayah yang sangt pemalu ketika kecil, meski kini sudah tidak pemalu, kesengsaraan yang pernah dialami belum lenyap.  Dia akan kecewa terhadap anaknya yang bersifat begitu pemalu. Seakan-akan ketakutan peristiwa yang lalu akan terulang lagi.

   2.    Menyesuikan diri dengan nenek (mertua)
Seorang ibu atau ayah harus berkeyakinan bahwa mereka bertanggung jawab atas bayi mereka dalam hak moral maupun pelaksanaanya. Jadi merekalah yang wajib membuat keputusan.

Perbedaan cara berpikir antara dua wanita merupakan persoalan perbedaan antara dua kepribadin. Sekalipun sesungguhnya keduanya akan melakukan tindakan yang sama.

Tatacara megasuh anak memang mengalami perubahan besar akhir-akhir ini, sehingga para nenek yng mendapat nasehat pada masa mudanya tidak bisa memahami cara-cara tersebut. Sebaiknya  keluarga yang baru, memisahkan diri dari orangtua masing-masing.

Kakek nenek (mertua) juga tidak akan mudah ikut campur mengenai urusan mengasuh anak. Ini hanya untuk permulaan saja, tetapi untuk selanjutnya ayah ibu akan lebih bersyukur mendapat nasehat- nasehat penting dari orang yang bena-rbenar berpengalaman

    3.    Perselisihan ayah dan ibu
Secara teoretis anak lebih baik tumbuh bersama orangtua yang selalu serasi. Perlu diingat jangan sampai anak melihat contoh kemarahan yag kasar dan berlebih-lebihan dari ayah ibunya sendiri.
Demikianlah, kalau anak menjumpai orangtua bertengkar, lebih baik dijelaskan apa-apa yang terjadi dan apa yang tidak, sehingga dia tidak terganggu.

   4.    Ibu juga perlu hiburan
Perasaan terkurung dan terpencil bisa membuat frustasi, bahkan pada ibu yang paling cinta keluarga sekalipun. Banyak kaum wanita yng mengakui, bahwa satu-satunya tidak enakan setelah menikah dan punya anak adalah hilangnya kebebasan.

Oleh karena itu untuk para ibu-ibu lakukanah kegiatan-kegiatan di luar rumah seperti mengikuti PKK kampung, atau sesekali mengadakan liburan bersama keuarga. Hal itu akan menjadikan sebagai momen penghilang stress, terutama bagi ibu yang pekerjaannya hanya monoton dirumah saja.

Sumber:
Norr Maryam. (1991). Orangtua Permasalahan dan Upaya Mengatasinya. Terj. Spock Benyamin. Problems of parents. Semarang: effhar & dahara prizeHelmawati. (2014). Pendidikan Keluarga Teoretis dan Praktis. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Gambar: google


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Menjadi Orangtua Ideal Rating: 5 Reviewed By: winnie-winnierdab