728x90 AdSpace

Latest News
Sunday, May 20, 2018

Cara Mengatasi Fraktus Klavikula pada Bayi

Pada artikel sebelumnya, sudah dibahas mengenai fraktur humerus, gejala-gejala, beserta beberapa cara penanganannya, maka pada artikel kali ini juga masih akan membahas mengenai fraktur, namun dengan fraktur yang berbeda, yaitu fraktur klavikula. 

Fraktur tulang klavikula merupakan sebuah trauma tulang pada bayi saat lahir. Trauma Pada tulang sering ditemukan denga  trauma tulang lainnya.
Trauma ini ditemukan pada kelahiran letak kepala bayi yang mengalami kesulitan pada saat dilahirkan pada bagian bahu, atau sering pula ditemukan pada saat ibu mehirkan bahu, atau sering juga terjadi pada saat lahir letak sungsang dengan tangan yang menjungkit ke atas. 

Tanda atau gejala yang dapat dilihat pada bayi yang mengalami fraktur klavikula ini antara lainnya ialah, bayi tidak dapat atau tidak mampu menggerakkan bahunya secara bebas pada sisi yang terkena, adanya krepitasi dan ketidakteraturan pada tulang, terkadang terjadi perubahan warna pada sisi fraktur, tidak terdapat reflex moro pada sisi yang terena, terdapat spasme otot sternokleidomastoideus yang disertai dengan hilangnya depresi supraklavikular pada daerah fraktur. 

Fraktur dapat memungkinkan terjadi apabila terdapat kesulitan mengeluarkan bahu pada saat persalinan. Hal ini dapat saja timbul pula pada persalinan presentasi kepala dengan anak besar atau kelahiran sungsang dengan membumbung ke atas. 

Gejala yang tampak saat keadaan seperti ini adalah kelemahan lengan pada sisi yang terkena disertai menghilangnya reflex moro pada sisi tersebut.  Ada beberapa hal yang meski diperhatikan terhadap kemungkinan-kemungkinan adanya trauma lahir klavikula ini, di antaranya ialah :

1.       Gerakan tangan bayi, antara yang kanan dan kiri tidak seimbang, atau tidak sama.
2.       Reflex mono asimetris.
3.       Pada saat dirababa pada bagian tulang klavikula, bayi akan menangis.
4.       Gerakan tangan yang pasif akan sakit disertai dengan riwayat persalinan yang sukar.
Sehingga, dengan beberapa gejala yang tampak dan beberapa kemungkinan yang terjadi pada bayi yang sudah disebutkan di atas, Ibu dapat memperhatikan bayi ibu dengan cermat, apakah bayi tersebut mengalami beberapa gejala tersebut atau tidak. 

Cara mengatasi kelainan ini, biasanya hanya dapat dilakukan oleh dokter, sehingga, penatalaksanaan kelainan ini terbagi menjadi dua, dan ditambah dengan planning oleh dokter.
Penatalksanaan secara subjektik, ibu dapat mengatakan kepada dokter, bahwa bayi anda telah berumur satu hari, dan lahir dalam keadaan sungsang. Kemudian, ibu dapat mengatakan kepada dokter bahwa gerakan tangan kiri dan kanan pada bayi tidak sama, dan yang terakhir ibu mengatakan bahwa bayinya menangis saat dipegang bagian tangannya. 

Sementara itu, penatalaksanaan secara objektif ialah, memperhatikan keempat gejala yang sudah disebutkan dan di atas. 

Planning yang dapat dilakukan ada enam,
1.       Dokter menjelaskan secara rinci hasil pemeriksaan kepada orangtua bayi.
2.       Dokter menjelaskan kepada orangtua si bayi mengenai apa yang dimaksud dengan fraktur klavikula.
3.       Dokter melakukan penanganan, seperti pada fraktur humerus apabila bayi tampak kesakitan.
4.       Dokter menjelaskan kepada orangtua bayi, bahwa apabila tidak ada keluhan meskipun ditemukan fraktur greenstick atau fraktur yang masih ada pertautan tulangnya, atau fraktur yang benar-benar terpisah atau lepas pada bayi yang baru lahir (neonatus) tidak perlu lagi difiksasi.
5.       Dokter menjelaskan kepada orangtua bayi bahwa periode penyembuhan biasanya akan memakan waktu sekitar tiga minggu.
6.       Dokter menasehati ibu agar kembali lima heri kemudian untuk mengganti pembalut. 

 Referensi
Dwi Maryanti, dkk. Buku Ajar Neonatus, Bayi, dan Balita.
Ai Yeyeyh, dkk. Asuhan Neonatus, Bayi, dan Balita.


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Cara Mengatasi Fraktus Klavikula pada Bayi Rating: 5 Reviewed By: Anita aa