728x90 AdSpace

Latest News
Friday, April 27, 2018

Cara Bertaubat Yang Diterima


Secara etimologis (bahasa), taubat berasal dari kata kerja taaba yang memiliki makna pulang, kembali, dan penyesalan.

sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang megerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana “(Qs. An-Nisa’ : 17)

Sebelum masuk dalam pembahasan taubat itu sendiri, kita akan membahas mengenai klasifikasi dosa. Berikut penjelasan tentang pokok-pokok dosa, yang merupakan inti dari dosa-dosa lainnya.

1.      Dosa mulkiyyah atau rububiyyah
Dosa mulkiyah atau ruhubiyah disebabkan seorang hamba melakukan suatu perbuatan berupa meniru sifat ruhubiyyah Allah swt. seperti sifat agung, kuasa, dan bertindak sombong menuruti kemuannya sendiri di muka bumi, senang memerintah seseorang hamba untuk menyembah hanya kepadanya, dan lain-lain.

2.      Dosa syaithaniyyah
Dosa ini diperuntukkan pada seorang hamba yang memiliki kemiripan dengan perbuatan syaitan. Kategori dosa ini bersifat hasad, aniaya, menipu, berkhianat, membuat tipu daya, memperindah kemaksiatan, melakukan kebid’ahan dalam agama.

3.      Dosa sabi’iyah
Dosa sabu’iyah (berperangai seperti binatang buas) akan mengakibatkan kemarahan, pertumpahan darah, dan kedengkian. Selain itu, dapat membuat pelakunya menyiksa orang-orang yang lemah serta dapat mendorong sesorang untuk melakukan pembunuhan.

4.      Dosa bahiimiyyah
Derbuatan bahiimiyyah (berperangai seperti binatang) akan muncul kejahatan, kebengisan, keinginan kuat untuk mmenuhi nafsu seksual sehingga menimbulkan perzinaan dan nafsu makan sehingga menimbulkan pencurian seperti tamak, kikir, bakhil.

Setiap perbuatan dosa itu dapat menyeret ke dalam kubangan dosa-dosa yang lain, hal itu dikarenakan dosa-dosa itu adalah bagian-bagian yang saling mengait.
cara-bertaubat-yang-diterima-(google)


Pintu Taubat Selalu Terbuka
Dengan kemurahan-Nya Allah swt. memrintahan hambanya yang berbuat dosa untuk bertaubat. Dia telah berjanji akan mengabulkannya, baik taubat tersebut dari orang-orang kafir, musyrik, munafik, maupun dari orang-orang yang selalu berbuat kemaksiatan kepada-Nya.

“Dan kembalilah kamu kepada Rabbmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang adzab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (Qs. Az-Zumar:54)

Keutamaan Taubat
        1.      Taubat merupakan sebab untuk mendapatkan kemenangan
        2.      Dengan taubat dosa-dosa akan terhapus
        3.      Dengan taubat semua kejelekan yang pernah dilakukan diganti dengan kebaikan 
        4.      Taubat merupakan sebab mendapatkan kenikmatan yang baik (terus-menerus)
        5.      Taubat merupakn sebab turunnya hujan lebat, serta banyaknya harta dan keturunan
        6.      Allah swt. mencinta taubat dan orang-orang yang bertaubat
        7.      Allah swt. bergembira dengan taubat orang-orang yang bertaubat
     8.   Taubat akan memberikan pengaruh positif yang sangat besar pada diri seseorang, yang tidak didapati pada selainnya
       9.      Denga taubat, seseorang hamba akan merasakan kehinaan dan hatinya luluh di hadapan Allah swt.
       10.  Agar seseorang hamba dapat mengenal jati dirinya
       11.  Mengetahui kejelekan diri agar tidak terperosok ke dalamnya.
                                          
Seorang hamba yang bertaubat harus melakukannya dengan sungguh-sungguh, mampu menjalankan beberapa hal berikut:
     1.      Meninggalkan perbuatan dosa.
     2.      Menyesali apa yang pernah dilakukan, setidaknya ada perasaan menyesal terhadap perbuatan itu.        Adapun kuat dan lemahnya penyesalan, tergantung dari kualitas taubat.
     3.      Mengetahui kehinaan perbuatan dosa.
     4.      Keinginan keras dalam hati untuk tidak mengulangi perbuatan maksiat itu lagi.
     5.      Memperbaiki apa saja yang mungkin dikerjakan, seperti mengembalikan barang yang dimbil dan semisalnya.


____________________________________________
Sumber:
muhibburrahman.2007. cara bertaubat menurut al-Qura’an dan as-Sunnah.pustaka imam asy-syafi’i: Jakarta, terj. Syaikh Muhammad bin Ibrahim al-Hamd. 1421H. At-Taubah Wadziifatul ‘Umar. Daar Ibnu Khuzaimah-Riyadh
Abu Firly Bassam Taqiy.2009. Agar Allah selalu memberi Jalan Keluar ketika persoalan hidup terasa menghimpit. Hikam Pustaka:Yogyakarta
gambar: google

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Cara Bertaubat Yang Diterima Rating: 5 Reviewed By: winnie-winnierdab