728x90 AdSpace

Latest News
Tuesday, May 29, 2018

Cara Mengetahui Gejala Kematian Mendadak pada Bayi


Sindrome kematian mendadak pada bayi, atau yang biasa disingkat dengan SKBM/SKMB didefinisikan sebagai suatu kematian yang terjadi mendadak pada bayi atau pada anak kecil yang tidak diperkirakan anamnesis dan tidak dapat terjelaskan dengan pemeriksaan postmoterm yang menyeluruh, hal ini meliputi autopsy, penyelidikan mengenai terjadinya kematian dan tinjauan terhadap riwayat medis secara keseluruhan. 

SKBM/SKMB ini merupakan penyebab utama terjadinya kematian pada bayi pascaneonatus. Di Negara-negara maju, pada umumnya mencapai empat puluh sampai dengan lima puluh persen dari kematian bayi yang berusia satu bulan sampai dengan satu tahun, di Amerika Serikat angka kematian mendadak pada bayi adalah 1,3/1000 kelahiran hidup yang paling tidak ada 6000 kematian terjadi setiap tahunnya. 

SKBM/SKMB jarang sekali terjadi terhadap bayi yang belum mencapai umur satu bulan insiden puncaknya adalah usia dua sampai empat bulan, dan Sembilan puluh lima persen, dan semua kasus kematian mendadak ini terjadi pada anak berusia enam bulan. 

Penyebab dari kematian mendadak pada bayi atau anak ini dapat diakibatkan dari berbagai faktor, salah satunya adalah faktor genetic, lingkungan, atau social. Faktor-faktor tersebut sudah dikaitkan dengan terjadinya peningkatan risiko kematian dadakan pada bayi, termasuk di dalamnya adalah kelahiran premature dengan riwayat apnoe BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah) prematuritas murni. 
 
Penyebab lainnya ialah cuaca dingin, ibu yang menikah dengan usia yang masih tergolong muda, atau dalam kata sederhananya ibu muda yang tidak menikah kondisi social ekonomi yang buruk, dapat dikategorikan termasuk populasi yang pada riwayat ibu perokok, anemia, pengguna narkotika. 

Riwayat kematian mendadak pada bayi terjadi pada saudara sekandung, riwayat yang hampir hilang atau episode kemarian mendadak yang abortif, cacat batang otak. 

Adapun gejala atau tanda yang dapat diperhatikan adalah :

1.       Perhatikan suara, dan nada tangisan bayi. Apabila bayi akan mengalami SKBM ini, maka tangisannya akan lebih tinggi, atau lebih rendah daripada tangisan bayi-bayi normal pada biasanya.

2.       Bayi akan mengalami takikardi dengan variasi denyut yang lebih daripada normal. 

3.       Frekuesnsi pernafasan pada bayi akan meningkat, serta mengalami penurunan pada insiden apneanya. 

4.       Bayi akan mengalami labilitas yang lebih tinggi dari normal dan stabilitas denyut jantung yang lebih buruk.

Penatalaksanaan yang dapat dilakukan terbagi menjadi empat. Yaitu, objektif, subjektif, assessment, dan planning. Adapun rincian masing-masingnya adalah :

1.       Subjektif
a.       Ibu meski mengatakan kepada dokter bahwa bayinya tengah berusia dua bulan
b.      Ibu menjelaskan bahwa tiba-tiba saja suara tangisan bayinya melemah, dan nafasnya sangat cepat.
2.       Objektif
a.       Keadaan umum : sangat lemah
b.      Pernafasan : lebih tinggi dari enam puluh kali permenitnya, dan tidak teratur.
c.       Frekuensi jantung : seratus empat puluh kali permenit, dan tidak teratur
d.      Nadi : empat puluh kali permenit, dan tidak teratur
3.       Assessment
Bayi mendadak meninggal/syndrome kematian bayi mendadak (SKBM)
4.       Planning
a.       Dokter menjelaskan hasil pemeriksaan kepada orangtua bayi
b.      Dokter mengatakan kepada orangtua bayi mengenai apa yang dimaksudkan dengan bayi meninggal mendadak/ syndrome kematian bayi mendadak SKBM
c.       Memberikan dukungan psikologi dan emosi pada orangtua bayi.
Demikianlah sedikit mengenai mengenal gejala-gejala yang terjadi pada bayi. Cara penanganannya juga sudah dibahas, maka ketika usaha itu telah dilakukan, langkah terakhir adalah tawakkal. 



Referensi :
Dwi Maryanti, dkk. Buku Ajar Neonatus, Bayi, dan Balita.
Ngastiyah. Perawatan Anak Sakit. 
Sumber gambar : Google
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Cara Mengetahui Gejala Kematian Mendadak pada Bayi Rating: 5 Reviewed By: Anita aa