728x90 AdSpace

Latest News
Saturday, April 21, 2018

Cara Mencegah Infeksi pada Bayi


Terjadinya infeksi pada bayi yang baru lahir (neonatus) sangat mungkin terjadi, bahkan amat besar kemungkinannya, hal ini disebabkan karena bayi belum memiliki kemampuan yang sempurna sebagaimana orang anak-anak atau orang dewasa. 

Hal ini membuat perlindungan dari orang lain dan orang di sekitarnya sangat diperlukan. Bayi baru lahir bersesiko tinggi terinfeksi dapat dilihat melalui : ibu menderita eldampsia, ibu dengan diabetes mellitus, ibu memiliki penyakit bawaan, dan kemungkinan bayi yang terkena infeksi tersebut sangat erat kaitannya dengan riwayat kelahiran (persalinan yang lama, persalinan dengan tindakan ekstrasi cunam/vakum, seksio sesarea), ketuban ibu pecah dini, air ketuban berwarna hijau dan berbentuk kental, kedua ialah riwayat bayi baru lahir (trauma ahir, lahir kurang dari seharusnya, bayi kurang mendapatkan cairan dan kalori, hipotermia pada bayi). 

Bayi yang baru saja lahir amat rentan dengan infeksi yang diakibatkan oleh paparan atau kontaminasi mikroorganisme selama persalinan berlangsung, atau beberapa saat setelah persalinan berlangsung.
Infeksi pada neotanus akan lebih sering ditemukan pada bayi yang lahir dengan berat badan yang rendah. Infeksi ini atau infeksi pada neonatus ini dapat melalui beberapa cara.

 Blame, membaginya menjadi tiga, pertama ialah infeksiantenal yang merupakan kuman janin telah mencapai dengan melalui peredaran darah ibu ke plasenta. Tidak hanya melewati, namun kuman tersebut terus berkembang biak sampai masuk ke janin. 

kedua infeksi intranatal yaitu infeksi dengan cara kuman masuk ke vagina, lalu naik ke dalam rongga amnion, setelah itu ketuban akan pecah.  dan yang terakhir infeksi postbatal yang merupakan infeksi yang terjadi setelah proses kelahiran bayi, biasanya akan menyebabkan kematian sesudah bayi lahir sebagai akibat penggunaan alat atau penggunaan alat yang tidak bersih atau tidak steril. [1]


Ada beberapa langkah yang meski dilakukan dalam rangka untuk mencegah infeksi pada bayi :

1.       Cucilah tangan dengan seksama, baik sebelum ataupun sesudah melakukan kontak dengan bayi. 

2.       Gunakanlah sarung tangan yang bersih ketika menangani bayi yang belum dimandikan. 

3.       Pastikan, bahwa semua perlengkapan/peralatan, termausk di dalamnya klem gunting dan benang tali pusar telah didesinfeksikan tingkat tinggi, atau bahasa sehari-harinya ialah steril. Apabila bayi menggunakan bola karet untuk dihisap, maka pakailah yang bersih dan masih baru. Yang perlu diperhatikan adalah jangan menggunakan bola karet penghisap untuk lebih dari satu bayi. 

4.       Pastikan segala perlengkapan bayi, mulai dari handuk, pakaian, selimut, kain dan lain sebagainya yang digunakan bayi selalu dalam keadaan bersih. 

5.       Pastikan bahwa timbangan, pita pengukur, thermometer, stetoskop dan benda-benda lainnya yang nantinya akan digunakan/akan bersentuhan dengan bayi dalam keadaan bersih (dekontaminasi dan cuci setiap kali disterilkan sebelum digunakan).[2]

Infeksi yang terjadi pada bayi sangat mudah menyebar dan meluas, sehingga dapat membuat gejalanya tidak tampak. Oleh karenanya, seorang ibu diharapkan untuk terus menerus memantau anaknya, sebab jika tidak, akan menyadari infeksi ketika sudah menyebar luas. Gejalanya dapat dilihat ialah, bayi akan malas minum, gelisah, dan fkeruensi pernafasan akan meningkat, berat badan juga akan tiba-tiba turun, pergerakan tulang kurang, diare dan kejang.
Oleh karena itu, terus pantai anak anda. 


Referensi :
Gambar : Google

Dwi Maryanti, dkk. Buku Ajar Neonatus, Bayi dan Balita. Trans Info Media
 Ai Yeyeh Rukiyah, dkk. Asuhan Neonatus, Bayi dan Balita. Trans Info Media
 Ngastiyah. Perawatan Anak Sakit. Penerbit Buku Kedokteran





[1] Ai Yeyeh Rukiyah, dkk. Asuhan Neonatus, Bayi dan Balita. Hlm. 42
[2] Dwi Maryanti, dkk. Buku Ajar Neonatus, Bayi dan Balita. Hlm. 25
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Cara Mencegah Infeksi pada Bayi Rating: 5 Reviewed By: Anita aa