728x90 AdSpace

Latest News
Friday, April 20, 2018

Cara Memahami Kepribadian Anak



Aspek-Aspek Pengembangan Kepribadian
Bermacam-macam kepribadian sudah jelas terlihat pada anak-anak usia taman kanak-kanak maupun lebih muda lagi.
  1. Pendiam atau penurut, dan mungkin masih bersifat demikian bertahun-tahun kemudian. Anak lain bersifat aktif dan berdikari.
  2. Penuh rasa ingin tahu, selalu mempelajari hal-hal baru dengan teliti. Sampai dewasapun sifatnya akan demikian.
  3. Ada juga anak yang mencoba mainan baru dan tergesa-gesa.
  4. Anak usia 3 tahu.
    • Memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Dia tenag-tenang saja berada dalam situasi apa pun.
    • Anak seumur yang lain segera gelisah sedikit saja diganggu
    • Anak lain lagi suka berteman, makin banyak orang di sekitarnya makin bahagialah dia. 
     5. Ada juga anak yang memyendiri, menyingkir setiap ada teman baru atau banyak orang.
Lima, bahkan sepuluh tahun kemudian anak-anak itu mungkin masih memiliki sifat yang demikian.
 
mengembangkan-kepribadian-anak-google
Walau begitu, para psikolog atau psikiater mengatakan bahwa pembawaan-pembawaan berupa tingkahlaku sosial khusus seperti,
1.      Kejujuran atau kaculasan
2.      Kepatuhan atau kurang tanggungjawab
3.      Hemat atau boros
4.      Pemabuk atau bukan
5.      Taat peraturan atau suka melanggar

Bukan diperoleh dari warisan melainkan dari pengalaman hidup. Jauh bedanya dengan sifat-sifat umum seperti pada pembahasan sebelumnya.
                       
Perbedaan Antara Anak Perempan Dengan Anak Laki-Laki
Sejak lahir sudah ada perbedaan antara anak perempuan dengan anak laki-laki. 
                          1.     Pada usia tiga/ empat tahun persaan ank-anak sangat jelas terbaca. Anak laki-laki biasanya                   memiliki rasa nyaman terhadap ibu. begitu juga perasaan anak perempuan normal terhadap                 ayah.
                          2.    Pada usia enam tahun keatas, anak-anak mulai memandang dunia secara nyata.  Anak laki-laki            memasang sikap bermusuhan terhadap anak perempuan  dan lebih mendekatkan diri dengan                sekolah dan teman-teman.
                       3.    Setelah melewati masa adolesen, anak laki-laki mengembangkan diri  pada bidang-bidang                   yang dipilihnya. Demikian juga anak perempuan.
                       4.      Perbedaan yang tajam antara kedua jenis itu tampak pada sikap terhadap bahaya. Sudah                       ditakdirkan bahwa pria selalu meragukan, meskipun sedikit, keberaniannya, kemampuannya               untuk      bersaing dan kejantanannya.

Kaum wanita tidak hanya risau mengingat resiko yang dihadapi, tetapi mereka juga risau oleh semangat mereka dalam mengerjakannya. Tentu saja bukan berarti laki-laki tidak butuh pertolongan,  mereka hanya memperlambat kepasrahan.

Pada Masa Kanak-Kanak, Belajar Adalah Proses Tanpa Akhir
Mempelajari sesuatu yang baru adalah masalah yang tidak sederhana a anak. Dan hampir selalu melalui tiga fase. Yaitu,
        1.      fase mencoba tanpa mampu mengerjakannya, kemudian setelah kemampuan itu terkuasai,
        2.      mengerjakannya terus menerus tanpa mengetahui manfaatnya,
        3.      fase ketiga adalah ketika dia sudah pandai mempergunakan kemampuannya itu.
Begitulah tiga fase yang dilalui selama dia belajar menguasai kemampuan tertentu.  

Fase pertama dan fase kedua bisa dinilai sebgai “dorongan”, dorongan untuk mencoba dan dorongan untuk melakukan, tanpa memahami artinya.

Fase ketiga adalah tingkat yang dinilai sebagai “kelengkapan”. Dia benar-benar telah menguasi dan menggabungkan kemampuan barunya bersama-sama kemampuan lain, untuk dipergunakan bilamana perlu.

Demikianlah, sejak lahir terus berlangsung fase-fase yang berurutan tersebut, sampai nanti dia menjadi dewasa. Setiap pengalaman membuatnya belajar tentang keahlian dan sikap-sikap baru. Seorang anak tidak pernah lepas dari hasrat untuk mencoba, mengalami, berlatih, dan akhirnya ketentraman.

Nah, disinilah letaknya tugas orangtua yang terpenting. Orangtua harus bisa mengontrol secara wajar.  Orangtua harus bisa memahami keadaan anak tersebut, sehingga mempunyai lebih banyak kesempatan untuk memberi bimbingan.


________________________________________
Sumber:
Norr Maryam. (1991). Orangtua Permasalahan dan Upaya Mengatasinya. Terj. Spock Benyamin. Problems of parents. Semarang: effhar & dahara prize
Helmawati. (2014). Pendidikan Keluarga Teoretis dan Praktis. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Gambar: google


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Cara Memahami Kepribadian Anak Rating: 5 Reviewed By: winnie-winnierdab