728x90 AdSpace

Latest News
Sunday, May 6, 2018

Cara Mengatasi Ruam Popok pada Bayi

Diaper rush atau ruam popok merupakan adanya keluhan bintik merah pada kelamin dan bokong bayi yang menggunakan ampers yang diakibatkan adanya gesekan-gesekan kulit dengan pampers. Biasanya, diaper rush (ruam popok) ini terjadi pada bayi yang berusia 4 sampai dengan 15 bulan. Penyebabnya, bisa saja karena kebersihan yang tidak terjaga, bayi sering buang air, bayi sedang mengkonsumsi antibiotic dari air susu ibunya. 

Pada kasus yang ringan, kulit bayi akan merah, dan jika kasus-kasusnya lebih berat, maka akan kemungkinan adanya rasa sakit. Biasnaya, akan terlihat pada sekitar perut bayi, kemaluan, dan di dalam lipatan kulit pada paha dan pantat bayi. Jika kasusnya masih ringan, maka ia akan sembuh hanya dalam jangka 3 sampai 4 hari tanpa pengobatan. 

Hal-hal yang menyebabkan penyakit ini di antaranya ialah :

1.       Ruam yang memang disebabkan oleh popok, termasuk di dalamnya ialah iritasi kulit, biang keringat dan infeksi jamur candida albicans yang berasal dari kotoran. 

2.       Ruam yang terjadi di area popok dan di tempat lain, namun diperparah dengan penggunaan popoknya, misalnya ialah radang kulit yang diakibatkan oleh alergi (dermatitis atopi), dermatitis seboroik, dan psoriasis. 

3.       Ruam yang terjadi di area popok namun tidak berkaitan dengan penggunaan popok, namun akibat infeksi kulit akibat bakteri, kelainan daya tahan tubuh, kekurangan zat seng, sipilis, scabies sampai dengan HIV. 

4.       Ruam popok sebenarnya dapat sembuh hanya dengan mengganti popok lebih sering serta mampu menjaga kebersihan sekitar popok. 

Tanda-tanda terjadinya penyakit ini ialah, adanya iritasi pada kulit yang terkena muncul sebagai crytaema, crupsi paa daerah kontak yang menonjol seperti pantat, alat kemaluan, perut bawah, dan paha atas.

Ruam popok sangat sering terjadi saat bayi bertamah usia, kebanyakan ialah usia antara 8 tahun sampai 10 tahun, apabila bayi tidak terjaga kebersihannya dan tidak kering, apabila bayi sering buang air, jika bayi sering buang air besar, khususnya ialah ketika tinja tetap berada di popok sepanjang malam, apabila bayi mulai makan-makanan padat, apabila bayi mengkonsumsi antibiotic, atau bayi yang masih menyusui. Bayi yang mengkonsumsi antobiotika akan lebih mudah terkena ruam popok ini disebabkan infeksi jamur. Jamur menginfeksi kulit yang lemah, dan menyebabkan ruam merah terang dengan bintik-bintik merah di pinggirnya. 

Cara untuk mencegah timbulnya penyakit ini ialah dengan :
1.       Mengganti popok bayi segera apabila bayi telah kencing atau buang air besar. Hal ini dapat mencegah terjadinya lembab pada kulit, jadi jangan memakaikan popok yang ketat sepanjang malam hari kepada bayi. 

Gunakan popok bayi yang longgar, sehingga bagian yang basah dan terkena tinja tidak akan menggesek kuit lebih luas. Bersihkan ruam popok dengan lembut, menggunakan air, tidak harus dengan menggunakan sabut setiap kali akan mengganti popok, atau setiap kali buang air besar. 

2.       Jangan menggunakan bedak bayi atau talk, karena dapat menyebabkan pori-pori tertutup oleh bedak tersebut. Hindari kelembaban agar tidak menimbulkan oenyakit ruam popok. 

Apabila telah mencoba mencegah ruam popok ini, namun tidak berhasil, maka cobalah untuk menggunakan air bersih sebagai pembersih areal popok setiap kali mengganti popok, menepuk tangan menggunakan handuk sampai kering, jangan digosok. Gunakan krim pelindung untuk membersihkan lapisan pelindung pada kulit, lalu mengkonsultasikannya kepada dokter apabila ruam popok melepuh atau terdapat nanah dan tidak hilang dalam waktu 2-3 hari . 


 Ai Yeyeg Rukiyah, dkk. Asuhan Neonatus, Bayi, dan Balita. TIM
Dwi Maryanti, dkk. Buku Ajar Neonatus, Bayi, dan Balita. TIM
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Cara Mengatasi Ruam Popok pada Bayi Rating: 5 Reviewed By: Anita aa