728x90 AdSpace

Latest News
Sunday, May 13, 2018

Cara Mengetahui Kondisi Trauma Bayi


Trauma lahir ialah trauma yang terjadi pada bayi yang diterima dalam atau karena adanya proses kelahiran. Istilah ini biasanya digunakan untuk menunjukkan adanya trauma mekanik dan anoksik, baik yang dapat dihindarkan maupun yang tidak bisa dihindarkan, yang didapat bayi pada masa persalinan dan kelahiran. 

Trauma dapat saja terjadi sebagai kaibat ketrampilan atau perhatian medic yang tidak pantas, dan tidak memadai sama sekali, atau dapat juga terjadi meskipun telah mendapat perawatan kebidanan yang terampil dan kompeten, dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan tindakan atau sikap orangtua yang acuh tak acuh. 

Ada beberapa kondisi yang dapat diperhatikan ketika bayi trauma baru lahir, di antaranya ialah :

1.       Perlukaan kulit
Seorang ibu harus memerhatikan kulit bayinya. Kalinan ini bisa saja timbul pada saat persalinan yang menggunakan alat-alat, seperti cunam, atau vakum. Infeksi sekunder merupakan bahaya yang dapat timbul pada kejadian ini. maka, 4.  dan mengeringkan kulit yang terluka pada bayi sangat diperlukan. Bila perlu, dapat juga dengan menggunakan obat-obatan antiseptic local. Biasanya, diperlukan waktu 6-8 minggu untuk penyembuhan. 

2.       Eritema, ptekiae, abrasi, ekimosis, dan nekrosis lemak subkutan
Jenis persalinan yang sering menyebabkan kelainan ini yaitu presentasi muka dan persalinan yang diselesaikan dengan ekstrasi cunam, dan ekstrasi vakum. Kelainan ini memerlukan pengobatan khusus dan menghilang pada minggu pertama. 

3.       Perdarahan subaponeutorik
Pendarahan jenis ini merupakan pendarahan yang terjadi di bawah aponeurosis yang diakibatkan oleh pecahnya vena-vena yang menghubungkan jaringan di luar dengan sinus-sinus di dalam tengkorak. Perdarahan dapat terjadi diakibatkan persalinan yang diakhiri dengan alat, dan biasanya tidak mempunyai batas tegas, sehingga ladang-kadang kepala akan berbentuk asimetris. Kelainan ini dapat menimbulkan anemia, syok, atau hiperbilirubinemia. 

4.       Fraktur humeri
Kelainan ini terjadi diakibatkan kesalahan teknik dalam melahirkan lengan pada presentasi  puncak kepala atau letak sungsang dengan kepala. 

5.       Caput succedaneum
Ini tidak memerlukan pengobatan khusus dan biasnaya akan menghilang setelah 2-4 hari, tegas pada tulang yang bersangkutan dan tidak melampaui sutura-sutura sekitarnya, bahkan sering ditemukan pada tulang temporal dan parietal. Kelianan ini dapat terjadi diakibatkan perslainan yang biasa, tetapi lebih sering pada persalinan yang diakhiri dengan alat, seperti ekstrasi cunam atau ekstrasi vakum. 

6.       Fraktur klavikulas
Fraktur ini merupakan kenis trauma yang sering terjadi pada bayi yang baru lahir, yang mungkin saja terjadi apabila terdapat kesulitan mengeluarkan bahu saat persalinan. Hal ini bisa saja timbul pad akelahiran bayi yang presentasi puncaknya kepala dan pada lengan yang telentang pada saat lahir sungsang. 

Gejala yang tampak pada keadaan bayi ini adalah kelemahan lengan pada sisi yang terkena, krepitasi, ketidakteraturan tulang mungkin dapat diraba, perubahan warna kulit pada bagian atas yan terkena fraktur serta menghilangnya reflex moro pada sisi tersebut.


Ada beberapa jenis lainnya yang dapat digunakan untuk melihat sisi kondisi bayi yang terkena trauma lahir ini. maka, suatu kewajiban bagi seorang ibu untuk mengetahui gejala-gejala tersebut, agar dapat memberikan pengobatan yang benar, dan sesuai kepada si bayi yang baru saja lahir.
Kondisi lainnya ada trauma m.sternokleidomastoideus, cephal hematoma, dan lain sebagainya.

Referensi : Ai Yeyeh Rukiyah, dkk. Asuhan neonatus bayi dan anak balita. TIM
Ngastiyah. Perawatan anak sakit. Penerbit buku kedokteran
Dwi maryanti, dkk. Buku ajar neonatus, bayi, dan balita. TIM

sumber gambar : Google

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Cara Mengetahui Kondisi Trauma Bayi Rating: 5 Reviewed By: Anita aa