728x90 AdSpace

Latest News
Sunday, May 20, 2018

Cara Mengatasi Fraktus Humerus pada Bayi


Fraktur humerus pada umumnya terjadi pada bayi yang baru saja lahir dengan letak sungsang yang letak tangan menjungkit ke atas. Biasanya, fraktus humerus ini ditandai dengan tidak adanya gerakan tungkai spontan, tidak adanya reflek moro. 

Penanganan fraktur humerus ini dapat saja optimal, apabila dilakukan 2-4 minggu dengan imobilisasi tungkai yang mengalami fraktur. Kesukaran ketika melahirkan tangan yang menjungkit merupakan penyebab dari terjadinya tulang humerus yang fraktur. Pada kelahiran, presentasi kepala dapat saja ditemukan pada fraktur ini, apabila ditemukan adanya tekanan keras dan lansung pada tulang humerus oleh tulang pelvis. 

Kelainan ini bisa saja terjadi karena adanya kesalahan teknik dalam melahirkan lengan pada presentasi kepala atau pada sungsang dengan lengan menumbang ke atas. Biasanya, sisi yang terkena tidak akan dapat digerakkan dan reflex moro sisi tersebut akan menghilang. 

Jenis fraktur ini sangat sering terjadi pada orang  bayi laki-laki daripada perempuan dengan umur 45 tahun dan sering berhubungan dengan olahraga, pekerjaan atau kecelakaan. Sedangkan, pada usila prevalensi cenderung lebih banyak etrjadi pada wanita yang berhubungan dengan adanya osteoporosis yang terkait dengan perubahan hormone.

Gejala secara klinis yang dapat diperhatikan ialah, berkurangnya gerakan tangan yang sakit, reflex moro asimetris, dapat terabanya deformitas dan krepotasi di daerah fraktus yang disertai dengan rasa sakit, dan bayi akan menangis pada gerakan pasif. 

Biasanya, fraktur dapat saja terjadi di daerah diafasi, diagnose pasti ditegakkan dengan pemeriksaan radiologic.
Cara mengatasi fraktus humerus ini tidak dapat dilakukan seorang diri, atau tidak dapat dilakukan di rumah, melainkan ia membutuhkan dokter, dan rumah sakit yang memiliki perlengkapan yang mendukung. 

Penatalaksaan secara subjektifnya ialah, ibu meski mengatakan bayinya baru saja lahir selama dua hari, dan dengan keadaan sungsang. Ibu dapat mengatakan gerakan tangan bayi sangat kurang sekali, dan bayinya selalu menangis apabila tangannya dipegang. 

Penatalaksanaan secara obyektif ialah dengan, yang pertama reflex moro asimetris, terabanya deformitas dan krepotasi di daerah fraktur yang disertai denganrasa sakit. Yang ketiga, terjadinya tangisan pada bayi saat melakukan gerakan pasif, dan yang etrakhir adalah letak fraktur pada umumnya terjadi di daerah diafisi. Diagnose yang pasti ditegakkan dengan pemeriksaan radiologic. 

Perencanaan yang dapat dilakukan adalah dengan, 
1.       Dokter meski menjelaskan dengan rinci hasil pemeriksaannya kepada orangtua bayi.
2.       Dokter menjelaskan kepada orangtua bayi mengenai apa saja yang dimaksud dengan fraktur humerus.
3.       Dokter memberikan bantalan kapas atau kasa antara lengan yang terkena dan dada dari ketiak sampai dengan siku.
4.       Membalut lengan atas sampai dengan dada dengan kasa pembalut.
5.       Memfleksikan siku sebanyak Sembilan puluh derajat Celsius dan membalut dengan kasa pembalut lain, balut dengan lengan atas secara menyilang di dinding perut. Perlu diyakinkan bahwa tali pusat tidak tertutup oleh kasa pembalut.
6.       Dokter meski menasehati ibu agar kembali setelah sepuluh hari kemudian untuk mengganti pembalut. 

Maka, melihat beberapa gejala di atas, dan penanganan yang diberikan oleh dokter, seorang ibu meksi cermat dan mentaati, apalagi yang berkaitan dengan sepuluh hari pasca pemasangan pembalut, ibu harus datang kembali agar pembalut diganti oleh pihak dokter.
Ketika dua hari mengalami gejala sebagaimana dijelaskan di atas, segera bawa bayi ibu ke dokter, agar tidak terjad sesuatu yang tidak diinginkan.

Referensi :
Dwi Maryanti, dkk. Buku Ajar Neonatus, Bayi, dan Balita.
Ai Yeyeh, dkk. Asuhan Neonatus, bayi, dan Anak Balita. 


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Cara Mengatasi Fraktus Humerus pada Bayi Rating: 5 Reviewed By: Anita aa