728x90 AdSpace

Latest News
Saturday, April 21, 2018

Cara Mencegah Infeksi pada Bayi (Secara Umum dan Khusus)

Pada artikel sebelumnya, sudah dibahas mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan infeksi. Mulai dari pengertian, gejala, dan juga bagaimana cara mnecegahnya.
Maka, pada artikel kali ini akan dibahas mengenai cara mencegah infeksi secara spesifi lagi. 


Dalam buku yang ditulis oleh Ai Yeyeh dan teman-temannya, dikatakan bahwa cara mencegah infeksi pada bayi baru lahir dapat dikelompokkan menjadi dua, pertama ialah menceganya secara umum, dan yang kedua mencegahnya secara khusus. 

1.       Secara umum

Pencegahan infeksi pada bayi seharusnya sudah dilakukan sejak masa antenatal. Dalam kamar bersalin harus ada pemisah antara bagian-bagian yang septik dan bagian yang septik dan pemisah tersebut bersifat harus sempurna. Pemisahan dalam hal ini melingkupi ruangan, tenaga perawatan, alat kedokteran dana tentunya ialah alat perawatan. 
 Sebaiknya, ibu yang akan masuk ke kamar bersalin mandi dulu, dan menggunakan baju khusus yang biasa digunakan untuk kamar bersalin.
Saat kelahiran bayi, ibu harus diberi pertolongan secara aseptic. Suasana kamarnya haruslah sama dengan kamar operasi. Alat-alat yang akan digunakan dijamin kesterilannya. 

Pada ruangan bayi, sebelum dan sesudah merawat bayi haruslah mencuci tangan terlebih dahulu. Dan sabun yang digunakanpun seharusnya ialah sabun antiseptic, atau jika dengan menggunakan sabun biasa bisa saja,  namun harus mencucinya selama lebih dari satu menit. Di dalam ruangan, perawat wajib menggunakan jubah steril, sandal khusus, di dalam ruangan tidak diperkenankan banyak bicara, jika dokter memiliki gangguan saluran pernafasan, maka ia tidak diperkenankan memasuki ruangan, kalaupun ia harus masuk, maka ia wajib menggunakan masker pelindung mulut dan hidung dengan double tissue. 

Air susu ibu yang sudah dipompa, sebelum pada akhirnya diberikan pada bayi harus dilakukan secara bersih, setiap bayi meski mempunyai tempat sendiri untuk pakaian, thermometer, kassa, dan lain-lainnya. 

2.       Secara khusus

Dengan memberikan antibiotika, yang hanya diberikan untuk tujuan dan indikasi yang jelas. Misalnya ketika ketuban pecah lebih dari 24 jam, air ketuban keruh, infeksi umum pada ibu, partus lama dengan banyak tindakan intravaginal, resusitasi yang berat, dan sebagainya. 

Di satu pihak, penggunaan antibiotika yang amat banyak dan tidak terarah merupakan sebuah awal munculnya strain kuman yang bertahan dan penumbuhan furqus yang berlebihan, misalnya ialah candida albicans.
Sebaliknya, pemberian antibiotika terlambat, maka sangat sering mengakibatkan kematian. Berdasarkan beberapa hal-hal di atas, dapat diambil kebijakan bahwa kemampuan pengamatan klinik dan monitoring laboratorium cukup baik, sebaliknya tidak perlu memberikan antibiotika sebagai dalih pencegahan, antibiotika baru boleh diberikan ketika mulai terlihat gejala-gejala infeksi. 

Seandainya kemampuan tersebut tidak ada, maka pemberian antibiotika adalah sebuah solusi pertanggungjawaban sebagai upaya pencegahan berupa ampisilin 100 mg/kg berat badan, dan kanamisin 15 mg/kg berat badan selama 3 hari sebagai pengganti kamasin dapat diganti dengan gentamasin. 

Maka, dengan melihat seringnya terjadi kematian diakibatkan oleh infeksi ini, menjaga kesehatan, memelihara kebersihan, adalah hal yang perlu diperhatikan oleh Ibu dan dokter saat persalinan. Hal-hal yang dianggap sepele bisa saja merenggut nyawa bayi. Sebagaimana telah dijelaskan di atas, bahwa rata-rata infeksi menyebabkan kematian adalah karena alat-alat yang digunakan tidak terjaga kebersihannya atau kesterilannya. 



Referensi :
Gambar : Google

Dwi Maryanti, dkk. Buku Ajar Neonatus, Bayi dan Balita. Trans Info Media
 Ai Yeyeh Rukiyah, dkk. Asuhan Neonatus, Bayi dan Balita. Trans Info Media
 Ngastiyah. Perawatan Anak Sakit. Penerbit Buku Kedokteran



  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Cara Mencegah Infeksi pada Bayi (Secara Umum dan Khusus) Rating: 5 Reviewed By: Anita aa