728x90 AdSpace

Latest News
Wednesday, April 18, 2018

Cara Menghadapi Perilaku Anak


Kekhawatiran dan Perlindungan yang Berlebihan Terhadap Anak

    A.    Kemarahan Anak Terhadap Orangtua
Ketika masih kanak-kanak saya tidak pernah memberitahu ibu bahwa saya sangat mendongkol kepadanya. Sering saya merasa diperlakukan tidak adil, meski melakukan pekerjaan rumah tetapi tetap saja dimaharahi setiap hari.

Seorang anak bisa menyimpan dalam-dalam perasaan tidak senangnya itu. Namun reaksi yang timbul dikemudian hari, bisa menyebabkan di menderita phobi terhadap hal-hal tertentu atau mengidap psikosomatis, yaitu penyakit yang timbul akibat sebab-sebab kejiwaan.

cara-menghadapi-perilaku-anak-google

Beberapa cara yang dapat membantu penyembuhan penyakit phobia tau psikosomatis adalah:
  1. Menerangkan bahwa setiap orang pasti pernah merasa jengkel sekalipun kepada orang yang dicintai. Jika kemarahan itu diperlihatkan ke orang tua, kasih sayang mereka tidak akan berkurang.
  2. Membimbingnya dalam mengakui perasaan itu dengan penuh kesabaran.
  3. Ajak sedikit -demi sedikit mengatasi perasaan marahnya, juga rasa bersalahnya, dengan membicarakannya.
  4. Mengajak berbincang-bincang, dan
  5. Membiarkannya tersalur dalam tindakan.                                                                                    Jika orangtua menyadari, memang merekalah yang bersalah, jangan segan-segan mengakui. Jika anak yang kesal dan mulai mengumpat misalnya,  jelaskanlah bahwa tindakannya itu tidak sopan, namun sekali lagi jangan menggunakan nada tinggi.


    B.     Anak-Anak Cengeng
Pernahkah anda melihat anak-anak yang sedang bermain bersama tapi kemudian ada satu anak yang selalu diganggu oleh teman-temannya?
Anak yang selalu diganggu mereka adalah anak yang menimbulkan daya tarik bagi para penggoda maupun anak lain yang biasanya suka damai.

cara-menghadapi-perilaku-anak-google

1.      Anak yang selalu diganggu biasanya anak yang mudah tersinggung.
Misalnya ada anak yang tenang bermain, tetapi begitu ada yang mencoba mengganggu dia segera berteriak-teriak, mengejar para penggoda yang berkeliling disekitarnya.
2.      Anak yang penakut atau pemalu
Anak-anak ini menghadapi anak lain dengan ekspresi wajah curiga dan tidak ramah. Mereka ini biasanya tidak langsung menyerang, tetapi terlihat khawatir anak lain mnyerangnya.

Ibu yang terlalu khawatir dan terlalu melindungi anaknya, anak itu beranggapan dia hanya aman bersama ibunya. Anak yang ramah dan percaya diri tidak akan sering digoda.

    C.     Luka Dan Gangguan Kesehatan
Perbedan sikap terhadap anak laki-laki dan perempuan berpengaruh dikemudian harinya. Anak laki-laki biasanya tidak diperbolehkan menangis atau melapor kepada ibu jika dia terjatuh. Dia harus mengatasinya sendiri.

Anak-anak perempuan diberi lebih banyak kelonggaran dalam memperlihatkan perasaan, mendapat pertolongan jika situasi memerlukan.

Anak-anak pada usia tiga, empat tahun paling sensitive terhadap sakit, atau luka. Hal itu disebabkan karena sebagian mereka memang memiliki rasa ingin tahu yang besar, tentang sebab gejala sesuatu akibat-akibatnya. Anak usia tiga , empat tahun mudah sekali khawatir akan rasa sakit, luka atau darah.

Meskipun orangtua lebih baik tidak terlalu khawatir, mereka juga tidak perlu terlalu keras. Bersikaplah realistis, menjelaskan bahwa luka itu ada bermacam-macam dan juga cara mengobatinya. Jika anak terlalu rewel terhadap lukanya yang tidak berarti, ibu menentramkannya dengan simpati secukupnya, lalu segera mengalihkan perhatian anak.

Ada ibu yang mudah panik oleh suatu penyakit bisa terjadi anak-anaknya pun akan bersikap sama. Tetapi tidak baik pula jika anak sering mengabaikan penyakitnya sendiri, karena dia pun nanti dapat mengabaikan penyakit orang lain. Kemudian akan menjadi tidak baik untuk anak itu sendiri karena dianggap tidak pernah  mendengar keluhan-keluahan sakit orang lain.



_____________________________________ 
 Sumber:
Norr Maryam. (1991). Orangtua Permasalahan dan Upaya Mengatasinya. Terj. Spock Benyamin. Problems of parents. Semarang: effhar & dahara prize
Helmawati. (2014). Pendidikan Keluarga Teoretis dan Praktis. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Gambar: google


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Cara Menghadapi Perilaku Anak Rating: 5 Reviewed By: winnie-winnierdab