728x90 AdSpace

Latest News
Sunday, May 6, 2018

Cara Mengatasi Omfalokel pada Bayi

Banyak sekali jenis penyakit yang terjadi pada bayi. Mulai diakibatkan oleh faktor keturunan, ada pula yang diakibatkan oleh ketidaktelitian, adapula penyakit bawaan. Salah satu penyakit yang terjadi pada bayi tersebut ialah omfalokel. Ia merupakan sebuah penyakit yang ada pada anak yang baru saja lahir, dan merupakan penyakit kelainan bawaan pada bayi. 

Omfalokel merupakan sebuah penonjolan dari usus atau isi perut lainnya yang terjadi melalui akar pusar yang hanya dilapisi oleh peritoneum atau selaput perut dan tidak dilapisi oleh kulit. Penyebab dari onfalokel ini tidak diketahui. Pada skeitar 25 – 40 persen bayi yang mengalami penyakit ini disertai oleh kelainan bawaan lainnya seperti kelainan kromosom, hernia diafragmatika dan juga kelainan jantung. 

 Omfalokel terjadi pada 1 dari 5.000 kelahiran, usus terlihat dari luar melalui selaput perioteum yang sangat tipis dan transparan atau tembus pandang. Mengenai jumlah dan bentu tonjolan omfalokel memiliki banyak variasi, tergantung pada besarnya lubang di pusar pada bayi. 

Jika lubang pusar pada bayi kecil, maka mungkin hanya usus yang menonjol, namun apabila lubang pusarnya besar, maka kemungkinan besar, hatinya juga akan menonjol melalui lubang tersebut.
Pengertian lain dari omfalokel ini ialah kelainan bawaan yang disebabkan kegagalan alat untuk kembali ke rongga abdomen pada saat usia janin berumur 10 minggu. Angka kematian amat tinggi, apabila omfalokel besar, karena kantong dapat pecah sewaktu-waktu dan terjadi infeksi. 

Kelainan ini juga dapat dilihat dengan adanya protrusi atau sembulan dari kantong yang berisi usus dan visera abdomen melalui defek dinding abdomen pada umbilicus. 

Cara mengatasinya secara medis ialah dengan operasi. Seharusnya, operasi dilakukan segera setelah bayi lahir. Namun mengingat bahwa memasukkan semua usus ke alat visetra sekaligus ke dalam abdomen pun akan menimbulkan tekanan mendadak pada paru bayi sehingga menimbulkan gangguan pernafasan, sehingga operasi biasanya akan ditunda beberapa bulan. 

Sementara penatalaksanaan keperawatannya ialah terjadi ketika adanya risiko infeksi. Sebelum dilakukan operasi apabila kantong belum pecah, maka akan dioleskan merkurokom setiap hari untuk mencegah terjadinya infeksi. Operasi akan dintunda beberapa bulan untuk menunggu terjadinya penebalan selaput yang menutupi kantong tersebut. 

Setelah diolesi, maka akan ditutup dengan kasa yang steril, di atasnya akan ditutup lagi dengan kapas yang agak tebal lalu kemudian dipasang gurita. Apabila bayi dipulangkan, maka dokter harus memesan pada ibu bayi untuk mencegah infeksi serta mengajarkan cara merawat sebagaimana yang diterapkan di rumah sakit serta kapan waktu yang datang untuk konsultasi.

Oleh karenanya, melihat bahwa penyakit ini juga dapat dikatakan sebagai salah satu penyakit yang mematikan, maka alangkah sangat baiknya jika ibu-ibu mengetahui dan memahami seluk beluk penyakit ini, sehingga dapat mengatasinya dengan baik, bijak, dan tepat.
Seorang ibu yang baik juga meski mengetahui gejala-gejala yang ada pada dirinya dan bayinya, agar kedua-duanya tidak terkena penyakit yang lebih jauh diakibatkan ketidaktahuannya. 

Semoga dengan adanya pengenalan singkat penyakit mematikan ini dapat membuat para ibu-ibu menyadari bahwa pengetahuan mengenai berbagai penyakit, dan gejalanya sangatlah dibutuhkan, agar tidak terlambat dalam menanganinya dan memberikan perawatan yang tepat bagi sang bayi.


Gambar : Google
Referensi :
Ai Yeyeh Rukiyah, dkk. Asuhan Neonatus, Bayi, dan Anak Balita. Trans Info Media Jakarta.
Dwi Maryanti, dkk. Buku Ajar Neonatus, Bayi, dan Balita. Trans Info Media Jakarta.
Ngatiyah. Perawatan Anak Sakit. Penerbit Buku Kedokteran.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Cara Mengatasi Omfalokel pada Bayi Rating: 5 Reviewed By: Anita aa